AS Tarik 12 Pesawat Pembom B-1B Lancer dari Pangkalan RAF Fairford usai Ancaman Teror

AS Tarik 12 Pesawat Pembom B-1B Lancer dari Pangkalan RAF Fairford usai Ancaman Teror
AS Tarik 12 Pesawat Pembom B-1B Lancer dari Pangkalan RAF Fairford usai Ancaman Teror

Cakrawala News – 07 Oktober 2026 | Langkah mengejutkan diambil Amerika Serikat setelah AS tarik 12 pesawat pembom B-1B Lancer dari pangkalan! Ketakutan teror musuh yang masuk ke sekutu menjadi alasan utama di balik keputusan tersebut. Pesawat-pesawat pengebom jarak jauh itu dipindahkan dari Pangkalan Angkatan Udara Kerajaan Inggris (RAF) Fairford di Gloucestershire kembali ke pangkalan asalnya di wilayah kontinental AS, demikian dikonfirmasi Pentagon pada Minggu, 4 Oktober 2026.

Penarikan tersebut dilakukan setelah muncul ancaman keamanan terhadap pangkalan yang selama ini menjadi markas pendaratan pesawat pengebom strategis AS di Eropa. Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan bahwa pemindahan itu bukan kebetulan.

“Ya, saya rasa kita bisa mengatakan demikian. Mereka tidak terbang keluar secara kebetulan,” kata Trump kepada wartawan ketika ditanya apakah ada ancaman tertentu yang menyebabkan pesawat pengebom tersebut ditarik dari pangkalan.

Ancaman Diduga Terkait Iran

Trump tidak menjelaskan secara rinci soal ancaman yang dimaksud, namun ia meyakini ancaman itu terkait dengan Iran. “Ada sejumlah ancaman,” kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Gedung Putih, Senin, 5 Oktober 2026 waktu setempat.

“Dan daripada memancing musuh — kita akan menangkap dan mengalahkan musuh, tetapi mengapa kita harus membiarkan pesawat-pesawat itu berada di sana? Jadi, kita memindahkannya sedikit, tidak terlalu jauh,” ucap Presiden AS itu, seperti dilansir AFP.

Trump juga menolak berkomentar mengenai laporan yang menyebut ancaman tersebut melibatkan drone tempur. “Saya tidak bisa mengungkapkannya kepada Anda, tetapi jika mereka melakukannya, mereka akan menanggung akibat yang sangat berat,” ujarnya. “Kami sebenarnya mengetahui siapa pihak yang melontarkan ancaman tersebut. Mereka diduga terkait dengan Iran.”

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut pesawat pengebom itu dipindahkan sebagai langkah pencegahan. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Senin mengatakan keputusan tersebut merupakan bagian dari rotasi aset militer yang normal dan membantah bahwa keputusan itu terkait dengan insiden baru-baru ini di pangkalan udara tersebut.

“Tidaklah aneh melihat perpindahan aset ke berbagai bagian dunia berdasarkan latihan, penempatan kembali, pergantian personel, personel baru yang datang, pesawat baru yang datang, dan pesawat lama yang pergi,” kata Rubio. Ia menambahkan bahwa AS tetap sepenuhnya yakin terhadap keamanan seluruh pangkalannya dan otoritas Inggris telah memberikan kerja sama penuh sejak insiden tersebut.

Kronologi Insiden di RAF Fairford

Spekulasi merebak setelah insiden di pangkalan udara Inggris pada 27 September 2026. Insiden itu diawali oleh aduan warga setempat soal keberadaan sekelompok pria dengan beberapa mobil van yang melakukan aktivitas mencurigakan di dekat RAF Fairford di wilayah barat Inggris.

Lima warga negara Inggris awalnya ditangkap karena dicurigai melakukan pelanggaran Undang-Undang Bahan Peledak dan dugaan aksi terorisme. Mereka kemudian dibebaskan dengan jaminan pada hari berikutnya. Pada 1 Oktober 2026, seorang pria berusia 25 tahun berkewarganegaraan ganda Inggris-Iran juga ditangkap dalam kasus yang sama, tetapi kemudian dibebaskan dengan jaminan.

Menurut kepolisian antiterorisme Inggris, para penyidik tidak menemukan bahan peledak di dalam mobil-mobil van mencurigakan itu, melainkan hanya mendapati sejumlah bensin. Kepolisian menyebut investigasi ini sangat kompleks dan tim khusus telah diterjunkan untuk menginterogasi sejumlah orang, termasuk mendalami dugaan keterlibatan pemerintah asing.

Juru bicara Downing Street mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya tidak akan berkomentar mengenai operasi militer negara asing, tetapi memastikan pangkalan tersebut aman. Juru bicara itu juga merujuk pada pernyataan Trump pekan lalu yang disebut memuji kepolisian, layanan pertahanan, dan layanan keamanan Inggris terkait insiden di pangkalan tersebut.

Menurut laporan BBC, keputusan menarik pesawat pengebom tersebut merupakan keputusan militer, bukan politik. Keputusan itu diambil pada tingkat operasional dan disampaikan militer AS kepada pihak Inggris.

Pangkalan Strategis di Eropa

RAF Fairford adalah satu-satunya pangkalan di Eropa yang menjadi markas pendaratan pesawat pengebom strategis AS. Pangkalan tersebut pernah digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Irak dan bekas Yugoslavia. Pada Maret 2026, otoritas Inggris mengizinkan AS menggunakan pangkalan tersebut untuk operasi militer terhadap Iran, dengan catatan pesawat AS hanya dapat menggunakannya untuk operasi pertahanan.

Sejumlah pejabat AS menekankan bahwa tidak ada pengurangan kapabilitas militer akibat penarikan tersebut. Menurut mereka, kemampuan Angkatan Udara AS untuk menyasar target di luar negeri tidak berubah. Personel yang beroperasi di dalam pesawat pembom, termasuk B-1, B-2, dan B-52, tetap mampu menyasar target dengan sangat presisi dan dapat diluncurkan dari teritori AS ke mana pun.

Meski demikian, keputusan memindahkan pesawat pembom dari pangkalan Inggris langsung ke AS dinilai tidak biasa. Umumnya, Washington akan merelokasi pesawat tempurnya ke pangkalan lain di kawasan, bukan kembali ke Amerika Serikat.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai keberadaan 12 pesawat B-1B Lancer tersebut setelah tiba di wilayah kontinental AS. Yang jelas, insiden di RAF Fairford menambah panjang daftar ketegangan keamanan yang melibatkan pangkalan militer asing di Eropa, sekaligus menunjukkan bahwa ancaman terhadap aset strategis AS dan sekutunya masih menjadi perhatian serius.

Publik masih menantikan hasil akhir investigasi kepolisian antiterorisme Inggris, termasuk apakah dugaan keterlibatan pihak asing dalam insiden 27 September dapat dibuktikan. Perkembangan ini akan menentukan arah kebijakan penempatan pesawat pengebom AS di Eropa ke depan.

Exit mobile version