Prabowo Khawatir Kesehatan Menteri, Minta Menkes Siapkan Cek Kesehatan dan Vitamin

Prabowo Khawatir Kesehatan Menteri, Minta Menkes Siapkan Cek Kesehatan dan Vitamin
Prabowo Khawatir Kesehatan Menteri, Minta Menkes Siapkan Cek Kesehatan dan Vitamin

Cakrawala News – 25 Oktober 2026 | Momen Prabowo khawatir kesehatan menteri, singgung cek kesehatan-vitamin hingga reaksi menkes menjadi sorotan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Presiden Prabowo Subianto mengaku prihatin karena sejumlah anggota Kabinet Merah Putih sudah masuk rumah sakit di awal pemerintahan, lalu meminta Menteri Kesehatan menyiapkan pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan vitamin bagi para pejabat.

Dalam sidang tersebut, Prabowo mengibaratkan kabinetnya seperti tim sepak bola yang memiliki pemain inti, pendukung, dan cadangan. Ia menilai pemerintahan yang baru berjalan dua tahun dari lima tahun masih berada di babak pertama, sehingga para pejabat yang belum mendapat peran utama diminta tidak frustrasi.

“Sebagaimana saya sampaikan dari awal pemerintahan kita, tidak semua pemain akan kita mainkan di awal. Ada yang cadangan, ada yang pendukung, ada yang striker. Yang cadangan jangan frustrasi. Pada saatnya saudara akan kita mainkan,” kata Prabowo, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima Jumat (23/10/2026).

Kabinet Belum Sampai Half-Time

Prabowo menggunakan analogi pertandingan sepak bola untuk menggambarkan perjalanan pemerintahannya. Dengan masa jabatan lima tahun, ia menyebut pemerintahannya bahkan belum mencapai jeda babak pertama.

“Ibarat ini pertandingan sepak bola, kita sesungguhnya belum sampai ke half-time. Apa itu half-time? Ya, kita belum selesai satu babak. Kita ini lima tahun, jadi dua setengah tahun baru, ya babak pertama,” ujarnya.

Ia mengisyaratkan bahwa pembagian peran dalam kabinet dapat berubah seiring perjalanan pemerintahan. Menurutnya, setiap anggota kabinet memiliki kesempatan untuk berkontribusi, tetapi tidak semua harus langsung mendapat peran utama sejak awal.

“Jadi ini masih babak pertama. Jadi tenang-tenang saja para pemain cadangan yang saya sudah lihat gelisah. Kapan saya dimainkan?” kata Prabowo.

Permintaan Cek Kesehatan dan Vitamin

Di tengah pesan soal pembagian peran itu, Prabowo menyoroti kondisi kesehatan para pejabat pemerintah. Ia mengaku prihatin karena pada periode awal pemerintahan sudah ada anggota kabinet yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Untuk mengantisipasi persoalan kesehatan, Presiden meminta Menteri Kesehatan mengoordinasikan pemeriksaan yang lebih menyeluruh bagi para menteri, wakil menteri, dan kepala badan.

“Ini yang kita waspadai. Saya minta Menteri Kesehatan, coba menteri-menteri, wakil menteri, kepala badan mungkin diundang check-up yang lebih teliti lagi,” ujar Presiden.

Prabowo bahkan menyinggung soal vitamin. Ia meminta Menteri Kesehatan mencarikan vitamin yang bagus untuk para anggota kabinet, dan menyatakan siap memberikan daftar vitamin jika kementerian tidak mengetahuinya.

“Tapi, Saudara-saudara, saya sudah prihatin, di babak pertama sudah ada yang masuk rumah sakit. Nah, ini yang kita waspadai, saya minta Menteri Kesehatan, coba Menteri-Menteri, Wakil Menteri, Kepala Badan mungkin diundang chk yang bagus, kalau Menteri Kesehatan tidak tahu, nanti dari saya daftar vitaminnya,” pungkas Prabowo.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Menteri Kesehatan mengenai tindak lanjut permintaan tersebut. Momen Prabowo khawatir kesehatan menteri, singgung cek kesehatan-vitamin hingga reaksi menkes pun menjadi perhatian publik karena menyangkut kesiapan fisik jajaran pemerintah dalam menjalankan program prioritas.

Penindakan Pelanggaran MBG dan Capaian Pemerintah

Dalam sidang kabinet yang sama, Prabowo juga membeberkan hasil penindakan terhadap pelanggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menyatakan pemerintah menindak tegas 353 pelanggar, dengan 13 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Rinciannya, sebanyak 353 orang telah diberhentikan dengan tidak hormat, 13 orang ditetapkan sebagai tersangka, dan 203 orang diperiksa Kejaksaan Agung. Sementara itu, 2.600 orang lainnya masih menjalani pemeriksaan Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN).

Prabowo menegaskan pembenahan pelaksanaan MBG harus dilakukan secara tegas tanpa pandang bulu karena program tersebut menyangkut masa depan anak-anak Indonesia.

“Jangan ragu-ragu. Pecat, bersihkan, sampai bersih. MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita,” katanya.

Selain itu, Presiden menyoroti sejumlah capaian pemerintah, mulai dari upaya swasembada pangan, penguatan Danantara, hingga penerapan ekspor satu pintu. Ia menilai pemerintahannya berada di jalur yang tepat.

“Saudara-saudara, apa yang kita lakukan ini untuk keselamatan kita. Swasembada pangan, Danantara, ekspor satu pintu. Begitu banyak keberhasilan kita. Jadi saya minta, jangan kita minder lagi. Kita, we are on the right track,” ujarnya.

Di sektor ekonomi kerakyatan, Prabowo mengapresiasi perkembangan 10 ribu Koperasi Desa Merah Putih yang telah beroperasi. Di bidang perumahan dan pendidikan, program bedah rumah telah mencapai sekitar 440 ribu unit, sementara renovasi sekolah hampir menyentuh 90 ribu unit selama dua tahun pemerintahan.

Pembangunan infrastruktur penghubung antardesa juga menjadi perhatian. Prabowo mengapresiasi kinerja Satuan Tugas Jembatan yang telah membangun hampir 5.000 jembatan untuk menghubungkan sekitar 12 ribu desa.

“Saya terima kasih Satgas Jembatan, ketuanya Pak Maruli, terima kasih berhasil sekarang sudah mendekati 5 ribu jembatan,” kata Prabowo.

Ia juga menyebut 22 rumah sakit telah selesai dibangun. Menurutnya, pemerintah mengapresiasi kerja kabinet dan berbagai tokoh, serta menekankan pentingnya kerja sama dalam menghadapi tantangan.

Deretan capaian itu disampaikan di tengah sorotan terhadap kesehatan para pejabat dan penindakan pelanggaran MBG. Kombinasi pesan soal disiplin program, pembagian peran kabinet, dan kesiapan fisik jajaran pemerintah menunjukkan tekanan agar roda pemerintahan tetap berjalan optimal pada dua tahun pertama.

Ke depan, publik akan menantikan bagaimana Kementerian Kesehatan menindaklanjuti permintaan pemeriksaan kesehatan dan penyediaan vitamin bagi para menteri, wakil menteri, serta kepala badan. Langkah itu dinilai penting agar seluruh jajaran kabinet dapat menjalankan tugas hingga akhir masa jabatan lima tahun.

Exit mobile version