Perusahaan Otomotif AS Ogah Terima Mobil China, Donald Trump Malah Bilang Gini

Perusahaan Otomotif AS Ogah Terima Mobil China, Donald Trump Malah Bilang Gini
Perusahaan Otomotif AS Ogah Terima Mobil China, Donald Trump Malah Bilang Gini

Cakrawala News – 15 September 2026 | Perusahaan otomotif Amerika Serikat ogah terima mobil China, Donald Trump malah bilang gini: ia tidak keberatan produsen otomotif China masuk ke Negeri Paman Sam asalkan kendaraannya dibangun di Amerika Serikat dan mempekerjakan tenaga kerja lokal. Pernyataan Presiden AS itu disampaikan dalam wawancara dengan Fox News dan dikutip sejumlah media, termasuk Carscoops serta kantor berita ANTARA, pada pertengahan September 2026, dan langsung menjadi sorotan karena berseberangan dengan sikap sebagian besar industri otomotif Amerika sendiri.

Trump menegaskan bahwa pintu bagi produsen China terbuka hanya jika mereka berinvestasi langsung dengan mendirikan pabrik di dalam negeri. Ia membandingkan gagasan itu dengan produsen otomotif Jepang yang telah lama mengoperasikan fasilitas produksi di berbagai wilayah Amerika Serikat dan menyerap tenaga kerja setempat.

“Jika China ingin masuk dan membuka pabrik untuk membangun mobil mereka di sini, saya tidak masalah dengan itu,” kata Trump, sebagaimana dikutip dari Carscoops.

Namun, Trump sekaligus menegaskan penolakannya terhadap skenario lain. Ia tidak menginginkan produsen China membangun kendaraan di Meksiko lalu mengirimkannya ke pasar Amerika Serikat. Menurutnya, pasar domestik bisa “dibanjiri” produk tersebut jika pembatasan yang berlaku saat ini dicabut. Karena itu, ia membedakan secara tegas antara impor produk jadi dan produksi yang dilakukan di dalam wilayah Amerika Serikat.

“Hal besar adalah mereka mempekerjakan orang-orang kami,” ujar Trump, merujuk pada alasan mengapa produsen otomotif asing seperti Jepang bisa memiliki fasilitas produksi di Amerika Serikat.

Pernyataan itu muncul beberapa saat setelah ia sempat mengatakan tidak akan mengizinkan mobil China masuk. Sikap yang tampak berubah arah tersebut menempatkan Trump dalam posisi menarik jika dibandingkan dengan industri otomotif Amerika Serikat sendiri.

Industri Otomotif AS Justru Minta Pintu Ditutup

Alliance for Automotive Innovation, organisasi yang mewakili sebagian besar produsen otomotif yang beroperasi di Amerika Serikat, sebelumnya meminta pemerintah dan Kongres memberlakukan larangan permanen terhadap penjualan, impor, dan produksi kendaraan terhubung asal China, termasuk perangkat keras dan perangkat lunaknya.

Dorongan itu bahkan berpotensi semakin menguat setelah sebuah komite Senat Amerika Serikat mengesahkan rancangan undang-undang terkait pada Juli lalu. Kondisi tersebut membuat pernyataan Trump terlihat berbeda dari arus utama keinginan pelaku industri otomotif di Detroit.

Saat ini, produsen mobil China secara efektif terblokir dari pasar mobil baru Amerika Serikat. Berbagai hambatan berlaku, mulai dari aturan yang membatasi penggunaan perangkat keras dan perangkat lunak kendaraan terhubung yang terkait dengan China dan Rusia, hingga tarif tinggi yang membuat harga kendaraan menjadi tidak kompetitif.

Regulasi dari Departemen Perdagangan Amerika Serikat yang mencakup sistem kendaraan terkoneksi menjadi salah satu penghalang utama. Aturan itu membatasi komponen teknologi dari sejumlah negara tertentu, termasuk China, sehingga kendaraan yang bergantung pada sistem tersebut sulit memenuhi persyaratan pasar Amerika Serikat.

BYD dan Geely Jadi Nama yang Disorot

Produsen kendaraan listrik China seperti BYD dan Geely Automobile telah berekspansi dengan pesat ke luar negeri. Ekspansi itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan produsen mobil Amerika Serikat seiring menguatnya posisi kendaraan mereka di berbagai pasar, termasuk Kanada dan Meksiko.

Jika kebijakan benar-benar berubah dan produsen China membangun fasilitas produksi langsung di Amerika Serikat, mereka berpotensi memperoleh jalur berbeda untuk masuk ke pasar tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada pengumuman bahwa salah satu produsen tersebut akan membangun pabrik di Amerika Serikat. Karena itu, pernyataan Trump belum bisa diartikan sebagai keputusan resmi pembukaan pasar.

Sikap Trump terhadap produsen mobil China sebenarnya tidak sepenuhnya baru. Ia sebelumnya pernah menyampaikan keterbukaan terhadap kehadiran produsen otomotif China apabila perusahaan tersebut berinvestasi langsung di Amerika Serikat dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.

Yang membuat situasi kali ini lebih rumit, kebijakan Washington terhadap industri otomotif China memperlihatkan sejumlah sinyal yang beragam. Di satu sisi, pembatasan teknologi dan tarif masih berlaku ketat. Di sisi lain, pemerintahan Trump juga mengecam kerja sama bisnis yang dilakukan produsen otomotif Amerika Serikat dengan perusahaan China.

Ketegangan Ford dan CATL

Pemerintahan Trump tidak senang dengan hubungan erat Ford dengan sejumlah perusahaan China. Dalam surat kepada CEO Ford Jim Farley tertanggal 3 September yang baru-baru ini dipublikasikan, Menteri Transportasi Amerika Serikat Sean P. Duffy menyampaikan keprihatinan mendalam mengenai arah strategis Ford. Ia menilai merek otomotif bersejarah tersebut secara aktif mengaitkan masa depannya dengan perusahaan-perusahaan China yang didukung negara.

Hubungan Ford dengan produsen baterai China CATL tampaknya menjadi salah satu hal yang membuat pemerintahan Trump keberatan. Kesepakatan lisensi yang pertama kali ditandatangani pada 2023 itu memungkinkan Ford memproduksi baterai kendaraan listrik menggunakan teknologi kimia milik CATL. Namun, penurunan permintaan kendaraan listrik di Amerika Serikat belakangan ini mendorong Ford mulai merakit sel lithium iron phosphate dengan teknologi CATL untuk sistem penyimpanan energi.

Ketegangan tersebut terjadi hanya beberapa waktu sebelum pertemuan Trump dan Presiden China Xi Jinping pada akhir bulan September 2026, sebagaimana dilaporkan Carscoops. Momentum itu membuat isu mobil China dan investasi otomotif berpotensi menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan kedua pemimpin.

Bagi pembaca, pernyataan Trump perlu dipahami sebagai sinyal politik, bukan keputusan final. Perubahan kebijakan resmi tetap bergantung pada proses regulasi, posisi Kongres, dan tekanan dari industri otomotif Amerika Serikat. Yang jelas, perdebatan tentang seberapa jauh pintu pasar Amerika Serikat dibuka untuk produsen China masih akan berlangsung, terutama menjelang pertemuan tingkat tinggi antara Washington dan Beijing.

Exit mobile version