Kecelakaan Pesawat Militer di Kongo Tewaskan 17 Orang, Termasuk Dua Jenderal

Kecelakaan Pesawat Militer di Kongo Tewaskan 17 Orang, Termasuk Dua Jenderal
Kecelakaan Pesawat Militer di Kongo Tewaskan 17 Orang, Termasuk Dua Jenderal

Cakrawala News – 29 September 2026 | Sebuah kecelakaan pesawat menimpa pesawat kecil yang mengangkut rombongan pejabat peradilan militer di Republik Demokratik Kongo (DR Kongo). Insiden yang terjadi pada Jumat, 25 September 2026 itu menewaskan 17 orang, termasuk dua pejabat tinggi militer dan seorang bayi.

Pesawat yang dioperasikan oleh Tracep tersebut lepas landas dari Bandara Kikwit menuju Kinshasa. Menurut keterangan Wakil Gubernur Provinsi Kwango, Remy Saki, pesawat jatuh sekitar 15 menit setelah mengudara di kawasan Kenge, ibu kota Provinsi Kwango.

“Berbeda dengan jumlah awal 13 korban tewas, kami menemukan 16 jenazah orang dewasa dan satu jenazah bayi, sehingga totalnya menjadi 17 orang,” ujar Saki pada Sabtu, 26 September 2026. Revisi jumlah korban dilakukan setelah petugas berhasil memadamkan kobaran api di lokasi bangkai pesawat.

Kronologi dan Upaya Pendaratan Darurat

Berdasarkan informasi yang dihimpun, pesawat mengalami gangguan teknis saat berada di tengah perjalanan. Awak pesawat kemudian berupaya mencari lokasi untuk melakukan pendaratan darurat di Kenge. Namun, kondisi di lokasi menjadi kendala karena Kenge tidak memiliki landasan pacu untuk pendaratan pesawat.

Akibatnya, pesawat jatuh di kawasan permukiman dan langsung terbakar. Pesawat tersebut diketahui membawa 13 penumpang dan empat anggota awak, dengan total 17 orang di dalamnya.

Kecelakaan pesawat ini juga dikonfirmasi oleh Kementerian Transportasi Kongo pada Sabtu, 26 September 2026. Insiden tersebut menjadi salah satu kecelakaan penerbangan paling mematikan di negara itu dalam beberapa waktu terakhir.

Dua Pejabat Tinggi Militer Jadi Korban

Dua pejabat senior yang tewas dalam kecelakaan itu adalah Joseph Mutombo, kepala pengadilan tinggi militer, dan Lucien-Rene Likulia, auditor jenderal angkatan bersenjata. Keduanya berpangkat letnan jenderal.

Likulia merupakan jaksa yang ditunjuk oleh Presiden Felix Tshisekedi dan menuntut mantan Presiden Joseph Kabila dalam persidangan pada September 2025. Persidangan tersebut digelar tanpa kehadiran Kabila dan berakhir dengan vonis hukuman mati atas dakwaan pengkhianatan serta kejahatan perang.

Presiden Tshisekedi telah memerintahkan penyelidikan atas kecelakaan pesawat tersebut. Hingga kini, penyebab pasti insiden masih dalam proses penyelidikan oleh otoritas terkait.

Konteks Transportasi Udara di DR Kongo

Transportasi udara memainkan peran penting di DR Kongo, negara yang sangat luas dengan jaringan jalan yang sering kali berada dalam kondisi buruk. Namun, perjalanan udara juga memiliki risiko tersendiri karena sejumlah bandara dan peralatan navigasi di negara itu berada dalam kondisi serupa.

Keterbatasan infrastruktur penerbangan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan pesawat di wilayah tersebut. Kondisi ini membuat penerbangan kecil dan penerbangan militer kerap menghadapi tantangan besar, terutama saat harus melakukan pendaratan darurat di daerah terpencil.

Kecelakaan pesawat militer ini menambah daftar panjang insiden penerbangan di DR Kongo. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan standar keselamatan penerbangan, terutama untuk penerbangan yang mengangkut pejabat negara dan masyarakat umum.

Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih melakukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab kecelakaan dan mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.

Exit mobile version