Inggris Yakin IRGC Iran Dalang Teror di Pangkalan Udara RAF Fairford

Inggris Yakin IRGC Iran Dalang Teror di Pangkalan Udara RAF Fairford
Inggris Yakin IRGC Iran Dalang Teror di Pangkalan Udara RAF Fairford

Cakrawala News – 16 Oktober 2026 | Inggris yakin pasukan Garda Revolusi Iran di balik insiden di Fairford [titlebase]. Perdana Menteri Inggris, Andy Burnham, pada Senin (12/10/2026), menyatakan bahwa investigasi keamanan hampir memastikan pemerintah Iran dan Pasukan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengoordinasikan aksi terorisme di Pangkalan Udara RAF Fairford bulan lalu.

Pernyataan itu menandai eskalasi tuduhan London terhadap Teheran. Burnham menegaskan pihaknya tidak akan menoleransi ancaman apa pun terhadap keamanan Inggris, termasuk serangan yang menyasar infrastruktur militer negara tersebut.

“Kami akan memberantas jaringan kriminalitas Iran dan IRGC yang menggunakan berbagai cara untuk menargetkan infrastruktur militer di Inggris,” ujar Burnham, dikutip dari Politico.

Insiden di RAF Fairford bukan satu-satunya kasus yang menyita perhatian otoritas Inggris. Inggris juga telah menangkap dua warga negara Latvia yang menerobos masuk ke Pangkalan Udara RAF Molesworth di Cambridgeshire. Keduanya diduga masuk dengan melubangi kawat pagar di area pangkalan udara tersebut.

Pemanggilan Duta Besar dan Rencana Sanksi

Menyusul pernyataan Burnham, Menteri Luar Negeri Inggris, Ed Miliband, memanggil Duta Besar Iran di London. Pemanggilan itu dimaksudkan untuk meminta penjelasan lebih lanjut soal keterlibatan Iran dan IRGC yang dinilai mengancam keamanan Inggris.

Miliband juga menyampaikan bahwa London akan menjatuhkan sanksi kepada dua orang yang dituduh melakukan spionase dan serangan atas perintah pemerintah Iran di Eropa dan Amerika Serikat.

“Kami akan menyatakan kecaman atas lanjutan upaya Iran untuk mengganggu keamanan kami. Kami akan menjatuhkan sanksi kepada dua orang yang melakukan spionase dan serangan atas perintah dari pemerintah Iran di Eropa dan AS,” ungkap Miliband, dikutip dari The Guardian.

Langkah diplomatik dan sanksi tersebut menunjukkan bahwa Inggris tidak hanya merespons insiden di Fairford secara keamanan, tetapi juga membawanya ke ranah hubungan bilateral. Pemanggilan duta besar merupakan sinyal protes resmi yang jarang dilakukan terhadap negara lain.

Bantahan Teheran

Pada hari yang sama, Duta Besar Iran untuk Inggris, Seyed Ali Mousavi, membantah tuduhan yang dialamatkan kepada negaranya terkait insiden Fairford. Menurutnya, Iran tidak mengetahui apa pun soal kasus tersebut dan bersedia bekerja sama dalam proses investigasi.

Bantahan itu menempatkan kedua negara pada posisi berseberangan. Di satu sisi, London mengklaim memiliki hasil investigasi keamanan yang mengarah pada keterlibatan pemerintah Iran dan IRGC. Di sisi lain, Teheran menegaskan tidak memiliki pengetahuan atas peristiwa tersebut dan menawarkan kerja sama penyelidikan.

Perbedaan sikap ini membuat perkembangan kasus masih terbuka. Publik menantikan apakah penyelidikan lanjutan akan memunculkan bukti tambahan yang memperkuat atau justru menggugurkan tuduhan tersebut.

Konteks Ancaman yang Lebih Luas

Tuduhan terhadap Iran bukan hal baru dalam beberapa tahun terakhir. Dilansir Iran International, Inggris sudah menuding Iran terlibat dalam sejumlah upaya terorisme dan pembunuhan menggunakan jaringan kriminalnya.

Pada 2025, Inggris mengidentifikasi 20 ancaman pembunuhan dan penculikan yang didukung oleh Iran. Angka itu memberikan konteks mengapa London merespons insiden di Fairford dengan cukup keras, termasuk melalui pemanggilan diplomatik dan rencana sanksi.

Dalam kasus Fairford sendiri, otoritas Inggris sebelumnya sudah membebaskan lima orang terduga pelaku karena belum menemukan alat peledak. Burnham pun sebelumnya telah menduga adanya keterlibatan Iran, meski saat itu belum ada kesimpulan resmi dari investigasi keamanan.

Pembebasan kelima terduga pelaku menunjukkan bahwa proses hukum tetap berjalan berdasarkan bukti yang tersedia. Namun, pernyataan terbaru Burnham mengindikasikan bahwa aparat keamanan kini memiliki temuan yang lebih kuat, meski rinciannya belum dipublikasikan secara terbuka.

Yang Perlu Dicermati ke Depan

Sejumlah hal masih menjadi perhatian. Pertama, apakah Inggris akan benar-benar menjatuhkan sanksi kepada dua orang yang disebut melakukan spionase dan serangan atas perintah Iran. Kedua, bagaimana respons resmi Teheran setelah pemanggilan duta besarnya di London.

Ketiga, apakah kerja sama investigasi yang ditawarkan Iran akan diterima Inggris, mengingat kedua negara memiliki posisi yang saling bertentangan. Keempat, apakah insiden di RAF Fairford dan RAF Molesworth merupakan bagian dari pola serangan yang lebih luas terhadap infrastruktur militer Inggris.

Inggris yakin pasukan Garda Revolusi Iran di balik insiden di Fairford [titlebase], dan keyakinan itu kini menjadi dasar langkah diplomatik serta ancaman sanksi. Namun, tuduhan tersebut tetap dibantah Teheran, sehingga dinamika hubungan kedua negara berpotensi memanas dalam waktu dekat.

Bagi pembaca, perkembangan kasus ini penting dipantau karena menyangkut keamanan internasional, hubungan bilateral Inggris-Iran, serta implikasi sanksi yang bisa memengaruhi stabilitas kawasan. Sampai ada bukti resmi yang dipublikasikan, status keterlibatan pihak-pihak tertentu masih menjadi klaim yang perlu diuji dalam proses investigasi dan hukum.

Exit mobile version