Operasi Penyelaman KM Virgo Transport 8 Dihentikan, Truk Terlihat di Dalam Kapal

Operasi Penyelaman KM Virgo Transport 8 Dihentikan, Truk Terlihat di Dalam Kapal
Operasi Penyelaman KM Virgo Transport 8 Dihentikan, Truk Terlihat di Dalam Kapal

Cakrawala News – 04 Oktober 2026 | Detik-detik penyelaman temukan truk di dalam kapal Virgo Transport 8 menjadi salah satu temuan penting dalam rangkaian operasi SAR yang telah berlangsung lebih dari dua pekan. Kepala Basarnas RI, M Syafii, menyatakan bahwa kemampuan maksimal penyelaman terhadap badan kapal telah dilakukan, namun tiga hari terakhir tidak lagi menemukan korban. Temuan truk di dek kendaraan itu memperkuat dugaan bahwa sejumlah korban masih berada di dalam bangkai kapal yang tenggelam pada 13 September 2026.

KM Virgo Transport 8 tenggelam dalam kecelakaan yang hingga kini menyisakan duka mendalam bagi keluarga para korban. Operasi pencarian dan pertolongan gabungan melibatkan Basarnas, TNI, Polri, serta berbagai potensi SAR lainnya, baik melalui jalur laut, darat, maupun udara. Hingga operasi memasuki hari ke-20, sejumlah korban telah ditemukan, sementara sebagian lainnya masih belum diketahui keberadaannya.

Kondisi Jasad dan Pertimbangan Penghentian Operasi Bawah Air

Syafii menjelaskan bahwa kondisi jasad korban mulai berubah sejak memasuki hari ketiga pencarian. Menurutnya, golden time untuk melakukan pencarian adalah sejak hari pertama hingga hari ketiga. Pada hari-hari sebelumnya, jasad korban yang dievakuasi masih memungkinkan untuk dibawa naik ke permukaan air secara sendiri.

“Jika pada hari sebelumnya korban bisa naik sendiri setelah dikeluarkan, kini korban dapat terurai ketika berhasil dikeluarkan dari kapal. Karena itu tidak efektif operasi underwater terus dilanjutkan,” jelas Syafii.

Ia juga menerangkan bahwa pada pencarian hari sebelumnya, jasad korban masih memungkinkan untuk dilepaskan dan mengapung ke permukaan air. Namun kini, kondisi jenazah sudah tidak memungkinkan untuk dilepaskan mengapung ke permukaan. Meski demikian, Syafii menegaskan pencarian korban terus dilaksanakan hingga seluruh korban ditemukan dalam kondisi apa pun dan diserahkan ke keluarga dengan terhormat.

“Operasi ini kita sesuaikan bahkan bisa dikatakan diperluas. Karena adanya temuan korban sampai Kalimantan Tengah bahkan, ditemukan perahu karet ada di wilayah Kalimantan Barat,” terangnya.

Temuan Korban di Seruyan dan Peran Operasi Salvage

Kepala SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, membenarkan adanya penemuan dua jasad korban di daerah Seruyan, Kalimantan Tengah, pada Minggu (4/10/2026). Kedua korban telah dibawa ke Pos TNI AL Kumai untuk mendapatkan penanganan dan proses identifikasi oleh tim terkait.

“Hari ini kita kembali menemukan dua korban di daerah Seruyan. Kedua korban dibawa ke Pos TNI AL Kumai untuk selanjutnya mendapatkan penanganan dan proses identifikasi oleh tim terkait,” ujar Putu Sudayana.

Putu menyebut bahwa operasi SAR akan terus dilakukan dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia serta memperkuat koordinasi antarpihak di lapangan. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang terus bekerja di lapangan, baik melalui jalur laut maupun darat.

Syafii berharap operasi salvage atau pengangkatan badan kapal oleh pemilik kapal dapat segera dilaksanakan. Tujuannya untuk memastikan korban yang masih berada di dalam kapal benar-benar berada di lokasi tersebut, sehingga proses evakuasi dapat dilakukan dengan kondisi yang memungkinkan ketika kapal sudah berhasil diangkat dari dasar laut.

