Rifky Persembahkan Emas Pertama Indonesia di Asian Para Games 2026

Rifky Persembahkan Emas Pertama Indonesia di Asian Para Games 2026
Rifky Persembahkan Emas Pertama Indonesia di Asian Para Games 2026

Cakrawala News – 20 Oktober 2026 | Perenang Maulana Rifky Yavianda mempersembahkan emas pertama Indonesia di Asian Para Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang. Rifky persembahkan emas pertama Indonesia di Asian Para Games 2026 itu dari cabang para renang nomor 100 meter gaya bebas putra klasifikasi S12 setelah mencatat waktu tercepat 55,34 detik pada partai final, Senin (19/10/2026).

Keberhasilan tersebut membuka keran perolehan medali emas bagi kontingen Merah Putih pada ajang olahraga disabilitas terbesar di Asia itu. Pada hari pertama kompetisi pascapembukaan, Indonesia mengoleksi 10 medali, terdiri atas satu emas, satu perak, dan delapan perunggu.

Unggul Tipis atas Wakil Uzbekistan

Di partai final, Rifky mengungguli perenang Uzbekistan, Dmitriy Khorlin, yang finis dengan waktu 55,44 detik. Wakil tuan rumah Jepang, Genki Saito, melengkapi podium dengan catatan 57,54 detik.

Catatan waktu 55,34 detik itu lebih cepat 0,19 detik dibandingkan capaian Rifky saat meraih emas pada Asian Para Games 2022. Perbaikan waktu tersebut menjadi penanda konsistensi sang perenang di level kompetisi Asia.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengapresiasi keberhasilan Rifky yang membuka perolehan medali emas Indonesia pada hari pertama pertandingan setelah ajang tersebut resmi dibuka pada Ahad (18/10/2026).

“Alhamdulillah, emas pertama untuk Indonesia di Asian Para Games 2026! Selamat kepada Maulana Rifky Yavianda yang berhasil mempersembahkan medali emas dari cabang olahraga para renang nomor 100 meter gaya bebas S12. Ini menjadi awal yang sangat baik bagi perjuangan kontingen Merah Putih,” ujar Erick.

Erick menilai medali emas itu lahir dari proses panjang yang tidak instan. Menurutnya, ada pengorbanan, disiplin, dan tekad yang tidak pernah padam untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia.

“Kerja keras tersebut hari ini terbayar dengan berkumandangnya Indonesia Raya,” kata Erick.

Erick juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah mempersiapkan Rifky menjadi juara. Ia mengajak masyarakat Indonesia terus memberikan dukungan dan doa bagi perjuangan kontingen Merah Putih di Aichi-Nagoya, serta berharap emas Rifky menjadi pembuka bagi prestasi-prestasi berikutnya.

Tambahan Perak dan Delapan Perunggu

Medali perak Indonesia dipersembahkan Junaidi dari para judo kelas 70 kilogram putra klasifikasi J1. Ia menempati posisi kedua setelah kalah dari wakil China, Shiwen Zhu, pada partai final, Senin sore.

Delapan medali perunggu datang dari enam cabang. Dari para balap sepeda, Sufyan Saori meraih perunggu nomor 1.000 meter individual time trial C4-5 putra, sedangkan Vanza Mifthahul Jannah naik podium pada nomor 4.000 meter individual time trial B putri.

Dua perunggu lainnya disumbangkan dari para angkat berat melalui Hilman di kelas 54 kilogram putra dan Ni Nengah Widiasih di kelas 41 kilogram putri. Dheny Marsyelina menambah perunggu dari para judo kelas 60 kilogram J1 putri.

Hamida menyumbang medali lewat para tenis meja nomor TT8 putri, Karisma Evi Tiarani dari para atletik nomor lompat jauh T42/T44/T61-64, dan Theradina Audria Lee dari para renang nomor gaya bebas 100 meter S10.

Berdasarkan klasemen Asian Para Games 2026, Indonesia menempati peringkat kesembilan pada hari pertama. Kontingen Merah Putih membidik target akhir 7 medali emas, 8 medali perak, dan 17 medali perunggu.

Peluang Emas Masih Terbuka

Chef de Mission kontingen Indonesia, Reda, menyebut raihan hari pertama sebagai kegembiraan bagi semua pihak. Ia berharap Indonesia bisa mendulang emas lebih banyak pada Selasa (20/10/2026) karena pertandingan di cabang-cabang unggulan baru dimulai.

“Raihan ini merupakan kegembiraan bagi kita semua. Semoga besok (Selasa) kita bisa mendulang emas lebih banyak lagi, karena pertandingan di cabor-cabor yang kita unggulkan memang masih baru bermain,” ujar Reda di markas kontingen Indonesia, Senin (19/10/2026).

Menurut analisis tim, peluang emas Indonesia masih terbuka di sejumlah nomor, termasuk dari boccia dan bulu tangkis. Reda menyatakan perkembangan sejauh ini masih sesuai jadwal dan ia optimistis kontingen mampu mendulang medali emas hingga penutupan.

Dengan emas dari Rifky, Indonesia memulai perjalanan di Aichi-Nagoya dengan modal penting. Perhatian kini tertuju pada cabang-cabang unggulan yang baru bergulir, sekaligus pada kemampuan kontingen menjaga momentum agar target akhir tetap dalam jangkauan.

Exit mobile version