Cakrawala News – 30 Oktober 2026 | GOLDMEDALIST rilis pernyataan terbaru soal kasus Kim Soo Hyun dan keluarga Kim Sae Ron [titlebase], yang menegaskan bahwa ibu mendiang aktris Kim Sae Ron beserta pengacaranya telah resmi dilimpahkan ke pihak kejaksaan. Pelimpahan itu merupakan tindak lanjut dari laporan pidana yang diajukan aktor Kim Soo Hyun dan agensinya atas dugaan pencemaran nama baik. Menurut keterangan agensi pada Senin (26/10/2026), proses pelimpahan dilakukan tanpa penahanan setelah kepolisian menyelesaikan penyelidikan atas laporan tersebut.
Dalam pernyataan resminya, GOLDMEDALIST menyebut pihak yang dilimpahkan ke kejaksaan mencakup ibu Kim Sae Ron dan seseorang yang diduga menyamar sebagai bibi mendiang. Keduanya menghadapi sejumlah tuduhan berlapis, mulai dari pencemaran nama baik melalui penyebaran informasi palsu, pelanggaran undang-undang terkait kejahatan seksual karena penyebaran rekaman kamera ilegal, hingga percobaan pemaksaan.
Berbeda dengan ibu mendiang, ayah Kim Sae Ron tidak termasuk dalam daftar pihak yang dilimpahkan ke kejaksaan. Agensi menegaskan bahwa keputusan untuk tidak mengajukan dakwaan terhadap ayah mendiang diambil berdasarkan hasil penyelidikan yang berjalan.
Penyelidikan Terpisah Libatkan Pengacara dan YouTuber
Selain ibu mendiang dan individu yang mengaku sebagai bibi, polisi juga mengembangkan penyelidikan terpisah terhadap dua pihak lain, yakni pengacara Boo Ji Seok yang mewakili keluarga mendiang serta YouTuber Kwon Young Chan, pengelola kanal Kwon Young Chan TV. Keduanya turut dilimpahkan ke kejaksaan.
Menurut GOLDMEDALIST, Boo Ji Seok diteruskan ke kejaksaan atas tuduhan pencemaran nama baik berdasarkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana serta pencemaran nama baik secara daring melalui penyebaran informasi palsu. Adapun Kwon Young Chan dikenai pasal undang-undang khusus kejahatan seksual karena diduga menyebarkan rekaman kamera ilegal.
Agensi Kim Soo Hyun menyoroti bahwa pengacara Boo Ji Seok sebelumnya menggelar konferensi pers dengan menggunakan bukti yang disebut telah dimanipulasi, termasuk pesan KakaoTalk yang diedit serta rekaman suara berbasis kecerdasan buatan atau AI. Materi-materi inilah yang menjadi salah satu fokus penyelidikan pihak berwajib.
Berawal dari Tuduhan Hubungan Asmara
Konflik hukum ini bermula dari tuduhan yang menyebut adanya hubungan asmara antara Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron saat aktris tersebut masih di bawah umur. Tuduhan itu mencuat melalui kanal YouTube Garo Sero Institute atau HoverLab yang dikelola Kim Se Ui. Kasus ini kemudian berkembang menjadi rangkaian laporan pidana yang saling berkaitan.
Sebelumnya, Kim Se Ui selaku pengelola kanal HoverLab telah ditangkap dan didakwa dalam perkara terkait. Pelimpahan ibu dan pengacara mendiang Kim Sae Ron ke kejaksaan disebut berkaitan erat dengan penanganan kasus Kim Se Ui tersebut. Agensi menilai sejumlah pihak yang kini berstatus tersangka merupakan pihak yang bekerja sama dengan Kim Se Ui dalam menyebarkan narasi yang disebut tidak berdasar.
Dalam pernyataan resminya, GOLDMEDALIST mengapresiasi kerja keras pihak berwajib yang telah mengumpulkan bukti selama proses penyelidikan. Agensi menyampaikan terima kasih kepada kepolisian dan kejaksaan yang menangani perkara ini secara menyeluruh, termasuk mengusut dugaan manipulasi bukti digital.
“Di antara kaki tangan itu, termasuk ibu mendiang dan orang yang menyamar sebagai bibinya, akan menerima berbagai dakwaan seperti pencemaran nama baik karena menyebarkan informasi palsu, pelanggaran undang-undang terkait kejahatan seksual, serta percobaan pemaksaan,” demikian pernyataan GOLDMEDALIST.
Hingga kini, pihak keluarga mendiang Kim Sae Ron belum memberikan tanggapan resmi atas pelimpahan tersebut. Perlu dicatat bahwa status para pihak yang dilimpahkan ke kejaksaan masih sebatas tersangka atau pihak yang didakwa, dan proses hukum selanjutnya akan bergantung pada pemeriksaan di tingkat kejaksaan serta pengadilan.
Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya
Pelimpahan berkas ke kejaksaan menandai babak baru dalam sengketa hukum antara Kim Soo Hyun dan pihak-pihak yang menuduhnya. Publik kini menantikan langkah kejaksaan dalam menentukan apakah perkara ini akan dilanjutkan ke persidangan. Di sisi lain, kasus Kim Se Ui sebagai figur sentral penyebaran tuduhan juga masih berjalan dan menjadi bagian penting dari rangkaian perkara ini.
Bagi industri hiburan Korea Selatan, perkembangan ini menjadi pengingat akan besarnya dampak tuduhan daring terhadap reputasi publik figur. Sejumlah pengamat menilai kasus ini turut menyoroti persoalan manipulasi bukti digital, termasuk penggunaan pesan yang diedit dan rekaman suara AI, yang kian marak dalam sengketa di ruang maya. GOLDMEDALIST menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas demi melindungi nama baik artisnya.