Ia menjelaskan masih terdapat bagian kapal yang belum tersentuh penyelam, termasuk lambung kiri. Kondisi di dalam kapal, termasuk badan kapal, dinilai sangat labil sehingga membahayakan penyelam. Hal inilah yang menjadi salah satu pertimbangan utama dihentikannya operasi bawah air.

Keluarga Korban Masih Menantikan Evakuasi

Di Lampung, keluarga seorang kru musik KM Virgo Transport 8 masih menantikan proses evakuasi. Korban yang bekerja sebagai pemain keyboard itu berangkat dari Bakauheni pada 31 Juli 2026 setelah mendapat panggilan kerja. Sehari kemudian, ia mulai bertugas sebagai kru musik di kapal tersebut.

Anak korban, Fara, mengatakan ayahnya selama bekerja menetap di kapal dan rutin berkomunikasi dengan keluarga. Tidak ada tanda-tanda khusus sebelum komunikasi terputus akibat kecelakaan kapal.

“Selama kerja memang tinggalnya di dalam kapal itu. Nggak pernah turun selama sebulan lebih kerja kayak biasa saja. Kita komunikasi terus, tiap hari teleponan sampai waktu kejadian tanggal 13 malam pukul 2 kapal tenggelam,” kata Fara, Sabtu (3/10/2026).

Kabar kapal tenggelam baru diterima Fara pada pagi harinya dari saudaranya yang berada di Surabaya. Ia kemudian langsung menuju Banjarmasin untuk mencari informasi mengenai ayahnya dan menyerahkan data korban kepada posko pencarian. Namun, sampai operasi SAR memasuki hari ke-20, ayahnya belum masuk dalam daftar korban yang ditemukan.

Fara menyebut kamar ayahnya berada di bagian bawah kapal, tidak jauh dari area dek kendaraan truk. Kondisi tersebut membuat keluarga menduga korban masih mungkin berada di dalam kapal.

“Posisi kamar papa aku itu di bawah, dekat dek mobil-mobil truk. Aku takut papa masih kejebak di dalam kamar,” ujarnya.

Menurut Fara, bagian tersebut belum dapat dijangkau penyelam karena kondisi bangkai kapal dinilai berisiko. Detik-detik penyelaman temukan truk di dalam kapal Virgo Transport 8 memang menjadi petunjuk penting, tetapi akses menuju ruang-ruang di sekitar dek kendaraan masih terkendala struktur kapal yang tidak stabil.

Perluasan Wilayah Pencarian dan Harapan Selanjutnya

Syafii menyampaikan bahwa operasi pencarian disesuaikan dan bahkan diperluas. Temuan korban hingga Kalimantan Tengah serta perahu karet di wilayah Kalimantan Barat menunjukkan bahwa arus membawa sebagian korban ke wilayah yang lebih jauh. Korban juga ada yang masuk ke wilayah dari Kalteng ke wilayah Kalbar.

Penemuan dua korban di wilayah Seruyan menambah hasil pencarian yang dilakukan Tim SAR Gabungan sejak kecelakaan KM Virgo Transport 8. Selanjutnya, kedua korban akan menjalani proses identifikasi untuk memastikan data dan status korban. Operasi SAR masih terus berlangsung dengan melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, serta potensi SAR lainnya melalui pencarian di wilayah laut maupun darat.

Bagi keluarga korban, kepastian tentang keberadaan anggota keluarga mereka menjadi hal yang paling dinantikan. Operasi salvage yang diharapkan segera dilakukan pemilik kapal menjadi kunci untuk memastikan apakah masih ada korban yang terjebak di dalam badan kapal. Detik-detik penyelaman temukan truk di dalam kapal Virgo Transport 8 setidaknya memberikan gambaran bahwa ruang-ruang di dalam kapal masih menyimpan kemungkinan yang perlu ditindaklanjuti dengan prosedur yang aman.

Ke depan, perhatian publik tertuju pada kelanjutan operasi pengangkatan badan kapal serta proses identifikasi korban yang telah ditemukan. Koordinasi antara Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, dan pemilik kapal akan menentukan seberapa cepat seluruh korban dapat ditemukan dan diserahkan kepada keluarga dengan layak.

Exit mobile version