Cakrawala News – 13 September 2026 | Jean Silva kembali ke jalur kemenangan di ajang UFC Noche setelah mengalahkan José Delgado melalui submission rear-naked choke pada ronde kedua, dengan waktu 2 menit 57 detik. Kemenangan ini menjadi pembalasan atas kekalahan menyakitkan yang dialami Silva setahun sebelumnya di event yang sama, ketika ia dihentikan Diego Lopes lewat siku berputar. Bagi Silva, hasil ini sekaligus menegaskan posisinya sebagai penantang serius di kelas bulu.
Pertarungan berlangsung dramatis. Delgado, yang masuk sebagai pengganti jangka pendek untuk Yair Rodriguez yang mengalami cedera, hampir menciptakan kejutan besar. Pada ronde pertama, petarung Meksiko itu beberapa kali mendaratkan pukulan bersih dan nyaris menghentikan Silva. Namun Silva tidak runtuh. Ia mengubah pendekatannya dari hati-hati menjadi agresif, lalu menjatuhkan Delgado dengan pukulan balasan sebelum menyelesaikan pertarungan di lantai.
Jalan Terbuka Menuju Perebutan Gelar
Dengan rekor 18-3, Silva kini berada di ambang kesempatan memperebutkan sabuk juara kelas bulu. Menurut laporan, ia berpeluang menghadapi pemenang pertarungan antara Alexander Volkanovski dan Movsar Evloev yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Oktober di UFC 333. Kemenangan atas Delgado menjadi modal penting bagi petarung Brasil tersebut untuk menuntut duel perebutan gelar.
Delgado sendiri menerima laga ini setelah cedera yang dialami Rodriguez. Ini merupakan lompatan besar dalam kualitas lawan baginya, dan meski kalah, penampilan di ronde pertama menunjukkan ia mampu bersaing di level atas kelas bulu.
Moreno Bangkit, Grasso Tampil Dominan
Pada laga co-main event, Brandon Moreno berhasil mengakhiri dua kekalahan beruntunnya. Mantan juara kelas terbang itu menang atas Joseph Morales melalui keputusan terbelah dengan skor yang membuatnya kembali ke jalur kemenangan. Moreno tampil teknis dalam pertarungan striking, dan dalam wawancara usai laga ia mengakui sempat melewati masa sulit secara emosional yang memengaruhi performanya.
Nama besar lain yang mencuri perhatian adalah Alexa Grasso. Ia memberikan kelas striking kepada Manon Fiorot dan meraih kemenangan yang membuatnya berhak atas kesempatan memperebutkan sabuk kelas terbang putri. Karena Valentina Shevchenko masih absen akibat cedera jangka panjang, skenario paling mungkin adalah Grasso menghadapi pemenang duel antara Natalia Silva dan Wang Cong.
Duel Terbaik Malam Itu
Pertarungan paling dinanti antara Tommy McMillen dan Marwan Rahiki tidak mengecewakan. Keduanya terlibat perang terbuka tanpa kompromi, dan McMillen nyaris menghentikan Rahiki pada ronde kedua. Namun Rahiki, rekan setim Sean O’Malley, menunjukkan ketangguhan dan ketahanan hingga akhirnya menang melalui keputusan bulat. McMillen juga hampir menyelesaikan laga di ronde ketiga, tetapi kedua petarung sudah kelelahan. Panasnya persaingan sebelum laga membuat duel ulang di masa depan sangat mungkin terjadi ketika keduanya sudah mapan di peringkat 15 besar kelas bulu.
Pertarungan lain juga menyuguhkan aksi impresif. Yousri Belgaroui menang KO brutal atas Djorden Santos, sementara Tommy Gantt meraih submission atas Drakkar Klose di ronde ketiga. Namun penyelesaian paling mengejutkan datang dari Sean King III, yang melakukan suplex terhadap Jessie Rosas hanya 30 detik setelah laga dimulai, membungkam penonton di Arizona.
Makna UFC Noche bagi Meksiko
UFC Noche menjadi malam istimewa bagi publik Meksiko. Selain menjadi panggung bagi sejumlah petarung tuan rumah, event ini disebut sebagai salah satu yang terbaik sepanjang tahun di luar ajang bernomor. Atmosfer Arizona yang meriah menambah bobot tersendiri bagi ajang ini.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada langkah karier Jean Silva dan kesempatan perebutan gelar yang menantinya. Sementara itu, hasil di UFC Noche mempertegas bahwa persaingan di kelas bulu dan kelas terbang putri semakin ketat menjelang rangkaian duel besar pada akhir tahun.




