Olise Cetak Gol Menit ke-88, Prancis Tekuk Belgia 1-0 di Nations League

Cakrawala News – 29 September 2026 | Prancis memetik kemenangan dramatis 1-0 atas Belgia pada matchday kedua Grup I UEFA Nations League 2026/27 di Stadion Raja Baudouin, Brussels. Gol penentu lahir dari Michael Olise pada menit ke-88, memastikan tim asuhan Zinedine Zidane membawa pulang tiga poin dan memuncaki klasemen grup dengan koleksi enam poin.

Kemenangan ini menjadi awal sempurna bagi Prancis di ajang tersebut. Sebelumnya, baik Belgia maupun Prancis sama-sama mengawali era kepelatihan baru dengan kemenangan pada laga pembuka, sehingga duel malam itu berlangsung dalam kondisi terbaik kedua tim.

Prancis mendominasi pertandingan dengan penguasaan bola mencapai 65 persen dan melepaskan 18 tembakan. Meski demikian, mereka kesulitan menembus blok rendah Belgia yang disiplin sepanjang sebagian besar laga. Kesabaran taktis itu akhirnya membuahkan hasil lewat aksi individu Olise.

Jalannya Pertandingan

Pertandingan sempat ditunda beberapa menit karena masalah yang melibatkan tim tamu. Menurut laporan stasiun TF1, para pemain Prancis harus membenahi kaus kaki mereka pada saat terakhir karena tidak menempel dengan benar di kaki. Siulan memekakkan telinga dari suporter Belgia terdengar saat lagu kebangsaan Prancis dikumandangkan.

Laga berjalan seimbang hingga akhir. Prancis nyaris mencetak gol pada menit ke-52 lewat aksi Désiré Doué, yang melepaskan tembakan melengkung kaki kanan setelah melewati Moreira. Dua menit berselang, tiang gawang Prancis hampir bergetar lewat tembakan kaki kiri Da Cunha dari luar kotak penalti yang membentur tiang kanan gawang Lammens.

Pada menit ke-56, Doué kembali mengancam dengan tembakan mendatar kaki kanan, tetapi Lammens mampu menepisnya. Lepaul nyaris menyambar bola rebound, namun peluang itu tidak berbuah gol.

Memasuki menit ke-88, Olise bergerak dari area permainannya sendiri, melesat dengan kecepatan dan kekuatan, menusuk ke tengah, lalu melepaskan tembakan kaki kiri yang sangat akurat dan tidak memberi peluang bagi Lammens. Penyerang Bayern Munchen itu mengantar Prancis unggul di pengujung laga.

Penampilan Solid Lini Belakang

Kemenangan ini juga ditopang performa solid lini pertahanan Prancis. Sang kapten menjalani laga yang relatif tenang namun tetap waspada saat dibutuhkan. Ia mengomandoi lini belakang yang membatasi Belgia hanya mencatatkan xG 0,74. Distribusi bolanya menjadi kunci dalam total 681 operan Prancis, memberi fondasi stabil untuk membangun permainan dari belakang. Ia menutup laga dengan nirbobol dan dua penyelamatan.

Penampilan tenang dari sang bek membantu meredam ancaman De Ketelaere. Ia menjadi bagian dari unit yang mencatatkan 16 sapuan, memastikan serangan balik Belgia jarang berkembang hingga ke area penalti. Penempatannya sangat baik sepanjang 90 menit.

Lacroix memperlihatkan dominasi fisiknya, nyaman mengatasi bola-bola panjang udara Belgia meski Prancis kalah dalam jumlah duel udara secara keseluruhan. Kecepatan pemulihannya sangat penting untuk menghentikan transisi sebelum menjadi berbahaya, memberi kontribusi besar terhadap stabilitas pertahanan tim.

Diouf tampil solid dan memberi keseimbangan pada lini belakang. Meski tidak seagresif rekan-rekannya, ia disiplin dalam tugas bertahan dan membantu memastikan Prancis tetap menjaga bentuk permainan ketika Belgia mencoba melebarkan permainan pada babak kedua. Sementara itu, Kalulu menjadi opsi konstan di sisi lapangan, berkontribusi pada total 11 umpan silang Prancis. Ia berhasil menyeimbangkan tanggung jawab bertahan dengan niat menyerang, membantu Prancis mempertahankan penguasaan bola luar biasa sebesar 65 persen sepanjang pertandingan.

Konteks dan Dampak

Belgia, di bawah asuhan Mark van Bommel, mencoba mengancam Prancis lewat serangan balik, tetapi kesulitan menciptakan peluang bersih. Mereka hanya mencatatkan dua tembakan tepat sasaran sepanjang 90 menit. Belgia sebelumnya menaklukkan Italia 2-0 di Stadio Olimpico, namun harus kebobolan pada saat-saat akhir melawan Prancis.

Prancis memenangi enam pertemuan langsung terakhir melawan Belgia, termasuk empat laga yang dimainkan di Nations League. Kemenangan resmi terakhir Belgia atas Prancis terjadi pada September 1981.

Bagi Zidane, hasil ini menjadi bukti kedalaman skuadnya dan dampak dari pergantian taktisnya dalam pertemuan berintensitas tinggi. Gol Olise yang masuk dari bangku cadangan menegaskan bahwa opsi pemain pengganti Prancis mampu mengubah jalannya pertandingan.

Dengan tambahan tiga poin, Prancis kini memuncaki klasemen Grup I dengan enam poin, unggul atas Italia yang mengoleksi tiga poin. Selanjutnya, Prancis dijadwalkan menghadapi Italia pada Jumat, sebuah laga yang akan menentukan arah persaingan di grup tersebut. Belgia, yang harus menelan kekalahan pahit di kandang sendiri, perlu segera bangkit agar tetap bersaing di kompetisi ini.

Exit mobile version