Cakrawala News – 07 Oktober 2026 | Gelandang timnas Argentina, Enzo Fernández, menjadi salah satu sosok yang paling mencuri perhatian dalam momen perpisahan Lionel Messi dari Albiceleste. Pemain Manchester City itu tak mampu membendung air matanya saat sang kapten mengambil mikrofon dan menyampaikan pidato emosional di hadapan publik Estadio Monumental, Buenos Aires, setelah Argentina mengalahkan Benin 3-0 pada 6 Oktober 2026. Momen tersebut terekam jelas oleh kamera dan langsung menjadi salah satu gambar paling kuat dari malam bersejarah itu.
Messi menyampaikan pidato perpisahan yang berlangsung sekitar sembilan menit. Dalam kesempatan itu, ia mengaku bahwa hari tersebut merupakan hari paling sedih dalam kariernya. “Hari ini, sungguh hari paling sedih sepanjang karier saya. Hari ketika saya mengatakan selamat tinggal kepada timnas dan kepada kalian semua,” ujar Messi di depan ribuan pendukung Argentina.
Sementara Messi berbicara, Enzo Fernández berada di antara para pemain yang menyimak dengan penuh perhatian. Kamera berulang kali menyorot wajahnya yang basah oleh air mata. Ia tampak menunduk, sesekali mengusap matanya, tetapi tidak pernah mengalihkan pandangan dari sang kapten yang tengah berbicara.
Ungkapan Hati Enzo Fernández Usai Laga
Usai pertandingan, Enzo Fernández berbicara kepada TyC Sports di zona campuran. Ia mengaku dilanda berbagai perasaan yang bercampur aduk. Menurutnya, malam itu menjadi momen yang sangat emosional bagi seluruh skuad Argentina.
“Hari yang sangat emosional. Sejujurnya, banyak perasaan yang bercampur. Saya harap Leo menikmatinya. Kami akan sangat merindukannya,” kata Enzo, seperti dikutip dari TyC Sports.
Ketika ditanya soal reaksinya saat Messi berpidato, Enzo Fernández tidak menyembunyikan apa yang ia rasakan. “Yang saya tangisi, luar biasa, mengerikan,” ujarnya menggambarkan betapa dalam emosi yang ia alami saat itu.
Enzo bukan sekadar rekan setim biasa bagi Messi. Keduanya sempat berbagi ruang ganti dan lapangan dalam sejumlah momen penting timnas Argentina. Bersama Messi, Enzo ikut mengangkat trofi Piala Dunia Qatar 2022, sebuah pencapaian yang menempatkannya sebagai salah satu pemain kunci generasi baru Albiceleste. Pada turnamen itu pula Enzo terpilih sebagai pemain muda terbaik.
Ikatan Lama yang Tak Lekang Waktu
Kedekatan Enzo Fernández dengan Messi bukan hal baru. Pada 2016, ketika Messi mengumumkan pengunduran diri dari timnas setelah kekalahan di final Copa America melawan Chile, Enzo yang saat itu masih muda menulis surat terbuka untuk sang idola. Surat itu berisi permohonan agar Messi tidak meninggalkan tim nasional Argentina. Messi akhirnya kembali dan keduanya kemudian menjadi rekan setim yang meraih berbagai gelar bersama, termasuk Copa America 2024.
Bagi Enzo, perpisahan Messi bukan hanya berakhirnya satu babak bagi sang kapten, melainkan juga penutup dari pengalaman yang membentuk perjalanan kariernya sendiri. Ia tumbuh sebagai pemain yang mengidolakan Messi, lalu berkesempatan berjuang bersamanya di level tertinggi.
Messi dalam pidatonya juga menyampaikan terima kasih kepada para pemain yang telah bersamanya. Ia menyebut bahwa semua rekan setimnya selalu memberikan segalanya untuk jersey Argentina. “Saya bangga bisa berbagi lapangan dengan mereka. Kami selalu tahu bahwa kami memiliki pejuang yang siap memberikan nyawa,” ucap Messi.
Ia juga mengenang laga melawan Inggris di semifinal Piala Dunia sebagai salah satu pertandingan yang paling menguras tenaga dan emosi bagi seluruh skuad. Menurut Messi, momen itu memperlihatkan betapa besar pengorbanan para pemain untuk timnas.
Warisan Messi dan Tugas Generasi Baru
Perpisahan Messi meninggalkan tugas besar bagi generasi penerus, termasuk Enzo Fernández. Pemain kelahiran San Martín itu kini dipandang sebagai salah satu tulang punggung lini tengah Argentina untuk masa depan. Pengalaman bermain bersama Messi dianggap menjadi bekal berharga bagi para pemain muda dalam menghadapi kompetisi berikutnya.
Dalam pidatonya, Messi juga menyampaikan pesan yang menyentuh soal persatuan tim. “Sudah lebih dari cukup terbukti bahwa ketika kita bersama dan bersatu, kita lebih kuat,” ujarnya. Pesan itu seolah menjadi warisan yang ia tinggalkan untuk para pemain yang akan melanjutkan perjuangan Argentina.
Malam di Monumental menjadi saksi bagaimana seorang pemain muda seperti Enzo Fernández tidak mampu menahan haru menyaksikan akhir perjalanan sang idola. Tangisannya bukan hanya ekspresi kesedihan, tetapi juga cerminan rasa hormat dan kekaguman yang mendalam kepada Messi.
Ke depan, publik Argentina akan menantikan bagaimana Enzo dan generasi baru Albiceleste melanjutkan warisan yang ditinggalkan Messi. Laga melawan Benin menjadi penutup satu era, sekaligus titik awal bagi babak baru timnas Argentina tanpa sosok yang selama lebih dari dua dekade menjadi ikon utamanya.
