Morgan Stanley Jual-Beli Saham GOTO di Harga Rp 28-29, Kepemilikan Turun ke 6,97%

Morgan Stanley Jual-Beli Saham GOTO di Harga Rp 28-29, Kepemilikan Turun ke 6,97%
Morgan Stanley Jual-Beli Saham GOTO di Harga Rp 28-29, Kepemilikan Turun ke 6,97%

Cakrawala News – 20 September 2026 | Transaksi saham GOTO di bawah harga pasar, investor raksasa asing ini untung Rp 2,7 M dalam aksi jual beli yang dilakukan Morgan Stanley and Co International Plc. Raksasa keuangan asal Amerika Serikat itu tercatat menjual dan membeli saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada 11 September 2026, dengan harga transaksi jauh di bawah harga penutupan pasar saat ini. Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Morgan Stanley menjual 1.392.623.600 saham GOTO pada harga Rp 29 per saham, lalu membeli 420.000.000 saham GOTO pada harga Rp 28 per saham.

Selisih harga jual dan beli itu menjadi kunci keuntungan yang diraih Morgan Stanley. Dari sisi nilai transaksi, penjualan saham GOTO tersebut mencapai Rp 40,38 miliar, sementara pembeliannya bernilai Rp 11,76 miliar. Dengan menjual di harga lebih tinggi ketimbang harga beli, Morgan Stanley mencatatkan selisih yang setara keuntungan sekitar Rp 2,7 miliar dari 420 juta saham yang berhasil dibeli kembali di harga lebih murah.

Porsi Kepemilikan Morgan Stanley Menyusut

Aksi jual beli saham GOTO itu turut mengubah komposisi kepemilikan Morgan Stanley di perusahaan teknologi Tanah Air tersebut. Dalam keterbukaan informasi BEI, Morgan Stanley menyatakan tujuan transaksi adalah investasi dengan status kepemilikan langsung. Perusahaan juga menegaskan tidak berperan sebagai pengendali GOTO.

Sebelum transaksi pada 11 September 2026, Morgan Stanley menggenggam 81.275.133.384 saham GOTO atau setara 7,059 persen. Setelah transaksi jual beli, jumlah kepemilikannya berkurang menjadi 80.302.509.784 saham GOTO atau setara 6,9745 persen. Artinya, porsi kepemilikan Morgan Stanley turun tipis sekitar 0,0845 poin persentase.

Penurunan kepemilikan itu menunjukkan Morgan Stanley tetap menjadi salah satu pemegang saham besar GOTO, meski tidak lagi menyandang status pengendali. Posisi tersebut menempatkan Morgan Stanley sebagai investor institusi asing yang signifikan di emiten yang menaungi layanan Gojek dan Tokopedia tersebut.

Harga GOTO di Pasar Jauh di Atas Harga Transaksi

Yang menarik, harga transaksi Morgan Stanley berada jauh di bawah harga pasar saham GOTO saat ini. Berdasarkan data RTI, pada penutupan perdagangan Rabu, 16 September 2026, harga saham GOTO berada di level Rp 50 per saham. Dengan demikian, harga jual Rp 29 dan harga beli Rp 28 per saham berada di bawah harga pasar yang berlaku.

Pada perdagangan hari itu, total frekuensi perdagangan saham GOTO tercatat 704 kali dengan volume perdagangan 2.363.392 saham. Nilai transaksi saham GOTO pada hari tersebut mencapai Rp 6,5 miliar. Angka itu menggambarkan likuiditas harian saham GOTO di pasar reguler, terpisah dari transaksi jual beli yang dilakukan Morgan Stanley beberapa hari sebelumnya.

Perbedaan harga transaksi dan harga pasar ini menjadi perhatian pelaku pasar. Transaksi di bawah harga pasar kerap dikaitkan dengan skema negosiasi tertentu, namun dalam keterbukaan informasi, Morgan Stanley tidak merinci alasan di balik pemilihan harga tersebut. Perusahaan hanya menyebut tujuan transaksinya adalah investasi dengan kepemilikan langsung.

IHSG dan Pasar Modal dalam Tekanan

Transaksi saham GOTO di bawah harga pasar, investor raksasa asing ini untung Rp 2,7 M terjadi di tengah kondisi pasar modal Indonesia yang sedang tertekan. Pada penutupan perdagangan Rabu, 16 September 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,38 persen menjadi 6.436,85. Indeks saham LQ45 juga terpangkas 0,58 persen menjadi 646,96.

Sebagian besar indeks saham acuan mengalami tekanan pada hari itu. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak di level tertinggi 6.535,46 dan terendah 6.436,85. Sebanyak 439 saham melemah dan membebani IHSG, sementara 201 saham menguat dan 151 saham stagnan.

Total frekuensi perdagangan saham pada hari tersebut mencapai 1.854.782 kali dengan volume perdagangan 24,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham tercatat Rp 12,3 triliun. Sementara itu, posisi nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah berada di kisaran 17.663.

Yang Perlu Dicermati Investor

Bagi investor ritel, aksi jual beli saham GOTO oleh Morgan Stanley menjadi sinyal yang perlu dicermati. Transaksi di bawah harga pasar dengan selisih keuntungan sekitar Rp 2,7 miliar menunjukkan adanya peluang yang dimanfaatkan investor institusi besar, terutama ketika harga saham di pasar sedang berada di level yang lebih tinggi.

Namun, perlu digarisbawahi bahwa transaksi tersebut dilakukan pada 11 September 2026, sementara harga pasar yang dikutip berasal dari penutupan 16 September 2026. Perbedaan waktu ini membuat perbandingan harga perlu dilakukan secara hati-hati, karena kondisi pasar dapat berubah dalam rentang beberapa hari.

Selain itu, penurunan porsi kepemilikan Morgan Stanley dari 7,059 persen menjadi 6,9745 persen menunjukkan adanya penyesuaian portofolio, bukan aksi keluar sepenuhnya dari GOTO. Posisi Morgan Stanley yang masih menggenggam lebih dari 80 miliar saham menandakan kepercayaan institusi asing terhadap emiten ini belum sepenuhnya hilang.

Ke depan, pelaku pasar akan menantikan apakah Morgan Stanley kembali melakukan transaksi jual beli saham GOTO, mengingat pergerakan harga saham GOTO dan kondisi IHSG yang masih berfluktuasi. Informasi resmi dari keterbukaan informasi BEI menjadi rujukan utama untuk memantau setiap perubahan komposisi kepemilikan saham emiten teknologi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *