Cakrawala News – 16 September 2026 | Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkap bahwa Presiden Prabowo Subianto membawa tiga pesan utama Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026. Teddy ungkap Prabowo bawa tiga pesan utama Indonesia di BRICS 2026 tersebut mencakup kemandirian nasional, persatuan Global South, dan penguatan kerja sama BRICS. Ketiga pesan itu disampaikan Teddy dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Senin (14/9).
Menurut Teddy, pesan pertama yang dibawa Presiden Prabowo menitikberatkan pada pentingnya kemandirian dan ketahanan nasional. Kemandirian itu, kata dia, dimulai dari kemampuan sebuah negara memenuhi kebutuhan mendasar rakyatnya.
“Kekuatan sebuah negara bermula dari kemampuannya memenuhi kebutuhan dasar rakyatnya, pangan, energi, dan pendidikan,” kata Teddy.
Ia menjelaskan bahwa dengan fondasi yang kuat, Indonesia tidak akan bergantung atau mudah didikte oleh kekuatan tertentu. Pernyataan itu menegaskan posisi Indonesia yang ingin berdiri di atas kemampuan sendiri sebelum mengambil peran lebih besar di panggung global.
Tiga Pesan Utama yang Dibawa Prabowo
Pesan pertama, kemandirian nasional, menjadi dasar bagi dua pesan berikutnya. Teddy menyebut kemandirian dan ketahanan nasional sebagai prasyarat agar Indonesia memiliki ruang gerak yang luas dalam politik luar negeri.
Pesan kedua yang dibawa Presiden Prabowo adalah persatuan Global South. Melalui pesan ini, Indonesia mendorong negara-negara berkembang untuk memperkuat solidaritas dan bersuara bersama dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Adapun pesan ketiga adalah penguatan kerja sama BRICS. Menurut Teddy, Indonesia ingin memastikan keanggotaannya dalam kelompok tersebut membawa manfaat nyata, baik bagi kepentingan nasional maupun bagi negara-negara anggota lainnya.
Ketiga pesan itu saling berkaitan. Kemandirian nasional menjadi fondasi, persatuan Global South menjadi arah, dan penguatan kerja sama BRICS menjadi kendaraan untuk mewujudkan kepentingan bersama.
Kemandirian sebagai Fondasi Kebijakan
Dalam keterangannya, Teddy menekankan bahwa kemandirian bukan berarti Indonesia menutup diri dari kerja sama internasional. Sebaliknya, kemandirian dipandang sebagai modal agar Indonesia dapat bernegosiasi dan bekerja sama dari posisi yang setara.
Pemenuhan kebutuhan dasar seperti pangan, energi, dan pendidikan disebut sebagai indikator utama kekuatan sebuah negara. Ketiga sektor itu menjadi perhatian pemerintah karena berkaitan langsung dengan kesejahteraan rakyat.
Dengan fondasi yang kuat di dalam negeri, Indonesia diharapkan tidak mudah dipengaruhi atau didikte oleh kekuatan tertentu. Posisi itu dinilai penting di tengah dinamika geopolitik yang terus berubah.
Dorongan Persatuan Global South
Pesan kedua yang dibawa Prabowo menyoroti pentingnya persatuan negara-negara Global South. Indonesia memandang negara-negara berkembang perlu memperkuat kerja sama untuk memperjuangkan kepentingan bersama.
Solidaritas itu dinilai relevan ketika banyak negara berkembang menghadapi tekanan ekonomi global, ketidakpastian pasar, hingga perubahan iklim. Dengan bersatu, negara-negara Global South diharapkan memiliki daya tawar yang lebih kuat.
Melalui KTT BRICS 2026, Indonesia ingin mendorong semangat kebersamaan tersebut agar tidak hanya menjadi retorika, tetapi juga terwujud dalam kerja sama konkret.
Penguatan Kerja Sama BRICS
Pesan ketiga menegaskan komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama di dalam BRICS. Sebagai anggota, Indonesia berupaya memastikan forum tersebut menghasilkan langkah nyata yang menguntungkan semua pihak.
Penguatan kerja sama itu mencakup berbagai bidang yang menjadi kepentingan bersama negara-negara anggota. Indonesia berharap keanggotaan di BRICS dapat memperluas peluang kerja sama ekonomi dan pembangunan.
Menurut Teddy, ketiga pesan utama tersebut mencerminkan arah kebijakan luar negeri Indonesia yang berpijak pada kepentingan nasional sekaligus berkontribusi bagi kawasan dan dunia.
Sampai saat ini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai agenda spesifik Presiden Prabowo selama KTT BRICS 2026. Publik menantikan perkembangan berikutnya, termasuk hasil-hasil konkret yang dicapai Indonesia dalam forum tersebut.
Yang jelas, tiga pesan utama yang diungkapkan Teddy memberi gambaran mengenai prioritas Indonesia di BRICS 2026. Kemandirian, persatuan Global South, dan penguatan kerja sama menjadi tiga pilar yang akan mewarnai langkah diplomasi Indonesia ke depan.
