Megawati Soekarnoputri Raih Lifetime Achievement ASCA 2026, Olly Dondokambey Turut Dampingi

Megawati Soekarnoputri Raih Lifetime Achievement ASCA 2026, Olly Dondokambey Turut Dampingi
Megawati Soekarnoputri Raih Lifetime Achievement ASCA 2026, Olly Dondokambey Turut Dampingi

Cakrawala News – 18 September 2026 | Presiden ke-5 Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, resmi menerima penghargaan khusus Lifetime Achievement dalam ajang Apresiasi Swara Cantika (ASCA) 2026. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara yang digelar di Samisara Grand Ballroom, Sopo Del Office Tower, Jakarta Selatan, pada Kamis (17/9/2026). Dalam momen itu, Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey tampak mendampingi Megawati Soekarnoputri saat menerima penghargaan bergengsi tersebut.

Penghargaan Lifetime Achievement diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi panjang Megawati Soekarnoputri dalam berbagai bidang, khususnya perjalanan politik dan kepemimpinannya di Indonesia. Kehadiran Olly Dondokambey yang mendampingi Presiden ke-5 RI itu turut menjadi sorotan dalam acara penghargaan yang berlangsung di Jakarta tersebut.

Momen penyerahan penghargaan ini menjadi salah satu peristiwa penting yang menandai pengakuan atas kiprah Megawati Soekarnoputri selama ini. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lebih lanjut mengenai isi sambutan maupun pernyataan langsung dari Megawati terkait penghargaan yang diterimanya.

Dinamika Politik di Sekitar Megawati

Nama Megawati Soekarnoputri juga masih menjadi perbincangan hangat dalam dinamika politik nasional. Salah satunya terkait pemecatan Achmad Hidayat dari keanggotaan PDI Perjuangan. Achmad, yang sebelumnya menjabat Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya, mengungkapkan bahwa pemecatannya berawal dari kunjungannya ke kediaman Presiden ke-7 RI Joko Widodo di Solo pada Juli 2026.

Menurut Achmad, kunjungan tersebut dilakukan atas inisiatif pribadi setelah dirinya berziarah ke makam Mbah Kiai Hasan Besari di Ponorogo. Ia mengaku tidak datang sendirian, melainkan bersama kader senior PDIP Sulikan dan seorang rekannya. Dalam pemeriksaan Komite Etik dan Disiplin PDIP yang dipimpin Pengurus DPP PDIP Sadarestuwati pada 26 Agustus 2026, Achmad ditanya mengenai maksud kedatangannya ke kediaman Jokowi.

Achmad menyebut pertemuan itu tidak membahas agenda politik tertentu dan hanya berlangsung dalam suasana silaturahmi. Ia mengaku sempat menanyakan kepada Jokowi soal keinginan bertemu Megawati Soekarnoputri. Menurut Achmad, Jokowi saat itu memberikan respons santai dan menyatakan tidak memiliki persoalan dengan Ketua Umum PDIP tersebut serta membuka kemungkinan keduanya kembali bertemu.

Namun, kunjungan itu rupanya dipandang berbeda oleh DPP PDIP. Achmad mengatakan partai mencurigai adanya kepentingan politik lain di balik pertemuannya dengan Jokowi, termasuk dugaan bahwa dirinya hendak bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Polemik Ijazah dan Sindiran ke Jokowi

Isu lain yang turut menyeret nama Megawati Soekarnoputri adalah polemik dugaan ijazah palsu Jokowi. Dosen Lintas Budaya Ali Syarief menyindir bahwa Presiden ke-7 RI itu harus menunjukkan ijazah S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) miliknya jika ingin bersilaturahmi dengan Ketua Umum PDIP tersebut.

Pernyataan itu disampaikannya melalui akun X pribadinya dan dikutip pada Kamis (17/9). Sebagai informasi, polemik dugaan ijazah palsu Jokowi telah mencuat sejak 2025 dan kini memasuki proses hukum dengan Roy Suryo serta Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa sebagai terdakwa.

UGM telah berkali-kali mengonfirmasi bahwa ijazah Jokowi asli beserta dokumen akademik yang lengkap, termasuk IPK dan skripsinya. Jokowi bahkan menyatakan akan hadir langsung dalam persidangan terkait tuduhan ijazah palsu tersebut. Selain memberikan keterangan, ia disebut akan membawa ijazah mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga S1.

Kuasa hukum Jokowi, Rivai Kusumanegara, menilai pengadilan merupakan forum paling tepat untuk memperlihatkan dokumen-dokumen tersebut karena prosesnya berada di bawah pengawasan hakim dan bertujuan mengungkap kebenaran materiil.

Kilas Balik dan Konteks Politik

Nama Megawati Soekarnoputri juga disebut dalam perbandingan yang dilontarkan pegiat media sosial sekaligus penulis Hasyim Muhammad. Ia menilai proses pemecatan Purbaya Yudhi Sadewa dari jabatan Menteri Keuangan memiliki kemiripan dengan peristiwa pemecatan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan oleh Presiden Megawati.

Menurut Hasyim, pemecatan Purbaya yang berlangsung tiba-tiba lewat sambungan telepon terkesan tidak etis, namun pada sisi lain ia justru mendapat simpati dan dukungan besar dari masyarakat. Hasyim menilai peristiwa itu mengingatkan pada pemecatan SBY yang disebutnya menjadi awal perang dingin keduanya yang berlangsung hingga kini.

Dalam konteks hubungan internasional, Megawati juga memiliki jejak diplomatik yang tercatat. Kunjungannya pada 2003 disebut menjadi bagian dari upaya menghidupkan kembali hubungan Indonesia dengan Federasi Rusia pada era Reformasi, termasuk kesepakatan pembelian peralatan militer. Langkah itu kemudian diikuti dengan dibukanya kembali beasiswa bagi pelajar Indonesia yang ingin menempuh pendidikan di Rusia.

Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa nama Megawati Soekarnoputri tetap menjadi rujukan penting dalam berbagai diskursus politik, hukum, dan diplomasi Indonesia. Penghargaan Lifetime Achievement ASCA 2026 menjadi penegasan atas posisinya sebagai salah satu tokoh sentral dalam perjalanan bangsa, sekaligus pengingat bahwa dinamika politik di sekitarnya masih terus bergulir dan layak dicermati perkembangannya.

Exit mobile version