Kapolri Suyudi Bakal Belanja Masalah, Komisi III Dorong Polri Lebih Humanis

Kapolri Suyudi Bakal Belanja Masalah, Komisi III Dorong Polri Lebih Humanis
Kapolri Suyudi Bakal Belanja Masalah, Komisi III Dorong Polri Lebih Humanis

Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Ingin bawa Polri lebih dekat dengan masyarakat, Kapolri Suyudi bakal belanja masalah dari bawah. Komitmen itu disampaikan Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto tak lama setelah dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Menurut Suyudi, langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan Polri Bersama Masyarakat, sebuah pendekatan yang menempatkan korps Bhayangkara di tengah-tengah warga.

Pelantikan Suyudi didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 96/POLRI Tahun 2026. Ia menggantikan Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Pada saat bersamaan, Komjen Wahyu Hadiningrat dilantik sebagai Wakapolri melalui Keppres Nomor 97/POLRI Tahun 2026.

Selepas pelantikan, Suyudi menegaskan bahwa polisi harus selalu dekat dengan masyarakat dan mampu memberikan jawaban secara cepat atas persoalan yang dihadapi warga. Pernyataan itu menjadi penanda arah kepemimpinannya di institusi yang kini dipimpinnya.

Belanja Masalah dan Konsolidasi Internal

Suyudi menyatakan Polri akan melakukan konsolidasi internal, termasuk memetakan berbagai persoalan yang perlu menjadi perhatian. Bersama jajarannya, ia akan menentukan langkah-langkah yang menjadi prioritas.

“Kita akan melihat, kita akan mencoba belanja masalah dan juga akan melakukan langkah-langkah yang kami anggap penting yang menjadi prioritas kami,” ujar Suyudi, dikutip pada Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, langkah itu dilakukan dalam kerangka pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta mengacu pada grand strategy dan roadmap Polri yang mencakup jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Langkah awal yang akan diambil adalah konsolidasi internal sekaligus melanjutkan berbagai program yang telah dijalankan pimpinan sebelumnya.

Ia menyebut layanan Call Center Polri 110 sebagai salah satu warisan yang masih dapat ditindaklanjuti. Untuk hal-hal yang masih perlu diperbaiki, Suyudi dan jajarannya akan memberi atensi khusus. “Kami akan mengedepankan upaya-upaya peningkatan pelayanan publik, kemudian juga penegakan hukum yang adil, dan juga kami berupaya untuk bisa lebih dekat kepada masyarakat sesuai dengan apa yang menjadi program kerja kami yaitu polisi bersama masyarakat,” terangnya.

Dorongan Komisi III DPR

Harapan senada datang dari Komisi III DPR RI. Jajaran komisi yang membidangi hukum dan keamanan itu menyambangi kediaman Kapolri. Rombongan dipimpin Ketua Komisi III Habiburokhman dan turut dihadiri Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan DPR RI Nazaruddin Dek Gam. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi dan sinergi antara DPR dan Polri sebagai mitra kerja.

Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Alhabsyi menilai pengalaman Suyudi saat memimpin Polda Banten dapat menjadi modal untuk mengembangkan pendekatan kepolisian yang lebih dekat dengan persoalan masyarakat. Salah satu yang disorot Aboe adalah program Polisi Peduli Pengangguran atau Poliran yang pernah dijalankan Suyudi ketika memimpin Polda Banten.

“Kami berharap semangat menghadirkan Polri yang humanis dan dekat dengan masyarakat dapat terus diperkuat di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi. Program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti perhatian terhadap persoalan pengangguran, tentu sangat baik apabila dapat terus dikembangkan dalam skala yang lebih luas,” ujar Aboe dalam keterangannya, Sabtu (3/10/2026).

Menurut Aboe, kepemimpinan baru Polri juga diharapkan mampu melahirkan inovasi pelayanan publik. Ia menilai pelayanan kepolisian tidak hanya berkaitan dengan penegakan hukum, tetapi juga bagaimana membangun hubungan yang dekat dengan masyarakat.

“Harapan kami, Polri ke depan semakin hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan masyarakat. Pendekatan yang humanis, pelayanan yang dekat, serta program yang memberikan manfaat nyata akan semakin memperkuat kepercayaan masyarakat kepada institusi kepolisian,” katanya.

Aboe juga menyoroti sisi personal Suyudi saat pelantikan sebagai Kapolri. Ia menilai momen Suyudi bersimpuh di hadapan ibundanya menunjukkan nilai keluarga yang penting dalam perjalanan seorang pemimpin.

Janji Reformasi dan Penegakan Keadilan

Dalam kesempatan terpisah, Suyudi membeberkan sejumlah langkah besar untuk transformasi Polri. Ia menilai Mabes Polri perlu strategis dan ramping, Polda profesional dan supportif, Polres kuat sebagai satuan operasional dasar, serta Polsek tangguh dan lekat dengan masyarakat.

“Struktur ini dan lapisan persetujuan yang tidak memberi nilai tambah ditelaah untuk disederhanakan. Penguatan ini, penguatan lini terdepan berbasis beban kerja, luas wilayah, risiko, akses, dan kebutuhan pelayanan,” kata Suyudi.

Ia juga menegaskan akan membenahi seluruh siklus sumber daya manusia Polri, mulai dari perencanaan, rekrutmen, pendidikan, penempatan, karier, kompetensi, kesejahteraan, hingga purna tugas. Meritokrasi dan rekam integritas menjadi dasar. Suyudi menegaskan tidak boleh ada ruang bagi titipan, transaksi, dan sponsorship. Anggota berprestasi dilindungi dan diberi ruang karier, sementara pelanggaran ditindak secara proporsional dan konsisten.

Selain itu, ia ingin pelayanan publik diperkuat. Menurut Suyudi, pelayanan Polri harus bergeser dari sekadar memenuhi prosedur menjadi memenuhi kebutuhan warga. Pendekatan ini sejalan dengan semangat ingin bawa Polri lebih dekat dengan masyarakat, Kapolri Suyudi bakal belanja masalah yang menjadi prioritas kepemimpinannya.

Perjalanan Panjang dari Reserse

Jalan Suyudi menuju kursi Kapolri bukan perjalanan singkat. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1994. Setelah lulus, ia pernah menjadi perwira pertama di Pusat Brigade Mobil pada 1995 dan bertugas sebagai komandan peleton pada tahun berikutnya. Jalur kariernya kemudian semakin kuat mengarah pada dunia reserse.

Sebelum dilantik sebagai Kapolri, nama Suyudi lekat dengan Badan Narkotika Nasional. Jika riwayat kariernya dibentangkan, perjalanannya mencakup lorong-lorong reserse, kepolisian kewilayahan, Bareskrim, hingga BNN. Ia bukan perwira yang mendadak muncul menjelang pergantian pimpinan Polri.

Dengan rekam jejak itu, publik menantikan bagaimana komitmen ingin bawa Polri lebih dekat dengan masyarakat, Kapolri Suyudi bakal belanja masalah diterjemahkan menjadi kebijakan nyata. Sejumlah hal masih perlu diperhatikan, mulai dari realisasi konsolidasi internal, penguatan pelayanan publik, hingga penataan struktur organisasi yang dijanjikan. Langkah awal kepemimpinan Suyudi akan menjadi ujian awal sejauh mana semangat Polri Bersama Masyarakat dapat dirasakan langsung oleh warga.

Exit mobile version