Cakrawala News – 04 November 2026 | Operasi besar-besaran di Kampung Bahari! Polisi serbu peredaran narkoba, dikepung kendaraan taktis dalam penggerebekan yang berlangsung dramatis di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu, 1 November 2026. Aparat gabungan mengerahkan sekitar 1.800 personel untuk mengepung kawasan yang diduga menjadi sarang peredaran narkotika tersebut. Dalam operasi itu, polisi mengamankan 29 orang dan menyita berbagai barang bukti, mulai dari narkotika, senjata api, hingga peralatan yang diduga digunakan untuk memproduksi narkoba.
Penggerebekan melibatkan Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta sejumlah instansi terkait. Operasi pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) ini diawali dengan apel kesiapan personel gabungan di kawasan Jakarta Utara sebelum petugas menyisir sejumlah titik yang menjadi sasaran.
Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya memimpin langsung operasi tersebut. Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso, penyergapan dilakukan secara serentak dari sejumlah sisi agar para pelaku tidak memiliki kesempatan melarikan diri.
“Iya. Yang jelas kita melakukan penggerebekan dari berbagai sisi, ya. Ada dari berbagai arah, ya. Oleh karena itu kita lakukan serempak,” kata Bismo di lokasi.
Cara Petugas Masuk ke Lokasi
Yang menarik, ratusan personel gabungan berangkat menuju lokasi menggunakan kereta rel listrik (KRL) dari Stasiun Tanjung Priok. Kereta berhenti di kawasan Kampung Bahari, lalu petugas turun dan langsung menyisir lapak-lapak di sepanjang rel yang diduga menjadi tempat transaksi narkoba.
Personel Brimob dengan rompi pelindung, helm, dan tameng turut diterjunkan untuk mengamankan jalannya operasi. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya mempersempit ruang gerak para pelaku dan mencegah mereka kabur saat aparat tiba.
Perlawanan Warga dan Gas Air Mata
Penggerebekan tidak berjalan mulus. Sejumlah orang di sekitar lokasi melakukan perlawanan dengan melemparkan batu dan petasan ke arah petugas. Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang berusaha menghalangi jalannya operasi.
Bismo menduga perlawanan tersebut merupakan upaya mengalihkan perhatian aparat agar orang-orang yang menjadi target operasi bisa melarikan diri. Meski begitu, ia menegaskan pihaknya tetap fokus menyisir titik-titik yang telah ditentukan.
“Perlawanan itu sebagai wujud pengalihan perhatian dari zona yang menjadi target operasi kita, ya. Tapi kita tidak teralihkan terhadap fokus dari target operasi kita,” ujarnya.
Barang Bukti yang Disita
Dari operasi besar-besaran di Kampung Bahari! Polisi serbu peredaran narkoba, dikepung kendaraan taktis ini, petugas menyita beragam barang bukti yang diduga berkaitan dengan tindak pidana narkotika. Barang bukti tersebut antara lain:
- Sabu, ekstasi, ganja, dan Happy Five
- Cartridge yang diduga mengandung etomidate
- Senjata api, amunisi, senjata tajam, dan airsoft gun
- Mesin, timbangan, serta catatan yang masih didalami penyidik
Selain narkotika dan obat-obatan, petugas juga menemukan sejumlah peralatan yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran dan produksi narkotika. Bismo menyebut jumlah orang yang diamankan dalam operasi tersebut mencapai 29 orang.
“Update terakhir 29 (orang) yang diamankan,” ujar Bismo.
Bagian dari Pembersihan Kampung Narkoba
Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menyatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya membersihkan kawasan yang selama ini menjadi perhatian aparat terkait penyalahgunaan dan peredaran narkotika.
“Kami melakukan penyisiran atau pembersihan kampung narkoba. Prioritas utama dari pembersihan kampung narkoba di wilayah Polda Metro Jaya itu memang kita lakukan di tiga tempat,” kata Dadang.
Pernyataan itu menegaskan bahwa operasi besar-besaran di Kampung Bahari! Polisi serbu peredaran narkoba, dikepung kendaraan taktis bukanlah langkah tunggal, melainkan bagian dari agenda yang lebih luas untuk menertibkan kawasan-kawasan yang dinilai rawan peredaran narkotika di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Kawasan Kampung Bahari sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu titik yang mendapat perhatian aparat. Operasi gabungan yang melibatkan BNN dan Bareskrim menunjukkan bahwa penanganannya tidak hanya menjadi tanggung jawab kepolisian daerah, tetapi juga melibatkan instansi pusat.
Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya
Hingga kini, penyidik masih mendalami sejumlah barang bukti, termasuk catatan dan peralatan yang diduga digunakan untuk memproduksi narkotika. Pendalaman ini penting untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk siapa saja yang berperan dalam rantai peredaran.
Selain itu, status hukum 29 orang yang diamankan belum dijelaskan secara rinci. Kepolisian baru menyebut mereka diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut, sehingga publik perlu menunggu perkembangan resmi mengenai penetapan status mereka.
Operasi besar-besaran di Kampung Bahari! Polisi serbu peredaran narkoba, dikepung kendaraan taktis menjadi pengingat bahwa penindakan di lapangan kerap menghadapi tantangan, mulai dari perlawanan warga hingga upaya pengalihan perhatian. Keberhasilan operasi tidak hanya diukur dari jumlah orang yang diamankan, tetapi juga dari sejauh mana jaringan peredaran narkoba di kawasan tersebut bisa diputus hingga ke akarnya.
