Cakrawala News – 28 September 2026 | Legenda real madrid c.f. sekaligus mantan bek timnas Brasil, Roberto Carlos, mengungkapkan bahwa ia kehilangan hampir seluruh kekayaan yang ia kumpulkan selama berkarier sebagai pesepak bola profesional. Pria berusia 53 tahun itu menyebut masalah dengan mantan agennya serta persoalan keluarga menjadi penyebab utama hilangnya 99 persen aset yang ia miliki.
Pengakuan tersebut disampaikan Roberto Carlos saat berbicara dalam ajang Football Summit di Portugal. Menurutnya, total uang yang ia hasilkan selama membela klub-klub besar, termasuk real madrid c.f., diperkirakan mencapai lebih dari 183 juta dolar Amerika Serikat atau setara 160 juta euro.
“Saya punya masalah dengan orang-orang yang membuat saya kehabisan uang. Karena persoalan agen dan keluarga, saya kehilangan 99 persen dari semua yang saya dapatkan di dunia sepak bola,” ujarnya dalam forum tersebut.
Roberto Carlos tidak menyebut secara spesifik nama agen yang terlibat maupun menjelaskan secara rinci ke mana uangnya mengalir. Ia hanya menyebut bahwa dirinya mengalami persoalan keluarga yang sangat serius hingga berdampak pada kondisi finansialnya.
Momen Ketika Sadar Semuanya Hilang
Dalam kesempatan yang sama, Roberto Carlos mengenang momen pahit ketika ia baru menyadari besarnya kerugian yang dialaminya. Ia mengaku menerima tumpukan dokumen yang sama sekali tidak ia ketahui sebelumnya.
“Pada hari Kamis saya tidur tengah malam, lalu pada hari Jumat saya menerima setumpuk dokumen yang tidak saya ketahui apa pun. Saat itulah saya sadar saya telah kehilangan seluruh sejarah saya,” kata Roberto Carlos.
Pernyataan itu menjadi salah satu pengakuan paling terbuka dari seorang mantan bintang sepak bola mengenai risiko pengelolaan keuangan atlet. Roberto Carlos dikenal sebagai salah satu bek kiri terbaik dalam sejarah, dengan karier panjang bersama real madrid c.f. dan timnas Brasil.
Meski tidak merinci langkah hukum yang mungkin ia tempuh, pengakuannya menjadi peringatan bagi para pesepak bola muda tentang pentingnya pengelolaan keuangan dan pemilihan orang kepercayaan.
Endrick Soroti Beban Kerja Pekerja Biasa
Isu kesejahteraan pesepak bola juga menjadi sorotan dari penyerang muda real madrid c.f., Endrick. Pemain timnas Brasil itu menilai tekanan yang dihadapi pesepak bola elite tidak sebanding dengan beban hidup pekerja biasa.
Berbicara kepada TV Globo saat menjalani tugas internasional bersama Brasil, Endrick menegaskan para pemain seharusnya bersyukur atas penghasilan besar yang mereka terima. Menurutnya, sepak bola memberi dampak besar bagi kehidupan keluarga para pesepak bola.
“Kami menghadapi tekanan besar, tetapi kami harus bersyukur atas apa yang diberikan sepak bola. Tentu ada momen bertekanan tinggi, tetapi sepak bola memberi kami hal-hal luar biasa yang bisa mengubah hidup keluarga kami,” ujar Endrick.
Ia bahkan menilai menjadi pesepak bola bukanlah pekerjaan yang berat. “Tidak sulit menjadi pesepak bola. Ya, ada hal-hal tertentu yang sulit, tetapi kami tidak bisa mengklaim menjadi pemain itu berat. Yang berat adalah menjadi orang yang bangun pukul lima pagi untuk bekerja, membanting tulang dari Senin sampai Minggu,” tambahnya.
Endrick menyampaikan hal itu setelah tampil sebagai starter dalam laga imbang 1-1 melawan Australia di Townsville. Ia kemungkinan akan dirotasi ke bangku cadangan pada laga uji coba kedua di Brisbane, sebelum Brasil menutup tur melawan India.
Setelah jeda internasional berakhir, Endrick akan kembali ke Spanyol untuk memperjuangkan menit bermain di real madrid c.f. Musim ini ia baru mencatatkan empat menit penampilan.
Dinamika Transfer di Sekitar Real Madrid
Di sisi lain, real madrid c.f. dikabarkan tidak berencana memburu Erling Haaland meski masa depan penyerang Manchester City itu menjadi tanda tanya setelah klubnya dinyatakan bersalah atas 114 dakwaan dalam sengketa dengan Premier League. Laporan media Spanyol menyebut logistik kepindahan Haaland ke Madrid dinilai tidak cocok dengan komposisi tim yang kini diperkuat Kylian Mbappe dan Vinicius Jr.
Barcelona justru disebut sebagai tujuan yang lebih cocok bagi Haaland. Manchester City diperkirakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut, sehingga besaran sanksi yang akan dijatuhkan masih menunggu proses hukum lebih lanjut.
Sementara itu, bek muda Jacobo Ramon dilaporkan menolak kemungkinan kembali ke Santiago Bernabeu. Pemain berusia 21 tahun itu lebih memilih bertahan di Como, klub Italia yang ia bela di bawah asuhan Cesc Fabregas. Real Madrid masih memegang 50 persen hak Ramon plus klausul pembelian kembali senilai 9 juta euro, namun Arsenal dan Chelsea dikabarkan terus memantau perkembangannya.
Real Madrid juga dikabarkan menolak peluang menjual gelandang bertahan Aurelien Tchouameni ke Liverpool. Tchouameni baru saja menandatangani kontrak baru bersama real madrid c.f. hingga 2031, sehingga peluang Liverpool mendatangkannya dinilai sangat kecil meski direktur olahraga anyar mereka, Julian Ward, disebut menginginkan gelandang asal Prancis tersebut.
Yang Perlu Dicermati ke Depan
Kisah Roberto Carlos menjadi pengingat bahwa keberhasilan di lapangan tidak selalu diikuti pengelolaan finansial yang sehat. Sementara itu, pernyataan Endrick menambah dimensi baru dalam perdebatan soal tekanan mental dan kesejahteraan pesepak bola modern.
Bagi real madrid c.f., agenda terdekat tetap pada kompetisi domestik dan Eropa, sembari memantau situasi pemain pinjaman serta bursa transfer. Keputusan soal Ramon, Tchouameni, dan spekulasi Haaland akan menjadi hal yang layak ditunggu dalam beberapa bulan mendatang.
