Cakrawala News – 18 September 2026 | Presiden RI bakal saksikan naval parade dari kapal induk Garibaldi yang kini bersandar di Dermaga 107, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi (C551) milik Angkatan Laut Italia itu akan tampil perdana dalam naval parade di perairan Teluk Jakarta pada 4 Oktober 2026, sekaligus menjadi lokasi bagi Kepala Negara dan para tamu penting negara menyaksikan barisan alutsista laut TNI.
Sebelum tampil dalam parade, kapal berbobot 13.850 ton tersebut lebih dulu menjalani proses serah terima dari Pemerintah Italia kepada Pemerintah Indonesia. Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan, Garibaldi akan resmi berganti nama menjadi KRI Sriwijaya-100 pada Kamis, 24 September 2026.
“Kapal ini masih merupakan kapal Angkatan Laut Italia saat ini, dan nantinya kemungkinan akan diserahkan dan menjadi kapal TNI Angkatan Laut atau menjadi Kapal Republik Indonesia atau KRI pada tanggal 24 (September),” kata Ali saat jumpa pers di depan kapal induk tersebut, Jumat (18/9/2026).
Dalam prosesi itu, Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan shipnaming, penurunan bendera Italia yang diganti dengan bendera Indonesia (reflagging), sekaligus melantik komandan KRI Sriwijaya. Momen pergantian bendera tersebut menjadi penanda resmi berpindahnya kepemilikan kapal induk pertama Indonesia dari Italia ke Tanah Air.
Kedatangan dan Penyambutan di Tanjung Priok
Kapal induk Garibaldi tiba di Dermaga 107 Pelabuhan Tanjung Priok pada Jumat pagi pukul 07.58 WIB. Saat merapat, kapal itu masih mengibarkan bendera Italia dan membawa sekitar 300 personel Angkatan Laut Italia yang turut mengantar dari negara asalnya.
Kedatangan kapal tersebut disambut Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Wakil Panglima TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Bakamla Laksamana Madya Irvansyah, serta tiga kepala staf dari masing-masing matra. Sjafrie dan sejumlah petinggi TNI sempat meninjau bagian dalam kapal, meski awak media belum diizinkan melihat isi kapal.
Garibaldi berangkat dari Italia pada 24 Agustus 2026. Selama pelayaran, kapal itu dikawal kapal perang Angkatan Laut Italia hingga mendekati Colombo, Sri Lanka, tempat kapal mengisi ulang bahan bakar. Setelah dari Sri Lanka, kapal masuk ke wilayah perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I atau perairan Bangka, Kepulauan Bangka Belitung.
Saat memasuki wilayah Indonesia, kapal induk tersebut langsung dikawal dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321. Pengawalan itu menegaskan status Garibaldi sebagai calon kapal induk pertama yang akan memperkuat armada TNI AL.
Fokus pada Operasi Selain Perang
Menurut KSAL Muhammad Ali, kapal induk pertama Indonesia itu akan difokuskan untuk operasi militer selain perang (OMSP). Meski demikian, ia menegaskan kapal tersebut tetap bisa digunakan untuk keperluan perang.
“Tapi, akan kami fokuskan terutama untuk OMSP, di mana negara kita ini banyak bencana alam. Jadi, kami sangat membutuhkan kapal atau platform yang bisa membawa banyak helikopter,” ujar Ali.
Dengan kapasitas yang mampu mengangkut hingga 14 helikopter, kata Ali, logistik bagi korban bencana dapat dibawa lebih banyak dan didistribusikan lebih cepat ke area terpencil. Jumlah helikopter yang bisa diangkut menyesuaikan ukuran helikopter yang digunakan.
Walau belum resmi diserahkan, kapal itu akan tetap berada di Tanah Air untuk pembenahan fisik dan perbaikan mesin agar sesuai dengan kebutuhan operasi TNI AL. Proses retrofit direncanakan melibatkan PT PAL bersama Fincantieri, dan kapal akan diawaki tambahan personel.
Panggung Naval Parade HUT ke-81 TNI
Setelah resmi menjadi KRI Sriwijaya-100, kapal induk itu akan tampil dalam naval parade di perairan Teluk Jakarta pada 4 Oktober 2026. Acara tersebut merupakan rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksma Tunggul menyatakan, kapal induk pertama Indonesia itu akan menjadi tempat bagi Presiden RI dan para tamu penting negara melihat barisan alutsista laut. Mabes TNI dan Mabesal bakal mengerahkan setidaknya 102 kapal perang Republik Indonesia (KRI) dalam acara sailing pass dan fly pass itu.
“Terkait dengan sailing pass yang rencananya akan dihadiri Presiden RI di Perairan Teluk Jakarta, Kapal Garibaldi akan dilibatkan dalam kegiatan tersebut,” kata Tunggul di Jakarta.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen Muhammad Nas membenarkan bahwa ITS Garibaldi akan tampil bersama ratusan kapal TNI lainnya. Menurut Nas, data perencanaan mencatat 102 KRI terlibat dalam rangkaian naval parade tersebut.
Selain parade, TNI akan menyajikan simulasi operasi tempur di laut yang dilakukan deretan pasukan khusus. Sehari setelah parade laut, TNI menggelar parade alutsista darat di Silang Monas, Jakarta Pusat, yang juga dipastikan dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Nas berharap rangkaian HUT ke-81 TNI menjadi momentum memperkuat kebersamaan dan kedekatan TNI dengan rakyat, sekaligus menunjukkan kontribusi TNI bagi masyarakat dan bangsa Indonesia. Masyarakat pun diundang untuk menyaksikan langsung acara tersebut.
Dengan hadirnya kapal induk pertama, Indonesia menambah kemampuan platform laut yang selama ini belum dimiliki. Publik menantikan bagaimana proses serah terima pada 24 September berjalan, sekaligus seperti apa peran KRI Sriwijaya-100 dalam naval parade dan operasi kemanusiaan ke depan.












