Moreno Soeprapto Minta Maaf usai Video Call dan Julurkan Lidah di Rapat MIND ID Viral

Moreno Soeprapto Minta Maaf usai Video Call dan Julurkan Lidah di Rapat MIND ID Viral
Moreno Soeprapto Minta Maaf usai Video Call dan Julurkan Lidah di Rapat MIND ID Viral

Cakrawala News – 20 September 2026 | Anggota Komisi XII DPR RI, Moreno Soeprapto, menjadi sorotan publik setelah rekaman Moreno Soeprapto video call sambil julurkan lidah saat rapat dengan MIND ID, anggota DPR berharta Rp40 miliar, beredar luas di media sosial. Aksi mantan pembalap nasional itu menuai kecaman karena dinilai tidak menghormati jalannya Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Direktur Utama MIND ID dan jajaran direktur utama subholding. Insiden tersebut terekam kamera dan kemudian memicu gelombang kritik dari warganet sebelum akhirnya membuat Moreno angkat bicara dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Kronologi Kejadian

Peristiwa itu terjadi ketika Komisi XII DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama Direktur Utama MIND ID pada Selasa, 15 September. Dalam rekaman yang beredar, Moreno terlihat duduk di ruang rapat di samping anggota DPR lain yang tengah menyampaikan pandangan. Ia tampak menggunakan telepon genggam untuk melakukan panggilan video, tersenyum, dan tertawa saat berkomunikasi melalui layar ponselnya.

Dalam potongan video tersebut, Moreno bahkan sempat menjulurkan lidah ke arah kamera sebelum memperlihatkan layar ponselnya ke arah suasana rapat. Rekaman itu sendiri sebenarnya direkam dan ditayangkan melalui channel YouTube TVR Parlemen. Namun, potongan video tersebut baru viral di sejumlah platform media sosial pada 20 September 2026, atau beberapa hari setelah rapat berlangsung.

Viralnya video ini memicu reaksi keras dari publik. Salah satu kritik pedas datang dari akun Threads @gie.pharells yang menyebut aksi Moreno sebagai tindakan memalukan. Akun tersebut menilai anggota DPR seharusnya bekerja dengan serius saat mengikuti rapat penting, bukan bermain ponsel. Kritik itu kemudian disusul oleh berbagai komentar serupa yang menyoroti etika dan kedisiplinan wakil rakyat di ruang sidang.

Klarifikasi dan Permohonan Maaf Moreno

Derasnya kritik publik membuat Moreno Soeprapto akhirnya buka suara. Didampingi sang istri, Noorani Sukardi, ia menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf terbuka melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @moreno_soeprapto, pada Minggu, 20 September 2026. Moreno menegaskan tidak ada maksud untuk melecehkan atau menyepelekan jalannya rapat yang terhormat tersebut.

“Saya sekali lagi bersama Noorani istri saya memohon maaf yang sebesar-besarnya, tidak ada bermaksud hati kami atau hati saya pada saat bekerja melecehkan persidangan rapat yang terhormat,” kata Moreno.

Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menjelaskan bahwa panggilan video tersebut dilakukan secara spontan karena dirinya mendapat kesempatan berkomunikasi dengan anaknya yang baru saja diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Ia menyebut saat itu sang anak sedang dalam masa pemulihan dan bersama kakak perempuannya.

“Saya minta maaf, itu VC dengan anak saya yang baru saja keluar rumah sakit hari itu lagi bersama kakak perempuan saya,” ujar Moreno.

Ia menambahkan, sebagai ayah yang kesehariannya banyak tersita pekerjaan, momen tersebut dimanfaatkan untuk menghibur dan membuat anaknya tersenyum. Menurut Moreno, video call itu dilakukan tanpa niat menyepelekan forum rapat, melainkan murni karena situasi keluarga yang sedang ia hadapi saat itu.

Sorotan Publik dan Konteks Jabatan

Moreno Soeprapto merupakan mantan pembalap mobil nasional yang kini duduk sebagai anggota DPR periode 2024-2029. Ia menjadi wakil rakyat dari daerah pemilihan Jawa Timur V yang meliputi wilayah Malang Raya. Posisinya sebagai anggota Komisi XII membuatnya terlibat langsung dalam rapat bersama MIND ID dan jajaran direktur utama subholding.

Insiden video call sambil menjulurkan lidah ini menambah daftar sorotan publik terhadap perilaku anggota dewan di ruang rapat. Sejumlah warganet mempertanyakan etika dan fokus kerja wakil rakyat, terutama ketika rapat membahas isu strategis yang menyangkut perusahaan negara. Kritik yang muncul tidak hanya menyoroti aksi Moreno, tetapi juga membuka diskusi lebih luas tentang pengawasan terhadap kinerja legislatif.

Sejauh ini, belum ada keterangan resmi dari pimpinan Komisi XII DPR RI maupun Fraksi Partai Gerindra terkait apakah insiden tersebut akan berlanjut ke mekanisme internal atau sanksi. Publik pun masih menantikan perkembangan berikutnya, termasuk sikap resmi dari lembaga tempat Moreno bernaung.

Meski Moreno telah menyampaikan permohonan maaf, perdebatan di media sosial soal standar perilaku anggota DPR diperkirakan masih akan berlanjut. Kasus ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan wakil rakyat, terutama di ruang rapat yang disiarkan secara terbuka, akan selalu berada dalam pengawasan publik.

Exit mobile version