Hari Keempat Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Anak Krakatau, SAR Sisir Tiga Pulau Terdekat

Cakrawala News – 12 September 2026 | Masuk hari ketiga, tim SAR perluas pencarian 5 wartawan hilang di Anak Krakatau, dan hingga operasi hari keempat pada Jumat, 11 September 2026, hasilnya masih nihil. Tim SAR gabungan memperluas jangkauan pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau dengan menyisir pulau-pulau yang berjarak sekitar 3 kilometer dari gunung berapi tersebut.

Kepala Kantor SAR Banten, Al Amrad, mengatakan operasi hari keempat membagi wilayah pencarian menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus. Sektor khusus dikerahkan menggunakan KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten untuk menyisir Pulau Rakata, Pulau Sertung, dan Pulau Panjang, termasuk hingga ke daratan.

“Untuk sektor khusus di luar empat sektor sebelumnya, kami mengerahkan KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten. RIB 02 itu kembali ke Dermaga Marina pada pukul 15.31 WIB melakukan penyisiran di sekitar Anak Gunung Krakatau, sampai mencari di tiga titik pulau tersebut dan mereka menyisir di darat,” kata Amrad di Pandeglang, Banten, Jumat.

Meski penyisiran dilakukan lebih intensif selama sekitar tiga jam, tim belum menemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal. Amrad menyebut cuaca yang mendukung membuat tim dapat mendekati ketiga pulau dan naik ke daratan untuk melakukan penyisiran.

Hanya Satu Pelampung yang Ditemukan

Dari seluruh sektor pencarian, termasuk pencarian melalui jalur udara, tim SAR hanya menemukan satu buah pelampung atau life jacket. Pelampung berwarna oranye itu ditemukan Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer saat melakukan pencarian di sekitar perairan Gunung Anak Krakatau.

“Untuk Kapal Angkatan Laut (KAL) Anyer, lepas dari Dermaga Pelindo Ciwandan pada pukul 09.00 untuk searching, dan pada pukul 14.45 KAL Anyer menemukan kembali satu buah life jacket yang berwarna oranye. Kapal telah sandar kembali di Dermaga Ciwandan, saat ini sudah serah terima ke teman-teman Kantor SAR yang ada di Posko Anjungan di Dermaga Ciwandan,” ujar Amrad.

Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut Banten, Letkol Laut (P) Wawan Subagyo Mardani, menjelaskan pelampung tersebut ditemukan di sebelah timur Gunung Anak Krakatau dengan jarak sekitar 16,2 nautical mile. Ia menegaskan spesifikasi lebih lanjut mengenai pelampung itu masih menunggu proses identifikasi dan belum dapat dikaitkan dengan lima jurnalis serta tiga awak kapal yang hilang.

“Karena begitu barang ditemukan, kapal telah sandar, langsung diserahkan proses serah terima kepada tim Basarnas yang berada di Posko Anjungan di Ciwandan untuk selanjutnya ditindaklanjuti identifikasi oleh rekan-rekan dari Polairud maupun dari Polri,” tuturnya.

Pembagian Sektor dan Kekuatan Armada

Untuk mengoptimalkan pencarian delapan orang yang masih dalam pencarian, tim SAR gabungan membagi wilayah menjadi empat sektor utama dan satu sektor khusus dengan total luas sekitar 3.243,7 nautical mile persegi. Sebanyak 13 kapal dikerahkan dalam operasi hari keempat ini.

Sektor A melibatkan KRI Kerambit, KP Sanjaya, dan KAL Pahawang dengan area pencarian di perairan sebelah barat Selat Sunda seluas 1.026 nautical mile. Sektor B melibatkan KRI Leuser dan KAL Anyer di wilayah perairan barat Selat Sunda dengan luas 1.020 nautical mile.

Sektor C melibatkan KN SAR Basudewa dan RIB Lampung dengan area perairan sekitar bagian barat hingga barat daya Selat Sunda seluas 585 nautical mile. Sektor D melibatkan KP Hayabusa dan RBB Pulau Peucang dengan area di bagian barat daya Selat Sunda seluas 585 nautical mile.

Selain itu, tim SAR juga mengerahkan alutsista pendukung seperti KN SAR Tetuka, RIB 02 Banten, RBB P Peucang, TB Gunung Santri, dan KRI Lepu. Pemantauan juga difokuskan pada Pulau Krakatau, Pulau Panjang, Pulau Sertung, hingga Pulau Sebesi, dengan satu unit RIB 02 dari Lampung dikerahkan khusus mengelilingi Pulau Sebesi.

Pencarian melalui jalur udara dilakukan menggunakan helikopter 3604 selama sekitar satu jam di sekitar lokasi terakhir speed boat sebelum hilang kontak. Amrad menyebut helikopter tersebut telah mendarat kembali di Carita pada pukul 17.00 dengan hasil nihil.

Kronologi Hilangnya Jurnalis dan Awak Kapal

Peristiwa ini bermula ketika rombongan berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 14.00 WIB. Rombongan menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik di wilayah tersebut.

Lima jurnalis yang berada di dalam kapal cepat tersebut telah terdata. Mereka adalah M. Bagus Khoirunnas dari Kantor Berita Antara, Ari Basuki dari Merdeka.com, Yudistiro Pranoto dari iNews.id, Firdaus Wajidi dari Kantor Berita Anadolu, dan Donal Husni, seorang pewarta foto lepas. Selain kelima jurnalis, tiga awak kapal turut hilang kontak dalam peristiwa yang sama.

Sejumlah kendala sempat menghambat operasi pencarian pada hari-hari sebelumnya, termasuk abu vulkanik dan kondisi cuaca di Selat Sunda. Namun, berdasarkan laporan BMKG, cuaca di perairan Selat Sunda pada hari keempat dilaporkan cerah berawan sehingga mempermudah tim SAR dalam upaya pencarian.

Pulau Sertung sebelumnya belum disisir tim SAR karena masuk area rawan dalam radius 3 kilometer dari Gunung Anak Krakatau. Pada operasi hari keempat, penyisiran di pesisir pulau tersebut akhirnya dapat dilakukan seiring kondisi yang lebih mendukung.

Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

Hingga operasi hari keempat berakhir, keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal belum diketahui. Satu-satunya temuan material adalah pelampung oranye yang kini berada di Posko Anjungan Dermaga Ciwandan untuk diidentifikasi lebih lanjut oleh tim gabungan.

Perluasan area pencarian ke pulau-pulau terdekat dari Gunung Anak Krakatau menjadi fokus utama tim SAR gabungan pada tahap ini. Keluarga korban dan publik menantikan hasil identifikasi pelampung tersebut, sementara operasi pencarian dipastikan akan terus berlanjut dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan tingkat keamanan di sekitar kawasan vulkanik.

Exit mobile version