Cakrawala News – 14 September 2026 | Mobil travel dari Surabaya tabrak truk di Tol Jombang-Mojokerto, 4 orang tewas dalam kecelakaan yang terjadi pada Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Insiden tersebut melibatkan minibus Toyota HiAce yang membawa penumpang dari Surabaya menuju Surakarta dengan truk Hino bermuatan sekitar 30 ton gipsum di KM 687+200 jalur B ruas Tol Jombang-Mojokerto (Jomo). Polisi telah menetapkan sopir HiAce, Eko Budianto Setiawan (38), sebagai tersangka dan resmi menahannya di Rutan Polres Jombang.
Penetapan tersangka disampaikan Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang Ipda Nurul Iman, Minggu (13/9/2026). Menurutnya, status hukum itu diberikan setelah penyidik melakukan pemeriksaan dan gelar perkara. “Untuk sopir, telah kita tetapkan sebagai tersangka, kemudian kita lakukan penahanan di Rutan Polres Jombang,” ujar Nurul Iman.
Eko dijerat dengan Pasal 310 ayat 4, ayat 3, ayat 2 atau Pasal 311 ayat 5, ayat 4, ayat 3 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sebelum ditahan, pria asal Sukoharjo, Jawa Tengah, itu sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena mengalami luka ringan akibat kecelakaan. Setelah kondisinya memungkinkan, ia dibawa ke Satlantas Polres Jombang untuk menjalani pemeriksaan. “Kemudian setelah kita lakukan gelar perkara dan cukup bukti, kita tetapkan sebagai tersangka,” tegasnya.
Kronologi dan Kecepatan Kendaraan
Kepala Departemen Operasional Astra Tol Jomo, Yuni Rihal, menyatakan Toyota HiAce bernomor polisi H 7497 OQ melaju dengan kecepatan sekitar 110 kilometer per jam sebelum menabrak bagian belakang truk. “Kecepatan Toyota HiAce saat menabrak truk gipsum kurang lebih 110 kilometer/jam,” kata Yuni dalam keterangan tertulisnya, Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan keterangan sopir, kendaraan tersebut membawa penumpang dan melaju dari Surabaya menuju Solo. HiAce masuk ke ruas tol melalui Gerbang Tol Waru Gunung. Saat melintas di KM 687+200 B, kendaraan melaju di lajur kanan dengan kecepatan tinggi. Pengemudi diduga mengantuk sehingga kehilangan kendali dan menabrak bagian belakang truk Hino bernomor polisi R 8187 OT yang sedang mengangkut 30 ton gipsum.
Truk tersebut masuk melalui Gerbang Tol Kebomas, Gresik, dan bergerak dari Gresik menuju Banjarnegara dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam di lajur kiri. Truk dikemudikan Muhar (55), warga Desa Arenan, Kaligondang, Purbalingga, Jawa Tengah, dengan kernet Arif Purwanto (16), warga Desa Arenan. Usai tabrakan, Toyota HiAce berhenti dalam posisi melintang di antara lajur kiri dan kanan dengan arah menghadap ke selatan, sementara truk berhenti di lajur OS atau bahu luar jalan dengan posisi menghadap ke barat.
Panit PJR 3 Ditlantas Polda Jawa Timur Ipda Siswanto menjelaskan kecelakaan bermula saat Hiace melaju dari arah Surabaya menuju Surakarta. “Sesampainya di KM 687+200 Jalur B Ruas Tol Jombang-Mojokerto, diduga pengemudi mengantuk sehingga kendaraannya oleng ke kiri,” kata Siswanto dalam keterangannya, Sabtu (12/9). Akibat oleng ke kiri, Hiace menghantam bagian belakang truk yang berada di depannya. “Hingga saat ini, analisa awal kami menyimpulkan penyebab utama kecelakaan adalah faktor human error, yakni dugaan kuat pengemudi Hiace yang mengantuk,” jelasnya.
Kanit PJR Jatim 3 AKP Sudirman menuturkan minibus warna merah itu mengangkut penumpang dari Surabaya tujuan Surakarta. “Hiace membawa 10 penumpang dari Surabaya tujuan Surakarta,” kata Sudirman, Minggu (12/9/2026). Akibat kejadian tersebut, bagian depan Hiace ringsek cukup parah. “Posisi terakhir Hiace di lajur cepat menghadap ke barat, truk di lajur lambat menghadap ke barat,” jelasnya.
Korban dan Penanganan
Kecelakaan ini menelan empat korban jiwa dan tujuh orang mengalami luka-luka, sehingga total terdapat 11 korban. Seluruh korban meninggal merupakan penumpang HiAce, sedangkan pengemudi dan penumpang truk dilaporkan selamat. Menurut keterangan kepolisian, tiga korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal saat dalam perjalanan menuju RSUD Jombang untuk mendapatkan penanganan medis.
Empat korban meninggal dunia yakni Kukuh Bimbing (22), warga Karanganyar, Jawa Tengah; Dwi Raharjanto (49), warga Klaten, Jawa Tengah; Tendi Anggoro (28), warga Wonogiri, Jawa Tengah; serta Prawoto (55), warga Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah. Sementara tujuh penumpang yang mengalami luka ringan antara lain Yudha (26), warga Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur; serta Lidia Yustika (28), warga Perum Western Regency Blok A No 42, Kelurahan Sememi, Kecamatan Benowo, Surabaya.
Ipda Nurul Iman menyatakan seluruh korban meninggal dunia telah dipulangkan ke rumah duka di daerah masing-masing. Sebagian besar korban luka juga telah mendapatkan penanganan medis dan diperbolehkan pulang. Untuk proses evakuasi, truk Hino diarahkan ke Kargo Lakalantas di Perak, Jombang, sesuai instruksi Satlantas Jombang, sementara Toyota HiAce dievakuasi ke Satlantas Polres Jombang untuk kepentingan penanganan lebih lanjut.
Penanganan kasus kecelakaan yang merenggut empat nyawa itu dilimpahkan kepada Satlantas Polres Jombang. Perbedaan keterangan muncul terkait jumlah penumpang yang diangkut HiAce, di mana sopir menyebut membawa 11 penumpang, sedangkan keterangan kepolisian menyebut 10 penumpang. Perbedaan detail tersebut masih menjadi bagian dari bahan penyelidikan lebih lanjut.
Peristiwa mobil travel dari Surabaya tabrak truk di Tol Jombang-Mojokerto, 4 orang tewas ini menjadi pengingat serius akan pentingnya kewaspadaan dan manajemen istirahat pengemudi, terutama untuk perjalanan jarak jauh pada malam hari. Dugaan mengantuk yang menjadi analisa awal polisi menegaskan bahwa faktor manusia masih menjadi penyebab dominan kecelakaan di jalan tol.
Dengan status tersangka yang telah disandang sopir HiAce, proses hukum kasus ini akan memasuki tahap penyidikan lebih lanjut. Publik menanti hasil penyelidikan lengkap, termasuk pendalaman penyebab pasti kecelakaan, agar kejadian serupa tidak terulang di ruas tol Jombang-Mojokerto maupun jalur lain di Indonesia.
