Italia Tekuk Türkiye 3-1, Montella di Ujung Tanduk

Italia Tekuk Türkiye 3-1, Montella di Ujung Tanduk
Italia Tekuk Türkiye 3-1, Montella di Ujung Tanduk

Cakrawala News – 07 Oktober 2026 | Laga italy vs türkiye di Stadio Dall’Ara, Bologna, berakhir dengan kemenangan 3-1 untuk tuan rumah Italia pada Senin, 5 Oktober 2026 waktu setempat. Hasil ini menjaga harapan Azzurri lolos ke perempat final Nations League, sekaligus menempatkan posisi pelatih Türkiye, Vincenzo Montella, dalam tekanan besar setelah timnya menelan empat kekalahan dari empat pertandingan Grup A1.

Gianluca Scamacca membuka keunggulan Italia pada menit ke-26 melalui sepakan voli dari jarak delapan yard setelah bola memantul menguntungkan. Namun Türkiye, yang tampil lebih dominan di paruh pertama, menyamakan kedudukan lewat Aral Simsir tak lama setelah menit ke-60.

Italia merespons cepat. Riccardo Calafiori, yang baru masuk sebagai pemain pengganti pada menit ke-55, mencetak gol pertamanya untuk tim nasional melalui sundulan kuat memanfaatkan umpan bola mati Nicolo Barella. Pio Esposito kemudian memastikan kemenangan lewat gol ketiga, hanya enam hari setelah ia juga mencetak gol ke gawang lawan yang sama di Bursa.

Mancini Akui Fluidity Italia Menurun

Pelatih Italia, Roberto Mancini, melakukan sembilan perubahan pada susunan pemain inti dibandingkan laga melawan Prancis di Paris. Ia mengaku sudah memperkirakan timnya akan kehilangan fluiditas permainan.

“Meski ada perubahan, tentu saja ada kelelahan. Kami kesulitan di awal, tetapi para pemain berhasil bangkit, mencetak gol lagi setelah kedudukan 1-1, jadi ini pertandingan yang bagus sebagai laga keempat dalam rentang waktu singkat,” ujar Mancini kepada RAI Sport.

Mancini juga menyoroti penampilan gelandang Cagliari, Alessandro Romano, yang menurutnya bisa berperan sebagai mezz’ala selain playmaker. “Romano bisa mengambil peran itu dengan mudah, ia perlu memainkan pertandingan seperti ini untuk terus berkembang,” katanya.

Dalam laga tersebut, Mancini menurunkan debutan anyar Alessandro Romano dan Issa Doumbia di lini tengah, serta Antonio Vergara di sayap yang sebelumnya belum pernah tampil untuk tim senior.

Empat Kekalahan Beruntun Türkiye

Bagi Türkiye, kekalahan ini memperpanjang rekor buruk mereka di Grup A1. Pasukan Montella belum mengumpulkan satu poin pun setelah kalah dari Prancis, Italia, dan Belgia, serta berada di dasar klasemen dengan posisi terancam degradasi ke League B.

Sehari sebelumnya, Italia juga mengalahkan Türkiye 4-1 di Bursa pada matchday kedua. Media Turki pun bereaksi keras. Fanatik dalam editorialnya menulis, “Saya pikir lebih baik Anda pergi… Ambil pesangon dan tetap di Italia.” Sementara Hürriyet menilai “misinya sudah lama berakhir” dan mengkritik federasi soal biaya pemecatan.

Suasana di tribun juga tidak bersahabat. Seruan “İstifa” atau “Mundur” menggema di akhir laga kandang terakhir mereka, dan presiden federasi, İbrahim Hacıosmanoğlu, turut menjadi sasaran kritik.

Montella membalas kritik tersebut dengan menyebut sebagian besar penilaian itu “tidak logis”. Ia menunjuk pada dua tahun masa kepelatihannya, termasuk promosi ke kasta teratas Nations League. Ia juga tercatat sebagai pelatih yang mengakhiri penantian 24 tahun Türkiye untuk tampil di Piala Dunia, serta orang asing pertama yang membawa mereka ke Piala Eropa dan Piala Dunia.

Namun, Montella harus kehilangan Hakan Çalhanoğlu dan Kenan Yildiz bulan ini, sementara Arda Güler tidak selalu dalam kondisi prima.

Klasemen dan Peluang Italia

Kemenangan atas Türkiye membawa Italia ke posisi kedua Grup A1 dengan tiga poin di belakang pemuncak klasemen Prancis, dan unggul satu poin atas Belgia. Sebelumnya, Italia menelan kekalahan 2-0 dari Belgia, mengalahkan Türkiye 4-1 di Bursa, lalu menahan imbang Prancis 1-1 di Paris.

Gianluigi Donnarumma kembali berperan penting di laga ini dengan sejumlah penyelamatan krusial, termasuk saat Türkiye menekan di paruh pertama.

Dari sisi penilaian media Italia, performa Calafiori mendapat sorotan beragam. Corriere della Sera dan Eurosport memberinya nilai 7/10, sementara La Repubblica, Sky Sport Italia, dan SportMediaset memberikan 6,5/10. Sky Sport Italia menyoroti gol penyama kedudukan Türkiye yang datang dari sisi pertahanan Calafiori, namun tetap menyebutnya “imperious”. SportMediaset menulis, “Ia masuk dan Türkiye menyamakan kedudukan. Namun kemudian ia menyundul umpan silang Barella dan membawa Italia kembali memimpin.”

Dengan hasil ini, Italia menutup rangkaian empat laga Nations League dalam 11 hari dengan tren positif. Selanjutnya, Prancis akan bertandang ke Milan bulan depan, sementara Italia akan menutup fase grup dengan melawat ke markas Belgia. Duel italy vs türkiye di Bologna menjadi titik penting bagi Italia untuk menjaga asa bersaing di papan atas, sekaligus menegaskan bahwa tekanan publik terhadap kursi pelatih Türkiye belum akan mereda dalam waktu dekat.

Exit mobile version