Profil Catherine Hindra Sutjahyo, Sosok di Balik GoFood yang Mundur dari GOTO

Profil Catherine Hindra Sutjahyo, Sosok di Balik GoFood yang Mundur dari GOTO
Profil Catherine Hindra Sutjahyo, Sosok di Balik GoFood yang Mundur dari GOTO

Cakrawala News – 16 Oktober 2026 | Profil Catherine Hindra Sutjahyo, sosok di balik GoFood yang mundur dari GOTO, menjadi sorotan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) pada Rabu, 14 Oktober 2026, menyetujui pengunduran dirinya dari jabatan Wakil Direktur Utama. Keputusan itu diambil dalam rapat yang digelar di Jakarta, bersamaan dengan persetujuan pembatalan 32 miliar saham tresuri atau setara 2,7 persen dari total saham beredar perseroan.

Pengunduran diri Catherine menandai berakhirnya salah satu posisi penting di jajaran direksi perusahaan teknologi terbesar di Indonesia tersebut. GOTO sendiri memastikan tidak mengangkat pengganti untuk posisi Wakil Direktur Utama, sehingga kursi tersebut untuk sementara kosong.

Keputusan RUPSLB dan Pembatalan Saham Tresuri

Dalam RUPSLB yang digelar pada 14 Oktober 2026, pemegang saham GOTO menyetujui dua agenda utama. Pertama, pembatalan sebanyak 32 miliar saham tresuri hasil buyback tahun 2025. Kedua, pengunduran diri Catherine Hindra Sutjahyo dari posisi Wakil Direktur Utama.

Komisaris Utama GOTO, Agus Martowardojo, menyampaikan bahwa Dewan Komisaris menyambut baik persetujuan pembatalan saham tresuri tersebut. Menurutnya, langkah ini akan meningkatkan porsi kepemilikan pemegang saham secara proporsional sekaligus memperbesar partisipasi mereka dalam pertumbuhan GOTO ke depan.

Sebelumnya, pada Juli 2026, GOTO mengumumkan rencana menghapus saham tresuri hasil buyback tahun 2025 yang berjumlah sekitar 32,5 miliar lembar. Dalam periode tersebut, perusahaan menghabiskan dana sekitar Rp2,09 triliun untuk membeli kembali sahamnya. Saham hasil buyback itu semula direncanakan dibagikan kepada karyawan, direksi, dan dewan komisaris melalui program kepemilikan saham karyawan (ESOP) dan Management Stock Ownership Program (MSOP).

Dengan pembatalan ini, jumlah saham yang ditempatkan dan disetor perseroan akan berkurang. Secara teori, hal itu seharusnya meningkatkan laba bersih per saham atau earnings per share (EPS), dengan asumsi laba bersih tidak berubah.

Siapa Catherine Hindra Sutjahyo

Profil Catherine Hindra Sutjahyo, sosok di balik GoFood yang mundur dari GOTO, lekat dengan pengembangan layanan pesan-antar makanan yang menjadi salah satu tulang punggung ekosistem Gojek. GoFood dikenal sebagai layanan yang menghubungkan konsumen dengan mitra merchant, dan menjadi bagian penting dari pertumbuhan bisnis on-demand GOTO.

Meski sumber yang tersedia tidak merinci secara lengkap riwayat karier Catherine, posisinya sebagai Wakil Direktur Utama menempatkannya sebagai salah satu eksekutif kunci dalam struktur kepemimpinan GOTO. Kehadirannya di jajaran direksi menandai peran strategis dalam mengawal lini bisnis yang berhubungan langsung dengan mitra usaha, terutama UMKM kuliner yang bergantung pada platform digital.

Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, menyampaikan terima kasih atas dedikasi dan kontribusi Catherine selama ini. Ia berharap yang terbaik untuk perjalanan Catherine selanjutnya. Ucapan serupa disampaikan Agus Martowardojo yang menyebut Dewan Komisaris mengapresiasi dedikasi dan kontribusi Catherine kepada GoTo.

Dampak bagi GOTO dan Pemegang Saham

Pembatalan saham tresuri menjadi langkah korporasi yang penting bagi GOTO. Agus Martowardojo menjelaskan bahwa langkah ini memberikan manfaat bagi para pemegang saham melalui peningkatan porsi kepemilikan secara proporsional, sekaligus memperbesar partisipasi mereka dalam pertumbuhan GOTO ke depan.

Dari sisi kinerja keuangan, berkurangnya jumlah saham beredar berpotensi memperbaiki EPS. Namun, dampak riilnya tetap bergantung pada capaian laba bersih perseroan. GOTO belum mengungkapkan proyeksi spesifik terkait hal ini dalam keterangan yang tersedia.

Hans Patuwo menegaskan bahwa persetujuan seluruh agenda RUPSLB mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap arah bisnis perseroan. Ia menyatakan GOTO berkomitmen menjaga kepercayaan tersebut dengan menciptakan nilai tambah jangka panjang.

Ia juga menyebut perusahaan berkomitmen memastikan ekosistem GOTO tumbuh berkelanjutan di tengah dinamika lingkungan usaha yang terus berkembang. Komitmen itu diwujudkan dengan mendukung penghasilan mitra pengemudi, membantu mitra merchant mengembangkan usaha, hingga menyediakan layanan yang diandalkan konsumen.

“Prioritas ini menjadi panduan kami dalam menjalankan bisnis dan mengambil keputusan investasi agar GOTO bisa terus tumbuh dalam jangka panjang,” kata Hans dalam keterangannya, Rabu (14/10).

Langkah Selanjutnya

Dengan tidak adanya pengganti untuk posisi Wakil Direktur Utama, GOTO tampaknya akan menjalankan fungsi kepemimpinan melalui Direktur Utama dan jajaran direksi lainnya. Agus Martowardojo menyatakan Dewan Komisaris akan terus bekerja erat dengan Direksi untuk memastikan setiap keputusan strategis dijalankan dengan tata kelola yang baik dan alokasi modal yang disiplin.

Bagi publik, terutama pelaku UMKM kuliner yang menjadi mitra GoFood, perubahan di jajaran direksi ini perlu dicermati. Profil Catherine Hindra Sutjahyo, sosok di balik GoFood yang mundur dari GOTO, meninggalkan jejak pada salah satu layanan yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia. Arah pengembangan GoFood ke depan akan menjadi indikator penting bagi keberlanjutan ekosistem mitra merchant dan konsumen.

Keputusan RUPSLB ini sekaligus menegaskan bahwa GOTO sedang berada dalam fase konsolidasi, baik dari sisi struktur permodalan maupun kepemimpinan. Bagaimana perusahaan menavigasi perubahan ini akan menentukan kepercayaan pasar dan pemegang saham dalam jangka panjang.

Exit mobile version