Sosial  

Kepala Empat, Titi Kamal Ungkap Hal yang Bikin Insecure: Ternyata Bukan soal Usia

Kepala Empat, Titi Kamal Ungkap Hal yang Bikin Insecure: Ternyata Bukan soal Usia
Kepala Empat, Titi Kamal Ungkap Hal yang Bikin Insecure: Ternyata Bukan soal Usia

Cakrawala News – 14 Oktober 2026 | Memasuki usia kepala empat, Titi Kamal ungkap hal yang bikin insecure dalam sebuah perbincangan santai bersama Melaney Ricardo melalui kanal YouTube. Aktris yang berulang tahun setiap 7 Desember itu mengaku tidak menjadikan bertambahnya usia sebagai beban. Baginya, rasa kurang percaya diri justru lebih sering muncul karena kondisi kulit wajah, bukan karena angka pada usia.

Ketika ditanya apakah dirinya pernah merasa insecure, Titi memberikan jawaban ringan namun lugas. Ia menyebut bahwa perasaan tersebut biasanya datang saat wajahnya sedang berjerawat. “Merasa insecure? Nggak sih, senang-senang aja. Insecure pasti mungkin kalau lagi jerawatan ya,” kata Titi Kamal seperti dikutip dari perbincangannya dengan Melaney Ricardo.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa bagi istri Christian Sugiono tersebut, rasa percaya diri tidak selalu berkaitan dengan pertambahan umur. Ia memandang kondisi tertentu, seperti kulit wajah yang sedang bermasalah, sebagai pemicu yang lebih nyata dibandingkan kekhawatiran soal usia.

Usia Kepala Empat dan Cara Titi Kamal Menyikapinya

Meski demikian, Titi tidak menampik bahwa bertambahnya usia kadang membuat seseorang menyadari perjalanan hidup yang telah dilalui. Perasaan semacam itu sesekali muncul, tetapi tidak sampai mengurangi kebahagiaan maupun rasa percaya dirinya dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kalau kita sudah bertambah usia, kadang-kadang kayak merasa, ‘kayaknya sudah umur ya’. Cuma sejauh ini alhamdulillah senang-senang saja,” ujarnya.

Alih-alih terus memikirkan perubahan fisik atau bertambahnya umur, Titi Kamal memilih menerima setiap fase kehidupan. Menurutnya, kemampuan untuk menikmati hari ini adalah hal yang patut disyukuri. Ia juga menyebut lebih banyak menerima dan selalu mencari kebahagiaan.

“Kaya banyak nerima saja. Maksudnya, alhamdulillah selalu nyari happy, alhamdulillah dikasih umur sama Allah. Setiap bangun pagi, bersyukur gitu aja,” tutur Titi.

Sikap tersebut memperlihatkan bagaimana Titi Kamal menempatkan rasa syukur sebagai bagian dari kesehariannya. Ia tidak menjadikan usia sebagai beban atau alasan untuk kehilangan semangat, melainkan kesempatan untuk lebih menghargai hal-hal sederhana yang dimilikinya. Pendekatan ini juga sejalan dengan pilihannya memprioritaskan keluarga dan menikmati kebahagiaan bersama orang terdekat.

Mengapa Banyak Orang Tetap Insecure Meski Sudah Dipuji

Pengakuan Titi Kamal tentang hal yang membuatnya insecure menyentuh persoalan yang lebih luas. Rasa kurang percaya diri ternyata tidak selalu hilang meskipun seseorang sudah berkali-kali menerima pujian. Sejumlah penyebab membuat seseorang tetap merasa insecure, dan salah satunya adalah kebiasaan mencari pengakuan dari orang lain.

Validasi eksternal menjadi hal yang kerap dicari untuk memberi makan ego. Banyak orang merasa belum memiliki pencapaian besar yang bisa dibanggakan, baik melalui portofolio, karier, maupun pujian, sehingga mereka mengukur nilai diri berdasarkan standar orang lain. Akibatnya, harga diri pun bergantung pada penilaian pihak luar.

Selain haus pengakuan, kebiasaan menjadi people-pleaser juga menjadi pemicu. Seseorang yang terus berusaha menyenangkan orang lain berpikir bahwa melakukan hal baik akan membuat dirinya diterima. Padahal, perilaku ini kerap menjadi bentuk manipulasi terhadap diri sendiri dan membuat kelelahan batin.

Penyebab lain adalah menghindari tantangan. Harga diri sebenarnya tidak ditentukan oleh penilaian orang lain, melainkan terlihat saat seseorang mampu menghadapi kesulitan dan membuktikan pada dirinya sendiri bahwa ia lebih baik daripada hari sebelumnya. Ada pula kecenderungan menunggu merasa layak, padahal setiap manusia berharga dan berhak mendapatkan perlakuan baik tanpa harus membuktikan nilai diri lewat pencapaian atau pengakuan.

Pelajaran dari Sikap Titi Kamal

Cerita Titi Kamal menunjukkan bahwa penerimaan diri bisa menjadi kunci. Ia tidak menyangkal adanya perubahan seiring bertambahnya usia, tetapi memilih berfokus pada rasa syukur dan kebahagiaan. Bagi publik, pengakuan ini menjadi pengingat bahwa insecure adalah hal yang manusiawi dan bisa dialami siapa saja, termasuk figur publik yang tampak selalu percaya diri.

Yang menarik, Titi Kamal ungkap hal yang bikin insecure justru bukan soal karier atau pencapaian, melainkan hal sederhana seperti kondisi kulit. Ini memperlihatkan bahwa pemicu rasa kurang percaya diri bisa sangat personal dan tidak selalu berkaitan dengan hal-hal besar.

Ke depan, cara pandang seperti yang ditunjukkan Titi Kamal dapat menjadi contoh tentang pentingnya berhenti mengukur nilai diri dari pujian orang lain. Dengan lebih banyak bersyukur dan menikmati proses, seseorang dapat menjalani setiap fase hidup dengan lebih tenang, termasuk saat memasuki usia kepala empat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *