Cakrawala News – 14 Oktober 2026 | Polisi tangkap terduga pelaku perusakan bus Persib U-18 di Batang, ini pemicu aksinya yang diduga kuat dilatarbelakangi fanatisme sempit antarkelompok suporter. Aparat Polresta Batang menangkap seorang pria berinisial BPA (33) yang diduga terlibat dalam aksi pelemparan dan perusakan bus rombongan Elite Pro Academy (EPA) Persib Bandung U-18. Insiden tersebut terjadi di Rest Area KM 360 Tol Batang-Pemalang, Jawa Tengah, pada Minggu (11/10/2026) malam.
BPA yang disebut sebagai pendukung Persija Jakarta itu diamankan di Gerbang Tol Cikarang Utama. Penangkapan dilakukan setelah polisi menelusuri rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian serta meminta keterangan sejumlah saksi kunci.
Kepala Polresta Batang Kombes Pol Warsono menyatakan bahwa pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan mengenai perusakan bus dan penganiayaan terhadap salah satu ofisial tim Persib U-18. Menurutnya, terduga pelaku merupakan warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat.
“Usai menerima laporan mengenai perusakan bus dan penganiayaan terhadap salah satu ofisial Persib U-18, kami langsung bergerak melakukan penyelidikan. Terduga pelaku berinisial BPA (33), warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat ditangkap di wilayah Jakarta,” kata Warsono, Senin (12/10/2026).
Kronologi Insiden di Rest Area KM 360
Kasus ini bermula ketika dua kelompok suporter bertemu di Rest Area KM 360 Tol Batang-Pemalang. Saat itu, rombongan suporter Persija sedang dalam perjalanan kembali ke Jakarta setelah mengawal timnya bertanding di Yogyakarta. Pada waktu bersamaan, bus yang membawa skuad Persib Bandung U-18 tengah beristirahat di lokasi tersebut setelah menjalani pertandingan kompetisi usia muda di Solo dan hendak menuju Bandung.
Menurut keterangan kepolisian, kehadiran bus Persib memancing perhatian oknum suporter lawan. Terjadi provokasi berupa teriakan verbal di lokasi kejadian yang dengan cepat memicu ketegangan hingga berujung pada aksi pelemparan batu ke arah kendaraan.
Kasat Reskrim Polresta Batang Kompol Bintoro Thio Pratama menjelaskan bahwa penyelidikan awal menunjukkan aksi pelemparan ini disinyalir dipicu oleh fanatisme sempit antar-klub. Polisi telah mengantongi bukti-bukti yang memperkuat dugaan keterlibatan BPA sebagai penyerang utama.
“Penyelidikan awal menunjukkan aksi pelemparan ini disinyalir dipicu oleh fanatisme sempit antar-klub. Kami telah mengantongi bukti-bukti yang memperkuat dugaan keterlibatan pelaku BPA sebagai penyerang utama,” ujar Bintoro.
Barang Bukti dan Hasil Tes Urine
Dari terduga pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya sebuah batu besar yang diduga digunakan untuk melempar bus, botol minuman keras jenis arak Bali, sejumlah pakaian, batu bata, serta senjata tajam. BPA ditangkap saat masih mengenakan atribut berupa baju Persija Jakarta berwarna oranye.
Selain itu, BPA telah menjalani pemeriksaan oleh Satresnarkoba Polresta Batang. Hasil pemeriksaan menunjukkan terduga pelaku positif mengonsumsi sabu dan ganja.
“Hasil pemeriksaan oleh Satnarkoba Polresta Batang tadi, ia (terduga pelaku) positif memakai sabu dan ganja,” kata Bintoro saat ditemui di Mapolresta Batang, Senin (12/10/2026).
Polisi juga menemukan alat isap yang diduga digunakan untuk mengonsumsi sabu serta minuman keras di dalam tas BPA. Temuan tersebut menjadi bagian dari pemeriksaan lanjutan untuk mendalami kondisi terduga pelaku.
Polisi Buru Pelaku Lain
Penangkapan BPA bukan akhir dari penyelidikan. Aparat Polresta Batang masih memburu pelaku lain yang diduga terlibat dalam aksi perusakan dan penganiayaan tersebut. Polisi juga tengah menginventarisasi laporan mengenai dugaan hilangnya sejumlah koper milik rombongan pemain Persib U-18 untuk memastikan jenis dan jumlah barang yang hilang.
Penangkapan terhadap BPA dilakukan berkat sinergi antara Tim Satreskrim Polresta Batang dengan personel Patroli Jalan Raya (PJR) Tol Cikampek. Koordinasi lintas wilayah ini menjadi kunci setelah pelaku melarikan diri ke arah Jakarta.
Kasus ini turut memicu kemarahan sejumlah tokoh Jakmania dan ancaman jalur hukum. Insiden perusakan bus serta penganiayaan terhadap ofisial tim menjadi perhatian serius, terutama karena melibatkan kelompok suporter sepak bola nasional.
Ke depan, publik menanti perkembangan penyelidikan apakah ada tersangka tambahan yang ditetapkan. Polisi menegaskan akan mendalami peran masing-masing pihak, termasuk kemungkinan keterlibatan oknum suporter lain dalam rangkaian aksi tersebut. Penanganan kasus ini diharapkan menjadi peringatan bahwa fanatisme sempit tidak boleh berujung pada tindakan anarkistis yang merugikan banyak pihak.
