Cakrawala News – 20 September 2026 | Presiden Amerika Serikat Donald Trump ancam sanksi Uni Eropa soal keanggotaan Kanada dalam blok tersebut, dengan menyatakan akan menghentikan seluruh perdagangan dengan Brussels jika Ottawa benar-benar menjadi anggota asosiasi Uni Eropa. Ancaman itu disampaikan Trump pada Rabu (16/9/2026), tak lama setelah Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengumumkan rencana menjadikan Kanada sebagai “anggota asosiasi” pertama Uni Eropa dalam pidato State of the Union di Parlemen Eropa.
Menurut pemberitaan kantor berita ANTARA, Trump menilai langkah tersebut akan menjadi tindakan yang sepenuhnya bermusuhan. Ia juga menyoroti kemungkinan proses keanggotaan asosiasi itu dilakukan “dengan niat buruk”. Pernyataan itu menjadi salah satu ancaman perdagangan paling keras dari Washington terhadap sekutunya dalam beberapa waktu terakhir.
Perdana Menteri Kanada Mark Carney merespons ancaman tersebut dengan nada tenang. Ia justru menyoroti sisi positif dari upaya Kanada mempererat hubungan dengan Uni Eropa. “Saya hanya akan mengamati. Ini merupakan inisiatif yang positif. Ini langkah besar dan positif. Ini tentang membangun sesuatu untuk masyarakat, menciptakan peluang,” kata Carney seperti dikutip dari pernyataannya, Kamis (17/9).
Carney menegaskan tujuan memperdalam kemitraan dengan Uni Eropa adalah menciptakan masa depan yang lebih baik bagi warga Kanada dan Eropa, bukan sebagai reaksi terhadap pihak mana pun. Ia juga menekankan bahwa Kanada tidak berada dalam posisi dan tidak berupaya menjadi anggota penuh Uni Eropa. Pernyataan itu disampaikannya dalam konferensi pers bersama Presiden Parlemen Eropa Roberta Metsola.
Posisi Kanada dan Kerangka Kemitraan Baru
Dalam kesempatan yang sama, Carney menjelaskan kerangka kerja yang tengah dibahas untuk memperkuat hubungan Ottawa dan Brussels memiliki karakter berbeda, yang relevan dengan sejarah panjang hubungan Kanada dengan Eropa. Ketika ditanya soal batasan kedaulatan Kanada dalam potensi kemitraan baru itu, ia menegaskan Kanada menginginkan kemitraan yang saling melengkapi tanpa ada pihak yang mendikte.
“Kami menginginkan kemitraan yang saling melengkapi dan memperkuat kedaulatan kami, dan itulah yang ditawarkan di sini,” ujar Carney. Ia menambahkan warga Kanada bersatu bahwa tidak ada seorang pun yang akan menentukan bahasa yang mereka gunakan, tidak ada yang akan mendikte budaya mereka, atau dengan siapa mereka dapat membuat kesepakatan internasional.
Von der Leyen sebelumnya menyatakan kedua pihak akan meningkatkan hubungan dari yang saat ini berlandaskan Comprehensive Economic and Trade Agreement (CETA) menuju kemitraan pada tingkat yang lebih tinggi. Carney turut hadir dalam acara State of the Union di Parlemen Eropa tersebut.
Latar Belakang Ketegangan Perdagangan
Langkah Kanada mempererat hubungan dengan Uni Eropa tidak lepas dari upaya diversifikasi kemitraan perdagangan internasional di tengah perselisihan dagang yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat. Pada akhir Agustus, Carney mengatakan Kanada dan Uni Eropa akan menggelar pembicaraan intensif pada musim gugur untuk meningkatkan kemitraan ekonomi dan keamanan.
Ancaman Trump menambah daftar ketegangan antara Washington dan Brussels. Dalam beberapa bulan terakhir, Presiden AS itu juga meneken undang-undang paket sanksi besar-besaran terhadap Rusia, yang salah satu ketentuannya memberi kewenangan kepadanya untuk mengenakan tarif hingga 100 persen terhadap lima negara pembeli terbesar minyak dan gas Rusia. Kebijakan itu diperkirakan paling berdampak terhadap China dan India, yang merupakan dua importir terbesar minyak mentah Rusia.
UU bernama Lindsey O. Graham Sanctioning Russia and Iran Act of 2026 itu disahkan Kongres dengan dukungan bipartisan yang jarang terjadi. DPR AS menyetujuinya melalui pemungutan suara 262 mendukung dan 159 menolak, setelah Senat meloloskannya dengan perolehan 86-11 pada Agustus lalu. Paket sanksi tersebut menargetkan Presiden Rusia Vladimir Putin, pejabat senior, para oligarki, bank dan lembaga keuangan, sektor energi dan pertahanan Moskow, serta armada kapal tanker bayangan yang digunakan untuk mengangkut minyak Rusia.
Dampak dan Hal yang Perlu Dicermati
Ancaman Trump untuk menghentikan perdagangan dengan Uni Eropa jika Kanada menjadi anggota asosiasi menempatkan Brussels dan Ottawa pada posisi yang rumit. Di satu sisi, Kanada tengah berupaya mengurangi ketergantungan ekonomi pada pasar Amerika Serikat. Di sisi lain, Uni Eropa menghadapi risiko terganggunya hubungan dagang dengan Washington yang selama ini menjadi salah satu mitra utama.
Hingga kini belum ada rincian resmi mengenai bentuk keanggotaan asosiasi yang ditawarkan Uni Eropa kepada Kanada, termasuk implikasi hukum dan ekonominya. Pemerintah Denmark juga belum memberikan tanggapan resmi terkait dinamika ini, meski isu Greenland dan Arktik sempat memanaskan hubungan transatlantik pada pertengahan tahun.
Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah apakah ancaman Trump akan diwujudkan dalam kebijakan konkret, atau hanya menjadi tekanan politik menjelang pembicaraan dagang berikutnya. Sikap Carney yang memilih merespons dengan nada positif menunjukkan Kanada berusaha menghindari eskalasi, sekaligus tetap membuka jalan bagi kemitraan yang lebih erat dengan Eropa.
