Cakrawala News – 11 Oktober 2026 | Antusiasme terhadap riset di bidang keuangan mencatatkan lonjakan signifikan pada ajang Lembaga Penjamin Simpanan Competition on Financial Research (LPS CFR) 2026. Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu, menyatakan bahwa lebih dari 700 peserta mengikuti kompetisi tahun ini dan 35 finalis terpilih melalui seleksi ketat. Puncak acara sekaligus pengumuman pemenang berlangsung dalam LPS CFR 2026 dan Research Fair 2026 di Bandung, Sabtu (10/10/2026).
Menurut Anggito, tingginya angka partisipasi tersebut menjadi sinyal positif atas besarnya minat akademisi, peneliti, hingga praktisi terhadap isu penjaminan simpanan dan sektor keuangan. “Tahun ini, antusiasmenya sangat menggembirakan, lebih dari 700 peserta mengikuti kompetisi dan 35 finalis terpilih melalui seleksi ketat,” ujar Anggito saat memberikan sambutan.
Penyelenggaraan tahun ketujuh ini mencatatkan pertumbuhan yang konsisten. Sebagai perbandingan, LPS menerima 294 makalah pada 2024, yang kemudian meningkat menjadi 402 makalah pada 2025, sebelum akhirnya melonjak drastis pada 2026. Data tersebut menunjukkan bahwa ruang riset di sektor keuangan semakin diminati oleh kalangan akademik maupun praktisi.
Dorongan agar Riset Menjadi Masukan Kebijakan
Anggito berharap perkembangan ini mampu memperkuat ekosistem riset nasional, terutama yang berkaitan dengan peran LPS dalam menjaga stabilitas sistem keuangan serta kepercayaan publik. Ia menilai peningkatan minat masyarakat untuk meneliti, khususnya terkait peran dan fungsi LPS, sebagai sebuah kebanggaan bagi lembaganya.
“Hal ini merupakan kebanggaan bagi kami, karena minat masyarakat untuk meneliti, khususnya terkait peran dan fungsi LPS semakin meningkat. Kami berharap karya-karya terbaik tidak berhenti sebagai dokumen lomba. Mari kita kembangkan menjadi masukan nyata bagi kebijakan LPS, penguatan kepercayaan masyarakat, dan akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional yang meningkatkan kesejahteraan. Riset terbaik bukan hanya menjawab pertanyaan ilmiah, tetapi juga membantu menyelesaikan persoalan bangsa,” tambahnya.
LPS CFR dirancang sebagai wadah inovasi yang menjembatani dunia akademik, industri, dan regulator. Tujuannya adalah membangun ekosistem riset yang profesional, independen, dan berintegritas. Melalui ajang ini, LPS mendorong lahirnya analisis kritis yang dapat menjadi fondasi perumusan kebijakan strategis di sektor perbankan dan keuangan nasional.
Selain menilai kualitas materi, LPS memberikan perhatian khusus pada aspek integritas melalui penghargaan Peneliti Harapan dan Peneliti Berprinsip. Penghargaan ini menegaskan komitmen LPS dalam membangun budaya riset yang menjunjung tinggi kejujuran dan tanggung jawab akademik.
Di tengah masifnya penggunaan kecerdasan buatan (AI), LPS mengingatkan bahwa teknologi hanyalah alat bantu yang tidak boleh menggeser kemampuan berpikir kritis dan orisinalitas peneliti. Peringatan itu menjadi relevan mengingat riset di sektor keuangan menuntut analisis yang tajam dan berbasis data yang dapat dipertanggungjawabkan.
Daftar Pemenang LPS CFR 2026
Dalam kesempatan tersebut, LPS mengumumkan pemenang dari enam kategori utama serta kategori Promising Papers yang mengapresiasi peneliti dari berbagai wilayah di Indonesia. Berikut daftar lengkapnya:
- Juara 1: Lusia Oktavia Cungfrensius, Gibran Agung Nusananta, dan Monica Lewensky dengan judul penelitian “Risk-Based Policy Guarantee: Strategi Contractual Compliance dan Sanksi Administratif dalam Menjaga Stabilitas Industri Asuransi di Indonesia”.
- Juara 2: Sultan Abdul Bimantara, Muh. Riswandi, dan Tia Triemelia dengan judul penelitian “Literasi dan Kepercayaan dalam Pembentukan Niat Berpartisipasi pada Program Penjaminan Polis (PPP) pada Asuransi Syariah: Studi Mixed-Method”.
- Juara 3: Joseph Anjelo Romrome, Arjen Robben Doddy Sahanaya, dan Grazio Michael Wutabisu dengan judul penelitian “Membangun Financial Resilience di Tengah Ketidakpastian Bencana: Mengungkap Jalur Financial Literacy menuju Institutional Trust dan Disaster-Relevant Use of Formal Financial Services dengan LPS Awareness sebagai Penguat Ketahanan Keuangan Rumah Tangga”.
- Juara 4: An-nisa Nurjanah dengan judul penelitian “Tergiur Bunga Digital, Lupa Penjaminan? Analisis Disparitas Suku Bunga Bank Digital terhadap TBP LPS”.
- Juara 5: Arpin Hamonangan Pasaribu dengan judul penelitian “Analisis Transmisi Tingkat Bunga Penjaminan dan Premi Berbasis Risiko dalam Kerangka Risk Minimizer Lembaga Penjamin Simpanan terhadap Stabilitas Sistem Perbankan Indonesia”.
- Juara 6: Gilbert Daniel Dominggo Tambun dengan judul penelitian “Analisis Transmisi Tingkat Bunga Penjaminan dan Premi Berbasis Risiko dalam Kerangka Risk Minimizer Lembaga Penjamin Simpanan terhadap Stabilitas Sistem Perbankan Indonesia”.
Sejumlah tema yang diangkat para finalis menyoroti isu yang dekat dengan industri, mulai dari kebijakan penjaminan berbasis risiko, literasi dan kepercayaan pada asuransi syariah, ketahanan finansial rumah tangga di tengah ketidakpastian bencana, hingga disparitas suku bunga bank digital terhadap Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS.
LPS menilai tema-tema tersebut menunjukkan bahwa peserta tidak hanya menyoroti persoalan teoretis, tetapi juga menyentuh persoalan praktis yang dihadapi industri dan masyarakat. Hal itu sejalan dengan posisi LPS sebagai lembaga yang berperan menjaga stabilitas sistem keuangan dan melindungi nasabah.
Dengan lonjakan partisipasi pada tahun ketujuh penyelenggaraan, LPS berharap hasil riset para pemenang tidak berhenti sebagai dokumen kompetisi. LPS mendorong karya-karya tersebut dikembangkan menjadi masukan nyata bagi kebijakan, penguatan kepercayaan masyarakat, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.
Ke depan, tantangan yang perlu diperhatikan adalah memastikan ekosistem riset keuangan tetap tumbuh secara sehat, menjunjung integritas, dan mampu menjawab kebutuhan industri maupun regulator. Peningkatan jumlah makalah yang drastis pada 2026 menjadi indikasi kuat bahwa ruang kolaborasi antara akademisi, industri, dan regulator semakin terbuka.
