Cakrawala News – 14 September 2026 | Perusahaan teknologi asal China, Ligent Technologies, tengah membidik dana sekitar HK$5,67 miliar atau setara US$723 juta (sekitar Rp8,8 triliun) melalui penawaran umum perdana (IPO) di Hong Kong. Langkah ini menjadi salah satu IPO terbesar di bursa Hong Kong tahun ini dan menandai gelombang ekspansi perusahaan teknologi China yang menyasar pasar modal internasional.
Berdasarkan prospektus yang diajukan ke bursa saham Hong Kong pada Senin, produsen peralatan komunikasi serat optik itu menawarkan 172 juta saham dengan harga HK$32,96 per lembar. Harga penawaran tersebut mengimplikasikan nilai pasar perusahaan sekitar HK$32,4 miliar atau setara US$4,13 miliar (sekitar Rp50 triliun).
Ligent menargetkan pencatatan sahamnya di Hong Kong pada 22 September mendatang. Perusahaan yang dikendalikan oleh konglomerat teknologi China, Hisense Group Holdings, itu menyatakan dana hasil IPO akan digunakan untuk membiayai pengembangan produk, memperluas kapasitas produksi, serta mendukung kebutuhan korporasi secara umum.
Cornerstone Investor Serap Hampir Setengah Penawaran
Dalam prospektusnya, Ligent mengungkapkan telah menerima komitmen sebesar US$340 juta dari investor utama atau cornerstone investors. Jumlah itu setara 47 persen dari total penawaran saham dasar.
Cornerstone investor merupakan institusi yang menyetujui pembelian saham sebelum perdagangan dimulai. Sejumlah nama besar tercatat dalam daftar tersebut, antara lain Primavera Investment Fund, GigaDevice, Amlogic Hong Kong, Mirae Asset Securities HK, PAG, Turquoise Hime yang didukung ORIX, Barings, GF Fund, dan E Fund.
Penawaran ini juga menyertakan opsi bagi penjamin emisi untuk menjual hingga 25,8 juta saham tambahan. Reuters sebelumnya melaporkan pada 3 September, mengutip dua sumber yang mengetahui masalah tersebut, bahwa Ligent berencana meluncurkan IPO paling cepat 14 September dengan target penghimpunan sekitar US$800 juta dan berpotensi melantai di Hong Kong pada 22 September.
Kinerja Keuangan dan Fokus Bisnis
Ligent memproduksi transceiver optik, chip optik, dan terminal jaringan yang digunakan untuk pusat data, komputasi awan, serta jaringan telekomunikasi. Produk-produk ini berada di jantung kebutuhan infrastruktur digital yang terus tumbuh, seiring meningkatnya permintaan akan kapasitas komputasi dan konektivitas berkecepatan tinggi.
Dalam prospektusnya, Ligent mengungkapkan laba bersih perusahaan naik 29,7 persen menjadi 661 juta yuan atau setara US$98,5 juta (sekitar Rp1,2 triliun) untuk periode enam bulan yang berakhir 30 Juni, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan perusahaan juga tumbuh 27,9 persen menjadi 5,39 miliar yuan pada periode yang sama.
Pertumbuhan itu menunjukkan permintaan yang kuat terhadap perangkat keras jaringan optik, terutama dari sektor pusat data dan komputasi awan yang berkembang pesat. Perusahaan menyatakan akan mengalokasikan dana IPO untuk riset dan pengembangan, memperluas kapasitas produksi, serta mendukung tujuan korporasi secara umum.
Gelombang IPO Teknologi di Hong Kong
Langkah Ligent menambah deretan perusahaan teknologi yang mencari pendanaan di Hong Kong. Bursa Hong Kong kembali menjadi magnet bagi perusahaan China yang ingin mengakses modal internasional, terutama di sektor teknologi dan kecerdasan buatan.
Hong Kong dikenal sebagai salah satu pusat keuangan terbesar dunia dan menjadi pintu masuk bagi perusahaan China ke pasar global. Daya tarik itu juga terlihat dari berbagai aktivitas ekonomi lain di kota tersebut, termasuk pertemuan Citi Private Bank yang mempertemukan lebih dari 150 pemimpin family office dari seluruh Asia untuk membahas dekade berikutnya dalam penciptaan kekayaan.
Dalam konteks industri teknologi, ekspansi Ligent menyoroti persaingan global di sektor infrastruktur AI dan jaringan optik. Permintaan terhadap chip optik dan transceiver meningkat seiring pembangunan pusat data berskala besar di berbagai negara, termasuk di Asia dan Amerika Utara.
Selain itu, Hong Kong juga menjadi lokasi strategis bagi industri olahraga internasional. Kota ini baru saja menjadi tuan rumah pembukaan WXV Global Series Challenger di Kai Tak Youth Sports Ground, di mana tim nasional rugby Hong Kong China tampil comeback untuk mengalahkan Brazil 29-24 di hadapan pendukung tuan rumah.
Dengan jadwal debut perdagangan pada 22 September, perhatian pasar kini tertuju pada respons investor terhadap valuasi Ligent dan prospek pertumbuhan bisnisnya. Keberhasilan IPO ini dapat menjadi indikator minat investor terhadap perusahaan teknologi China yang bergerak di bidang infrastruktur digital dan AI.
Jika terealisasi sesuai rencana, langkah Ligent akan memperkuat posisi Hong Kong sebagai pusat pencatatan saham teknologi di Asia sekaligus mendorong ekspansi perusahaan China di pasar global. Namun, kondisi pasar modal yang dinamis tetap menjadi faktor penentu apakah penawaran ini mampu mencapai target maksimal.
