Cakrawala News – 06 November 2026 | Gubernur Texas anti-Islam tumbang di pemilu sela AS setelah petahana dari Partai Republik, Greg Abbott, dikalahkan kandidat Demokrat Gina Hinojosa dalam pemilihan gubernur yang hasilnya diproyeksikan media Amerika Serikat pada Selasa (3/11/2026). Kekalahan Abbott tidak hanya mengakhiri dominasi Partai Republik selama sekitar tiga dekade di negara bagian berjuluk Lone Star State itu, tetapi juga menjadikan Hinojosa sebagai perempuan keturunan Hispanik pertama yang memimpin Texas.
Hasil tersebut menjadi salah satu kejutan politik dalam rangkaian pemilihan paruh waktu di AS. Abbott, yang telah menjabat selama tiga periode, harus mengakhiri upayanya mempertahankan kekuasaan Partai Republik di negara bagian yang selama ini dikenal sebagai basis konservatif.
Mengutip pemberitaan Reuters, kemenangan Hinojosa mencatat sejarah baru dalam politik Texas. Sejak 1994, Partai Demokrat belum pernah memenangkan jabatan gubernur di negara bagian itu, menjadikannya periode kekosongan kemenangan terlama di seluruh Amerika Serikat.
Kemenangan Bagian dari Gelombang Demokrat
Kemenangan Hinojosa merupakan bagian dari capaian Partai Demokrat dalam pemilihan paruh waktu 2026. Partai oposisi itu juga mencatat kemenangan di sejumlah wilayah yang selama ini dikenal memiliki kecenderungan politik konservatif, termasuk South Carolina dan Kansas. Sejumlah proyeksi bahkan menyebut Demokrat berpeluang menguasai DPR maupun Senat.
Di Texas, Demokrat juga merebut kursi Senat melalui James Talarico yang mengalahkan Jaksa Agung negara bagian Ken Paxton. Pada awal kampanye, Hinojosa dan Talarico hanyalah anggota legislatif negara bagian yang kurang dikenal. Kini keduanya menjadi bintang baru setelah mengalahkan petahana yang jauh lebih mapan.
Menariknya, kemenangan itu terjadi di sejumlah distrik yang baru saja diatur ulang batas wilayahnya oleh badan legislatif Texas yang didominasi Partai Republik. Pengaturan tersebut semula ditujukan untuk memenangkan kandidat Republik ke Kongres.
Ekonomi dan Biaya Hidup Jadi Kunci
Kemenangan Hinojosa tidak terlepas dari strategi kampanyenya yang mengangkat persoalan ekonomi rumah tangga, biaya hidup, dan kondisi pendidikan publik. Ia berupaya meyakinkan pemilih, terutama komunitas Latin yang mencakup sekitar sepertiga jumlah pemilih di Texas, bahwa persoalan keseharian masyarakat lebih mendesak dibandingkan isu-isu perang budaya yang selama beberapa tahun terakhir menjadi bagian penting dalam persaingan politik AS.
Dalam wawancara dengan Reuters di Austin pada Juli 2026, Hinojosa mengatakan masyarakat Latin menghadapi tekanan ekonomi yang sama dengan kelompok masyarakat lainnya di Amerika Serikat. “Kami sama-sama orang Texas dan orang Amerika seperti siapa pun,” kata Hinojosa, seraya menilai kenaikan biaya hidup telah memberikan tekanan besar terhadap keluarga-keluarga di Texas.
Strategi tersebut menjadi tantangan bagi Abbott yang selama bertahun-tahun membangun basis dukungan di Texas Selatan. Gubernur dari Partai Republik itu secara rutin mengunjungi kawasan perbatasan yang mayoritas penduduknya berasal dari komunitas Latin dan membangun jaringan kampanye di Rio Grande Valley dengan mengedepankan isu keamanan perbatasan dan penegakan imigrasi. Namun, pendekatan itu tidak cukup untuk mempertahankan dukungan pemilih.
Selain faktor ekonomi, kemenangan Demokrat disebut turut didorong meluasnya ketidakpuasan akibat tingginya harga berbagai kebutuhan, mulai dari daging sapi hingga bahan bakar, serta protes atas kebijakan penegakan imigrasi yang ketat dari Presiden AS Donald Trump.
Sorotan atas Rekam Jejak Abbott
Abbott sebelumnya kerap menjadi sorotan kelompok pembela kebebasan beragama dan organisasi hak-hak sipil Muslim di Amerika Serikat. Sejumlah kebijakan dan tindakannya terhadap komunitas Muslim, lembaga Islam, serta isu Palestina-Israel menuai kritik karena dinilai memperkuat sentimen anti-Islam. Ia juga dikenal sebagai pendukung garis keras Israel.
Meski tim kampanye Abbott dilaporkan menghabiskan dana puluhan juta dolar lebih banyak, ia tetap kalah. Abbott, yang seandainya menang bisa menjadi gubernur dengan masa jabatan terlama di Texas, awalnya tampak berpeluang besar kembali menjabat. Namun perubahan demografi dan iklim politik yang kian memburuk bagi Partai Republik pada akhirnya berdampak pada dirinya.
Dalam pidato kemenangannya, Hinojosa mengungkapkan bahwa Abbott telah menelepon untuk menyampaikan ucapan selamat. Ia berjanji menghadirkan perubahan besar bagi Texas. “Saya ingin menyampaikan sesuatu kepada pihak-pihak berkuasa yang sudah merasa sangat nyaman dalam menjalankan pemerintahan negara bagian ini. Para pemilih telah memberikan mandat untuk perubahan, dan perubahan itulah yang akan mereka dapatkan,” ujar Hinojosa.
Dampak bagi Peta Politik dan Israel
Kemenangan besar Partai Demokrat ini kemungkinan membuat Texas, yang memiliki 40 suara elektoral, menjadi medan perebutan penting menjelang pemilihan presiden 2028. Kekalahan Republik dalam pemilu sela juga diprediksi membawa dampak politik yang tidak hanya dirasakan Trump, tetapi juga Israel yang selama ini bergantung pada dukungan kuat Washington.
Analisis The Jerusalem Post yang dikutip sejumlah media menyebut setidaknya tiga persoalan utama yang berpotensi menjadi tantangan bagi Israel, yakni arah kebijakan Trump dalam konflik dengan Iran, perubahan konfigurasi kekuatan di Kongres AS, serta dinamika politik menjelang pemilihan presiden 2028. Jajak pendapat selama pemilu memperlihatkan 62 persen pemilih tidak mendukung perang melawan Teheran.
Dengan hasil ini, perhatian kini tertuju pada bagaimana Hinojosa menerjemahkan mandat perubahan di Texas dan sejauh mana pergeseran politik di AS memengaruhi kebijakan luar negeri Washington, termasuk terhadap Timur Tengah. Kisruh politik di negara bagian yang selama ini menjadi benteng konservatif itu menandai babak baru yang layak dicermati dalam peta politik Amerika Serikat.
