Cakrawala News – 16 Oktober 2026 | Bocoran naturalisasi timnas Indonesia, wonderkid Arsenal jadi target PSSI usai pamer jersey Garuda [titlebase] kembali mencuat ke permukaan. Nama Demiane Agustien, gelandang muda Arsenal U-21, disebut tengah dipelajari proses naturalisasinya oleh tim hukum PSSI. Pemain berusia 17 tahun itu disebut-sebut masuk dalam rencana pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, untuk menambah kekuatan lini serang Skuad Garuda.
Isu ini mengemuka setelah staf khusus Menteri Hukum RI, Noor Korompot, mengunggah pernyataan melalui akun Instagram pribadinya, @noorkorompotalks, pada Selasa (13/10/2026). Dalam unggahan tersebut, Noor menyebut bahwa tim lawyer PSSI sedang bekerja mempelajari kemungkinan naturalisasi pemain keturunan tersebut.
“Demiane Agustien memperoleh garis darah Indonesia dari pihak ibunya, yang memiliki keturunan campuran Mesir-Indonesia serta seorang ibu, nenek Demiane, yang lahir asli di Indonesia,” tulis Noor Korompot dalam akun Instagramnya.
Noor menegaskan bahwa prinsip proses naturalisasi tidak berubah dari sebelumnya, yakni hanya dilakukan untuk pemain yang memiliki darah keturunan Indonesia. Pernyataan itu sekaligus menepis anggapan bahwa PSSI akan menempuh jalur naturalisasi tanpa dasar garis keturunan.
Profil Demiane Agustien
Demiane Agustien lahir di Oss, Belanda, pada 28 Juli 2007. Ia merupakan putra dari Kemy Agustien, mantan pesepak bola yang pernah memperkuat sejumlah klub Inggris seperti Birmingham City, Swansea City, Crystal Palace, dan Brighton & Hove Albion, serta pernah membela Timnas Curacao.
Ketika masih berusia satu tahun, Agustien dan keluarganya pindah ke Inggris. Di sana ia mendapatkan pembinaan sepak bola yang lebih intensif. Dalam fase junior, ia sempat menimba ilmu di akademi West Bromwich Albion sebelum hijrah ke Derby County pada 2023 untuk memperkuat tim U-18 klub tersebut.
Memasuki musim 2025/2026, Agustien bergabung dengan akademi Arsenal dan tercatat memperkuat tim U-21 klub London itu hingga kini. Kemampuannya bermain sebagai gelandang serang maupun penyerang sayap membuatnya dinilai cocok dengan kebutuhan Herdman.
Kebutuhan Timnas Indonesia
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, dikabarkan tengah mengupayakan penambahan kekuatan skuad melalui jalur pemain diaspora. Dalam beberapa pernyataannya, Herdman menyebut sedang memantau dua pemain yang memiliki karakteristik nomor tujuh dan sebelas.
Karakteristik tersebut sejalan dengan profil Agustien yang mampu beroperasi di sektor ofensif. Kehadirannya dinilai bisa menambah kualitas lini tengah Skuad Garuda sebagai pelengkap skema permainan tim.
Kabar mengenai minat PSSI terhadap Agustien semakin kuat setelah pemain muda itu kedapatan memamerkan jersey Timnas Indonesia melalui media sosial. Unggahan tersebut membuat publik sepak bola Indonesia penasaran dan memperkuat spekulasi mengenai masa depannya bersama Skuad Garuda.
Terkendala Aturan FIFA
Meski profilnya menarik, peluang Agustien bergabung dengan Timnas Indonesia masih perlu ditinjau dari sisi regulasi. Ia pernah memperkuat Curacao U-17 pada ajang Concacaf U-17 2023 dan Timnas Belanda U-19 dalam Kualifikasi Euro U-19 2026.
Pengalaman tersebut membuat statusnya perlu diperiksa berdasarkan aturan FIFA mengenai perpindahan asosiasi. Penampilan di tim nasional kelompok umur tidak otomatis menutup peluang membela negara lain, tetapi pemain harus memenuhi persyaratan yang berlaku.
Dengan demikian, proses yang sedang dipelajari PSSI bukan hanya menyangkut garis keturunan dan kewarganegaraan, melainkan juga kelayakan Agustien untuk berganti asosiasi sepak bola. Riwayat bertandingnya bersama Curacao U-17 dan Belanda U-19 kini sedang diselaraskan dengan regulasi FIFA.
Rumor 10 Pemain Naturalisasi
Kabar mengenai Agustien muncul di tengah rumor yang lebih besar. Media Vietnam, TheThao247, mengklaim Timnas Indonesia berencana menambah 10 pemain naturalisasi untuk memperkuat skuad menuju Piala Dunia 2030.
Dalam unggahannya di media sosial, TheThao247 menyoroti ambisi Timnas Indonesia untuk terus meningkatkan kekuatan skuad setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026. Media tersebut menilai pencapaian itu bisa menjadi modal bagi Indonesia untuk menarik lebih banyak pemain keturunan yang berkarier di Eropa.
Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari PSSI mengenai rencana naturalisasi 10 pemain tambahan tersebut. Nama-nama yang beredar juga belum bisa dianggap sebagai daftar resmi incaran PSSI ataupun bukti bahwa proses naturalisasi mereka telah berjalan.
Herdman sendiri membenarkan bahwa pihaknya masih aktif memantau potensi pemain baru untuk Skuad Garuda. Pernyataan itu memperkuat indikasi bahwa penambahan pemain diaspora masih menjadi bagian dari strategi jangka panjang tim nasional.
Kontek Naturalisasi di Indonesia
Isu naturalisasi bukan hal baru bagi sepak bola Indonesia. Beberapa tahun terakhir, PSSI gencar mendekati pemain keturunan yang berkarier di Eropa untuk memperkuat tim nasional di berbagai level kompetisi.
Di sisi lain, proses naturalisasi di Indonesia juga memiliki syarat waktu tinggal bagi pemain asing non-keturunan. Gelandang Persija Jakarta asal Brasil, Fabio Calonego, misalnya, mengaku mendapatkan tawaran untuk dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia.
Namun, pemain berusia 29 tahun itu baru tinggal di Indonesia selama setahun lebih sejak Juli 2025. Sesuai aturan yang berlaku, ia baru bisa dinaturalisasi pada pertengahan 2030. Jika tetap berkarier di Indonesia, Fabio baru bisa memperkuat Timnas Indonesia pada usia 33 tahun.
Kasus Fabio menunjukkan bahwa jalur naturalisasi tidak selalu mulus. Untuk pemain keturunan seperti Agustien, hambatan utama justru terletak pada riwayat internasional dan aturan perpindahan asosiasi FIFA.
Yang Perlu Dicermati
Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari PSSI mengenai status proses naturalisasi Demiane Agustien. Pernyataan yang beredar berasal dari staf khusus Menteri Hukum RI, bukan dari pengurus PSSI secara langsung.
Selain itu, kelayakan Agustien untuk membela Timnas Indonesia masih bergantung pada hasil kajian tim hukum PSSI terhadap regulasi FIFA. Faktor garis keturunan dari nenek yang lahir di Jakarta menjadi modal awal, tetapi bukan satu-satunya penentu.
Jika proses ini berjalan, Agustien berpotensi menjadi tambahan menarik bagi lini serang Timnas Indonesia di masa depan. Namun, publik perlu menunggu perkembangan resmi sebelum menyimpulkan bahwa pemain muda Arsenal itu benar-benar akan memperkuat Skuad Garuda.
