Cakrawala News – 13 Oktober 2026 | Ada konser Avenged Sevenfold di JIS, simak rekayasa lalu lintasnya. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta menyiapkan rekayasa lalu lintas, kantong parkir, dan layanan angkutan umum menjelang konser bertajuk “Avenged Sevenfold Live in Indonesia” di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara, Sabtu (10/10/2026). Pengaturan lalu lintas terbatas diberlakukan mulai pukul 13.00 hingga 22.00 WIB dan bersifat situasional di sejumlah ruas jalan sekitar kawasan stadion.
Rekayasa lalu lintas ini menjadi informasi penting bagi ribuan penonton yang akan menuju JIS, terlebih karena konser digelar pada malam hari dan diprediksi menarik massa besar. Dishub DKI menyatakan pengaturan dilakukan secara situasional dengan menyesuaikan kondisi arus kendaraan di lapangan.
Titik Pengaturan dan Rute Alternatif
Beberapa titik persimpangan mendapat pengaturan lalu lintas situasional, antara lain Simpang Perlintasan Sebidang Kereta Api Jalan Sunter Permai Raya – Jalan R.E. Martadinata, serta Simpang Jalan Sunter Permai Raya – Jalan Bisma Raya. Dishub DKI juga memberlakukan pengaturan serupa di Simpang Jalan Danau Sunter Barat – Jalan Danau Sunter Utara dan Simpang Jalan Danau Bisma – Jalan Danau Bisma Utara.
Masyarakat, termasuk para penikmat konser, disiapkan sejumlah rute alternatif yang terbagi dalam empat arah perjalanan:
- Dari arah Barat (Kota) menuju Timur (Sunter).
- Dari arah Selatan (Kemayoran) menuju Timur (Tanjung Priok dan Sunter).
- Dari arah Timur (Jalan Tol Pelabuhan) menuju Selatan (Kemayoran).
- Dari arah Timur (Sunter) menuju Barat (Ancol).
Khusus lalu lintas dari arah Barat (Kota) menuju Timur (Sunter), pengendara dapat melintasi Jalan R.E. Martadinata, Jalan Benyamin Sueb, Jalan Griya Utama, dan Jalan Danau Sunter Utara. Dishub DKI mengimbau pengguna jalan mematuhi arahan petugas serta memanfaatkan layanan angkutan umum yang telah disiapkan menuju kawasan stadion.
Panggung Meriah dan Momen Nostalgia
Konser Avenged Sevenfold di JIS berlangsung meriah. Grup band heavy metal asal Amerika Serikat itu sukses menggebrak penonton lewat penampilan enerjik dan deretan lagu yang membawa nostalgia. “Jakarta, lagu ini untuk kalian. Kami ingin kalian berdiri dan berteriak sekeras-kerasnya,” kata vokalis Matt Shadows yang disambut gemuruh penonton di JIS.
Band yang digawangi Matt Shadows, Synyster Gates, Zacky Vengeance, Johnny Christ, dan Brooks Wackerman membuka penampilan dengan lagu “Nightmare”. Selanjutnya, penonton disuguhkan sejumlah lagu hits mereka, termasuk “Afterlife”, “Shepherd of Fire”, dan “Buried Alive”.
Avenged Sevenfold juga membawakan “So Far Away” dari album “Nightmare” sebagai persembahan untuk mengenang kepergian drummer mereka, James “The Rev” Owen Sullivan. “Baiklah, sekarang, mari kita bawakan sebuah lagu, saya rasa lagu ini akan cocok untuk semua orang. Lagu ini kami persembahkan untuk sahabat kami tercinta, Jimmy ‘The Rev’ Sullivan. Lagu ini berjudul ‘So Far Away’,” tutur Matt Shadows.
Lagu “M.I.A.”, “Gunslinger”, “Hail to the King”, “Bat Country”, dan “Unholy Confessions” turut dimainkan. Momen nostalgia semakin terasa saat “A Little Piece of Heaven” dan “Dear God” masuk dalam daftar penampilan. Lagu “Dear God” yang dirilis dalam album “Avenged Sevenfold” pada 2007 disebut lekat di ingatan para penggemar A7X di Indonesia. “Cosmic” menjadi lagu terakhir yang dibawakan untuk menutup konser, disemarakkan efek kembang api dari panggung. “Jakarta, terima kasih banyak atas malam ini,” ujar Shadows.
Dukungan Lintas Pihak dan Antusiasme Penggemar
Anggota DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, mengaku turut melobi Ravel Entertainment untuk menghadirkan Avenged Sevenfold menggelar konser di JIS. Ia menyebut datang ke konser tersebut atas undangan owner Ravel Entertainment, Ravel Junardy, yang merupakan kawan baik sekaligus kawan lama.
Menurut Kenneth, inisiatif konser musik internasional ini telah bergulir sejak awal 2025 melalui serangkaian diskusi strategis, mulai dari pemetaan potensi pasar, analisis tren konser musik internasional, hingga pembahasan konsep pertunjukan yang sesuai dengan ekspektasi penonton. Pendekatan itu juga mempertimbangkan keberhasilan konser sebelumnya yang digarap Ravel Entertainment, termasuk penjualan tiket, interaksi penggemar di media sosial, serta loyalitas komunitas Avenged Sevenfold di Indonesia.
Ia berharap konser berskala internasional dapat terus digelar di Jakarta melalui kolaborasi kuat antara promotor, pemerintah, dan pelaku industri kreatif. Menurut dia, dukungan terhadap industri kreatif merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya memperkuat daya tarik Jakarta sebagai kota hiburan, tetapi juga membuka peluang usaha dan ruang berkarya bagi generasi muda.
Antusiasme penggemar juga terlihat dari serbuan ke booth merchandise resmi promotor Ravel Entertainment yang mengular panjang sejak sore. Bagi sebagian penonton, harga bukan halangan. Sehelai kaus dibanderol Rp780.000, sementara hoodie mencapai Rp1,4 juta. Salah satu penonton, Azis, mengaku sengaja datang lebih awal untuk mengamankan barang incaran. Hal senada disampaikan Frans, penonton asal Jakarta Selatan, yang tak ragu memborong kaus sekaligus hoodie.
Bagi calon penonton yang belum berangkat, rekayasa lalu lintas dan rute alternatif ke JIS perlu diperhatikan agar perjalanan lebih lancar. Selain mematuhi pengaturan situasional Dishub DKI, penonton disarankan memanfaatkan angkutan umum dan kantong parkir yang telah disiapkan. Konser ini sekaligus menegaskan posisi Jakarta sebagai tuan rumah perhelatan musik internasional, dengan catatan penting bahwa kelancaran mobilitas penonton menjadi bagian tak terpisahkan dari suksesnya sebuah acara berskala besar.
