Cakrawala News – 15 September 2026 | Kekasih biksu di Thailand ditangkap, polisi sita uang tunai, emas hingga 35 patung Buddha dalam kasus dugaan penggelapan dana kuil dan pencucian uang yang mengguncang kalangan rohaniwan Buddha di negara tersebut. Penangkapan dilakukan terhadap Phra Wachirayan Wi, mantan kepala biara Wat Phutthaisawan di Provinsi Phra Nakhon Si Ayutthaya, bersama seorang perempuan berusia 47 tahun yang diduga memiliki hubungan pribadi sekaligus berperan sebagai kaki tangan dalam kasus ini.
Menurut keterangan kepolisian Thailand, Phra Wachirayan Wi yang kini berusia 66 tahun ditangkap pada Kamis, 10 September 2026. Penangkapan itu terkait dugaan penyelewengan dana kuil dan pencucian uang. Kasus ini mencuat setelah beredar video yang diduga menampilkan hubungan tidak senonoh antara sang biksu dan asistennya, yang turut mempercepat penyelidikan aparat.
Dugaan Aliran Dana Kuil yang Tidak Masuk Rekening Resmi
Kepala Divisi Penindakan Kejahatan Kepolisian Thailand, Pattanasak Bupphasuwan, menyatakan penyelidikan bermula dari laporan anonim pada pertengahan Juli 2026. Laporan itu menuduh Phra Wachirayan Wi melanggar hukum sekaligus menyalahgunakan dana milik kuil.
Polisi kemudian menelusuri aliran keuangan kuil dan menemukan dua aliran dana yang tidak pernah masuk ke rekening resmi. Aliran pertama berasal dari dana renovasi kuil senilai sekitar 89 juta baht atau setara US$2,69 juta. Aliran kedua mencapai sekitar 2,8 juta baht yang berasal dari pembayaran untuk jimat dan benda-benda sakral.
“Uang dari kedua aliran dana tersebut tidak masuk ke rekening kuil. Tidak satu Baht pun,” kata Pattanasak, seperti dikutip dari pemberitaan internasional. Total nilai dana yang diduga digelapkan disebut mencapai lebih dari 92 juta baht atau sekitar Rp49 miliar. Sebagian pemberitaan menyebut angka sekitar US$2,8 juta atau lebih dari Rp46 miliar, sementara sumber lain menyebut Rp49 miliar, sehingga nilai pasti masih menunggu verifikasi otoritas.
Polisi menduga dana tersebut dialihkan untuk membiayai gaya hidup mewah sang biarawan bersama perempuan yang disebut memiliki hubungan khusus dengannya. Namun, dugaan itu masih dalam tahap penyelidikan dan belum menjadi fakta yang terbukti secara hukum.
Barang Bukti yang Disita
Dalam penggeledahan di kediaman mantan kepala biara tersebut, polisi menemukan sejumlah barang berharga. Di antaranya batang emas bernilai jutaan baht serta patung Buddha emas dengan berat mencapai 2 kilogram. Penyidik menyita aset bernilai besar yang masih harus diverifikasi sumber dan keabsahannya.
Penyidik juga menemukan emas seberat 16 kilogram yang diduga terkait dengan penggelapan dana kuil. Selain itu, polisi menyita uang tunai serta puluhan patung Buddha. Sejumlah laporan menyebut total 35 patung Buddha turut diamankan dalam rangkaian penggeledahan tersebut.
Polisi kini masih menelusuri bukti-bukti yang ditemukan, termasuk aliran dana, aset, serta hubungan antara pihak-pihak yang diduga terlibat. Rekaman kamera pengawas atau CCTV yang diduga berkaitan dengan rangkaian peristiwa tersebut juga sempat beredar dan menarik perhatian masyarakat.
Latar Belakang Biksu Senior
Di balik kasus tersebut, muncul fakta mengenai kehidupan masa lalu Phra Wachirayan Wi sebelum menjalani kehidupan sebagai biksu. Informasi itu diungkap dalam program televisi Hone Krasae yang ditayangkan pada 11 September 2026.
Wakil Kepala Subdirektorat 1 Biro Pemberantasan Kejahatan Thailand, Letnan Kolonel Polisi Kritsada Plaikhan, membongkar latar belakang biksu senior tersebut. Menurut Kritsada, pelaku sejak sebelum menjadi biksu dikenal sebagai sosok yang dekat dengan aktivitas keagamaan dan kerap melakukan kegiatan spiritual.
Namun, sebelum ditahbiskan sebagai biksu, pelaku ternyata pernah menjalani kehidupan berumah tangga. “Dia pernah memiliki istri dan hidup bersama sebagai suami istri,” kata Kritsada. Hubungan itu disebut berlangsung sekitar dua tahun ketika usianya sekitar 35 hingga 36 tahun, sebelum akhirnya ia meminta izin kepada istrinya untuk meninggalkan kehidupan duniawi dan menjadi biksu.
Respons Dewan Sangha Buddha Thailand
Dewan Sangha Buddha Thailand menegaskan kasus viral biksu senior di Wat Phutthaisawan merupakan persoalan individu dan tidak dapat digeneralisasi sebagai masalah seluruh lembaga keagamaan Buddha di Thailand. Pernyataan itu disampaikan setelah beredar informasi mengenai operasi penegakan hukum terhadap sejumlah kuil di wilayah Thailand bagian tengah.
Melalui pernyataan resmi pada 14 September 2026, lembaga tersebut menyatakan hingga saat ini belum menerima informasi mengenai rencana tindakan hukum atau operasi pemberantasan korupsi terhadap kuil lain seperti yang diberitakan. “Kasus yang terjadi merupakan persoalan individu dan kasus tertentu, bukan gambaran keseluruhan sangha atau kegiatan Buddhisme,” tulis Dewan Sangha Buddha Thailand.
Dewan Sangha Buddha Thailand mengatakan pihaknya terus memantau perkembangan kasus dan berkoordinasi dengan lembaga terkait. Menurut mereka, setiap tindakan terhadap lembaga keagamaan harus didasarkan pada hukum, aturan disiplin keagamaan Buddha, prinsip keadilan, serta bukti yang dapat dipertanggungjawabkan. Para biksu, samanera, maupun kuil yang menjalankan aktivitas sesuai aturan agama dan hukum akan mendapatkan perlindungan secara penuh dan adil.
Dorongan Reformasi Pengelolaan Aset Kuil
Kasus ini turut mendorong percepatan reformasi administrasi digital untuk memperkuat transparansi pengelolaan aset kuil secara nasional. Mahathera Samakhom menetapkan aturan wajib rekening bank, pembukuan finansial, dan sistem donasi elektronik bagi seluruh kuil.
Kebijakan itu diharapkan menutup celah penyalahgunaan dana yang selama ini sulit diawasi. Wat Phutthaisawan sendiri merupakan kuil kerajaan yang berdiri sejak abad ke-14 di Ayutthaya dan menjadi salah satu situs bersejarah penting di bekas ibu kota Kerajaan Siam. Kuil tersebut juga menarik wisatawan domestik dan mancanegara.
Kasus dugaan penggelapan dana dan skandal seks ini menjadi sorotan terbaru yang mengguncang kalangan rohaniwan Buddha di Thailand, negara dengan mayoritas penduduk beragama Buddha. Publik menanti hasil penyelidikan polisi serta langkah Dewan Sangha Buddha Thailand dalam menjaga kepercayaan umat. Proses hukum terhadap Phra Wachirayan Wi dan perempuan yang ditangkap bersamanya masih berjalan, dan keduanya belum dinyatakan bersalah secara hukum.
