Hukum  

Puslabfor Olah Ulang TKP Pembunuhan Istri Dokter di Cirebon, Polisi Bawa Sejumlah Barang Bukti

Puslabfor Olah Ulang TKP Pembunuhan Istri Dokter di Cirebon, Polisi Bawa Sejumlah Barang Bukti
Puslabfor Olah Ulang TKP Pembunuhan Istri Dokter di Cirebon, Polisi Bawa Sejumlah Barang Bukti

Cakrawala News – 28 September 2026 | Apa yang dicari Puslabfor di rumah istri dokter di Cirebon? Polisi bawa sejumlah barang dari TKP untuk dianalisis lebih lanjut. Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri bersama Inafis Polda Jawa Barat dan Satreskrim Polresta Cirebon kembali menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di rumah Jalan Raya Pangeran Sutajaya, Cirebon, Jawa Barat. Rumah itu merupakan lokasi tewasnya Hj Karningsih, 66 tahun, istri seorang dokter umum, yang ditemukan bersimbah darah dengan sejumlah luka tusuk pada Kamis, 24 September, sekitar pukul 17.15 WIB.

Olah TKP kedua ini dilakukan pada Minggu sore, 27 September, dengan melibatkan sekitar sepuluh ahli gabungan. Kehadiran tim forensik dalam jumlah besar menjadi penanda bahwa kasus ini tergolong pelik dan membutuhkan pendekatan ilmiah untuk mengungkap pelakunya.

Penyidikan Berbasis Ilmiah

Kasat Reskrim Polresta Cirebon, Kompol Irfan Alireja, menjelaskan bahwa pihaknya menerapkan metode Scientific Crime Investigation (SCI) atau penyidikan berbasis ilmiah. Pendekatan ini diambil agar setiap temuan di lokasi kejadian dapat dianalisis secara akurat guna menyusun konstruksi perkara.

“Kami menggunakan penyidikan dengan pendekatan scientific crime investigation. Maka dari itu, kami mengundang tim dari Inafis Polda Jawa Barat serta Puslabfor Mabes Polri untuk menganalisa dan memeriksa TKP,” ujar Irfan di lokasi kejadian.

Menurut Irfan, petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti yang kemungkinan akan dijadikan alat bukti. Barang-barang tersebut akan diuji secara laboratoris untuk melihat keterkaitannya dengan kematian korban. Inilah yang menjadi jawaban awal atas pertanyaan apa yang dicari Puslabfor di rumah istri dokter di Cirebon: tim ahli tengah menelusuri jejak fisik yang tertinggal di lokasi.

Kronologi Singkat dan Temuan Awal

Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh suami korban, dr Edi, 69 tahun, yang berprofesi sebagai dokter. Saat pulang dari tempat praktik, ia mendapati istrinya sudah tergeletak tak bernyawa di atas tempat tidur dalam kondisi bersimbah darah. Sejumlah luka tusukan ditemukan pada bagian dada dan perut korban.

Kepanikan itu membuat dr Edi meminta bantuan adik iparnya untuk melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Laporan diteruskan ke Polsek Babakan dan Satreskrim Polresta Cirebon. Tim Inafis langsung melakukan olah TKP pertama hanya sekitar satu jam setelah laporan, lalu berlanjut hingga malam. Jenazah korban diangkut ke RS Bhayangkara Losarang, Indramayu, sekitar pukul 21.15 WIB.

Kabar mengenai kejadian ini cepat menyebar di tengah warga. Perangkat Desa Babakan Gebang, Abi Fahmi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Menurutnya, warga sekitar berdatangan setelah mengetahui kejadian yang menimpa Karningsih. “Nggak lama setelah kejadian banyak warga yang ingin lihat tapi nggak lama juga petugas kepolisian datang ke lokasi,” ungkapnya.

Barang Tidak Ada yang Hilang

Kepala Desa Babakan Gebang, Yeni Setiati, yang juga kerabat Karningsih, termasuk salah satu saksi yang dimintai keterangan polisi. Total ada tujuh orang saksi yang diperiksa. Kepada wartawan, Yeni menceritakan bahwa tim polisi sangat serius meneliti TKP.

Yeni juga menyebut tidak ada barang yang hilang dari rumah korban. Ia mengaku sudah menanyakan hal itu langsung kepada dr Edi. “Tidak ada barang hilang. Saya sudah tanya ke Pak Dokter Edi: ‘Pak Haji Edi, ada enggak barang yang hilang, atau ada yang rusak apa?’ Beliau menjawab, enggak ada. Enggak ada yang hilang, enggak ada kerusakan apa-apa,” ujar Yeni.

Dari keterangan itu, polisi menilai kemungkinan perampokan sangat kecil. Meski demikian, penyidik belum menyimpulkan motif di balik pembunuhan kejam tersebut.

Durasi Singkat dan Tanpa CCTV

Salah satu hal yang membuat kasus ini rumit adalah durasi pembunuhan yang diduga hanya sekitar 20 menit. Korban saat itu sendirian di rumah. Lokasi kejadian juga tidak dilengkapi kamera pengawas atau CCTV, sehingga tidak ada rekaman yang bisa menjadi petunjuk langsung.

Meski demikian, polisi menyatakan semua jejak ada di TKP. Dua orang yang terhubung dengan korban pada detik-detik akhir hidupnya telah diperiksa. Penyidik akan mencocokkan keterangan saksi dengan hasil olah TKP dan pemeriksaan forensik untuk memperjelas kronologi, mulai dari sebelum hingga korban ditemukan meninggal dunia.

Irfan menegaskan penyelidikan berjalan intensif dan sejauh ini tidak menemui kendala berarti. Ia juga berharap peran serta masyarakat untuk mendukung proses hukum ini. “Kami meminta masyarakat memberikan dukungan agar proses penyelidikan dapat berjalan dengan baik hingga seluruh fakta dalam perkara tersebut terungkap,” terangnya.

Menanti Hasil Laboratorium

Hingga kini, hasil olah TKP kedua belum diumumkan secara resmi. Polisi masih menunggu analisis laboratorium atas barang bukti yang dibawa dari lokasi. Publik pun menanti apakah temuan forensik mampu menjawab apa yang dicari Puslabfor di rumah istri dokter di Cirebon dan mengungkap siapa pelaku di balik peristiwa ini.

Kasus ini menjadi perhatian karena korban adalah istri seorang dokter yang dikenal di lingkungannya, sementara pelaku disebut bekerja secara efisien dan efektif dalam waktu singkat. Penyelidikan berbasis ilmiah diharapkan dapat memecah kebuntuan, terutama karena tidak ada saksi mata langsung dan tidak ada rekaman CCTV.

Yang perlu diperhatikan selanjutnya adalah pengumuman resmi dari Polresta Cirebon mengenai hasil uji laboratorium serta perkembangan pemeriksaan saksi. Sampai saat itu, status kasus masih dalam tahap penyelidikan dan belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Exit mobile version