Gempa Bumi Guncang Sumba Barat Daya hingga Malang dan Ruteng pada 4 Oktober 2026

Gempa Bumi Guncang Sumba Barat Daya hingga Malang dan Ruteng pada 4 Oktober 2026
Gempa Bumi Guncang Sumba Barat Daya hingga Malang dan Ruteng pada 4 Oktober 2026

Cakrawala News – 05 Oktober 2026 | Gempa bumi mengguncang sejumlah wilayah Indonesia pada Minggu, 4 Oktober 2026, mulai dari Sumba Barat Daya di Nusa Tenggara Timur hingga Kabupaten Malang di Jawa Timur dan Ruteng di Nusa Tenggara Timur. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat rangkaian aktivitas seismik tersebut terjadi dalam rentang waktu yang berdekatan, dengan guncangan terkuat berkekuatan magnitudo (M) 5,9 di Sumba Barat Daya.

Peristiwa paling signifikan terjadi pada pagi hari ketika gempa bumi tektonik mengguncang wilayah Pantai Barat Daya Sumba Barat Daya. BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Kekuatan gempa awalnya tercatat M6,1, kemudian diperbarui menjadi M5,9.

Gempa terjadi tepat pukul 05.55.52 WIB. Pelaksana Harian Deputi Bidang Geofisika BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, mengatakan pusat gempa berada di laut pada koordinat 9,84 derajat Lintang Selatan dan 118,90 derajat Bujur Timur. Lokasinya sekitar 59 kilometer arah barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 30 kilometer.

“Hasil analisis mekanisme sumber mengindikasikan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan turun (normal fault),” kata Ardhasena dalam keterangan resminya, Minggu, 4 Oktober 2026.

Berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, BMKG mengategorikan gempa tersebut sebagai gempa dangkal. Gempa diduga terjadi akibat aktivitas sesar aktif yang berasosiasi dengan Sesar Waikabubak.

Dampak dan Intensitas Guncangan

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, mengatakan guncangan gempa yang dirasakan di sejumlah wilayah memiliki intensitas yang berbeda-beda. Guncangan terkuat dirasakan di Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya, dengan skala VI MMI. Pada skala tersebut, sebagian besar penduduk terkejut dan berlari keluar rumah.

Sementara itu, Kota Tambolaka, Kota Waikabubak, Kota Waibakul, dan Kota Raba diguncang dengan skala IV MMI. Adapun Kota Bima merasakan guncangan dengan skala III MMI.

Gempa dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan rumah warga dan fasilitas sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya. Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu Bonu Wulla, membenarkan adanya dampak kerusakan tersebut.

“Wilayah Kodi yang cukup terdampak, rumah-rumah penduduk banyak yang terdampak,” ujar Ratu Wulla saat dihubungi, Minggu.

Ratu Wulla mengatakan tim BPBD Sumba Barat Daya sedang menuju lokasi untuk melakukan pendataan kerusakan. Selain rumah warga, sejumlah sekolah juga dilaporkan terdampak gempa. Ia menyebutkan saat kejadian banyak warga masih berada di gereja, sehingga tim dari BPBD bergerak cepat ke lapangan.

Hingga saat ini, jumlah rumah, sekolah, maupun fasilitas umum yang terdampak belum dapat dipastikan karena pemerintah daerah masih melakukan pendataan di lapangan. Meski terdapat rumah warga yang rusak, Ratu Wulla memastikan tidak ada warga yang mengungsi dan tidak ada korban jiwa. Namun, warga tetap bersiaga untuk mengantisipasi adanya gempa susulan.

Gempa Susulan di Ruteng dan Malang

Pada sore hingga malam hari, aktivitas gempa bumi kembali tercatat di dua wilayah berbeda. BMKG melaporkan gempa mengguncang Nusa Tenggara Timur pada pukul 17.13 WIB. Pusat gempa berada di darat, tepatnya 40 kilometer utara Ruteng, Manggarai.

BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk mewaspadai potensi gempa susulan. Imbauan serupa juga disampaikan menyusul guncangan yang terjadi di Ruteng.

Kemudian pada Minggu malam, gempa bumi mengguncang kawasan Kabupaten Malang, Jawa Timur. BMKG mengungkapkan kekuatan guncangan gempa tersebut berkekuatan M4,6. “Pusat gempa berada di laut,” kata BMKG dalam laman resminya, Minggu, 4 Oktober 2026.

Selain rangkaian gempa di Sumba, Ruteng, dan Malang, laporan terpisah menyebutkan gempa berkekuatan M5,9 juga melanda wilayah Aceh pada pagi hari yang sama. Pusat gempa dilaporkan berada di laut sekitar 68 kilometer barat daya Calang, dengan kedalaman 26 kilometer. Guncangan dirasakan di beberapa kawasan di Aceh, termasuk Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Barat, Aceh Selatan, Pidie Jaya, Bener Meriah, Nagan Raya, dan Aceh Tengah. Tidak ada laporan segera mengenai korban jiwa maupun kerusakan akibat gempa di Aceh tersebut.

Pentingnya Kesiapsiagaan

Rangkaian peristiwa pada 4 Oktober 2026 menunjukkan bahwa wilayah Indonesia, khususnya kawasan pesisir dan daerah yang berasosiasi dengan sesar aktif, tetap rentan terhadap gempa bumi. BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan di wilayah-wilayah yang baru saja diguncang.

Bagi warga di daerah terdampak, langkah utama yang perlu diperhatikan adalah memastikan struktur bangunan tetap aman, menghindari bangunan yang mengalami kerusakan, serta mengikuti arahan dari otoritas setempat dan BMKG. Pemerintah daerah di Sumba Barat Daya masih melakukan pendataan menyeluruh untuk memastikan skala kerusakan dan kebutuhan penanganan pascagempa.

Sejauh ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dari gempa di Sumba Barat Daya, Ruteng, maupun Malang. Meski demikian, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan potensi gempa susulan dan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG sebagai acuan utama.

Exit mobile version