Cakrawala News – 12 Oktober 2026 | Ustaz Derry Sulaiman sarankan Richard Lee umrah usai bebas sebagai bentuk syukur setelah menjalani proses hukum yang panjang. Saran itu disampaikan Derry saat hadir sebagai saksi dalam sidang dugaan pelanggaran hak konsumen dan Undang-Undang Kesehatan yang menjerat dokter kecantikan asal Palembang tersebut di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (8/10/2026). Niat umrah itu sendiri sebelumnya telah diungkapkan Richard Lee di hadapan Derry, yang kemudian mendapat respons positif dari pendakwah tersebut.
Richard Lee mengaku telah banyak merenung selama menjalani masa penahanan. Ia menyebut keinginan menunaikan ibadah umrah sebagai ungkapan syukur jika bisa kembali berkumpul dengan keluarganya. Niat tersebut ia sampaikan langsung kepada Ustaz Derry Sulaiman di sela persidangan.
“Saya banyak merenung sih, kalau misalnya suatu hari nanti Pak Ustaz, saya lewati hari ini, apa yang saya inginkan pada ulang tahun kali ini? Kalau saya dikasih rezeki, saya pengen menunaikan ibadah umrah nih, Pak Ustaz,” ungkap dr. Richard Lee di Pengadilan Negeri Tangerang, Kamis (8/10/2026).
Selain umrah, Richard juga menargetkan peningkatan kualitas ibadah. Ia ingin memperdalam salat dan siap menjadi imam bagi karyawannya ketika kembali beraktivitas di luar tahanan. Menurut Richard, hal itu menjadi salah satu target pribadinya setelah menjalani masa penahanan selama sembilan bulan.
Derry Bantah Tudingan Saksi Bayaran
Kehadiran Ustaz Derry Sulaiman sebagai saksi dalam perkara tersebut sempat memunculkan berbagai spekulasi di media sosial. Ia dituding menerima bayaran hingga memiliki kepentingan bisnis terselubung di balik kesaksiannya. Isu itu berkembang setelah kehadirannya di ruang sidang menuai pro dan kontra.
Menanggapi tudingan tersebut, Derry dengan tegas membantah anggapan bahwa kesediaannya hadir di persidangan berkaitan dengan urusan bisnis skincare. Menurutnya, ada alasan personal dan keagamaan yang mendasari keputusannya memberikan dukungan kepada Richard Lee yang sedang menghadapi persoalan hukum.
“Saya datang ke sini karena Allah, tidak ada urusan sama bisnis skincare! Kalian kan tahu saya tidak punya bisnis skincare. Jadi kalau dibilang Richard membayar saya ya enggak ada kepentingan juga sebenarnya,” tuturnya kepada awak media di kawasan Tangerang.
Derry menegaskan bahwa dirinya datang bukan untuk mengejar keuntungan ataupun membela kepentingan bisnis tertentu. Ia mengaku ingin membantu sahabatnya sebagai sesama muslim yang tengah mengalami masa sulit. Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan tidak mempermasalahkan beragam komentar negatif yang diarahkan kepadanya.
“Saya tidak masalah orang mau ngomong apa tentang saya. Lillahitaala, silakan saja,” imbuhnya.
Pendakwah tersebut juga mengibaratkan banyaknya komentar warganet seperti jumlah mulut manusia yang tidak mungkin dibungkam satu per satu. Ia memilih untuk menutup telinga dari cibiran dan terus berjalan menuju kebaikan.
“Tangan kita cuma dua, mulut orang miliaran banyaknya. Enggak mungkin kami tutup mulut semua orang. Tutup aja telinga kita. Terus berjalan menuju kebaikan,” tutur Ustaz Derry Sulaiman.
Soroti Fenomena Meragukan Keislaman Orang Lain
Dalam persidangan, Derry juga menyoroti sikap sebagian masyarakat yang mudah meragukan keislaman seseorang, termasuk Richard Lee yang diketahui telah mualaf. Ia menegaskan Richard Lee telah menjadi mualaf sebelum perkara yang berkaitan dengan bisnis skincare mencuat.
“Beliau masuk Islam sebelum ada kasus, Pak, sebelum ada kasus skincare ini,” ujar Derry Sulaiman dalam persidangan.
Derry menegaskan bahwa tugas seorang pendakwah bukan menentukan status keislaman seseorang. Menurutnya, dakwah seharusnya mengedepankan sikap merangkul dan mengajak, bukan menghakimi.
“Tugas kita ini, Yang Mulia, bersama merangkul dan bukan menetapkan keislaman orang, ya. Tugas kita ini mengajak orang, merangkul orang, ya, untuk masuk ke dalam surganya Allah, bukan melempar orang ke neraka,” katanya.
Ia juga menyinggung tudingan yang menyebut Richard Lee masuk Islam demi menghindari persoalan hukum. Derry menyebut narasi tersebut sebagai tuduhan yang berkembang di media sosial, bukan fakta yang terbukti. Menurutnya, masyarakat tidak seharusnya mencurigai motif seseorang yang memutuskan mualaf.
Selain itu, Derry mengingatkan masyarakat agar tidak menghapus seluruh kebaikan seseorang hanya karena orang tersebut sedang menghadapi persoalan hukum. Ia menyebut sejumlah bentuk kebaikan yang pernah dilakukan Richard Lee, seperti pembangunan masjid, santunan anak yatim, dan bantuan kepada orang fakir.
“Kebaikannya dibuat masjid, santunan anak yatim yang dibantu, orang fakir yang dibantu, semuanya. Jadi kalau saya lihat, ya jangan sampai gara-gara satu kesalahan orang, kita menghapus semua kebaikan,” ujarnya.
Harapan Penangguhan Penahanan
Di luar polemik mengenai kehadirannya sebagai saksi, Derry juga menyampaikan harapan agar Richard Lee mendapatkan kesempatan menjalani proses hukum dengan status yang lebih menguntungkan melalui permohonan penangguhan penahanan. Ia mengaku prihatin melihat kondisi sahabatnya yang saat ini harus menghadapi persoalan hukum.
Rasa kepedulian tersebut bahkan membuat Derry menyatakan kesediaannya menjadi penjamin apabila memang dibutuhkan. Menurutnya, permohonan penangguhan penahanan itu ia harap bisa dikabulkan majelis hakim sehingga Richard Lee dapat kembali berkumpul dengan keluarga sambil tetap mengikuti proses hukum yang berjalan.
Richard Lee sendiri memaknai masa penahanan selama sembilan bulan sebagai ruang untuk berbenah dan introspeksi. Ia berharap perjalanan tersebut membawa perubahan yang lebih baik dalam hidupnya. Dari pengalaman itu, ia menyusun prioritas ketika kembali ke rumah, seperti lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, fokus mendidik anak-anak, serta menyalurkan rezeki kepada orang-orang terdekat.
“Makanya saya bilang kalau misalnya saya dikasih umur lebih panjang, saya pasti akan habisin hidup saya dan umur saya bersama dia. Saya akan didik anak-anak saya, dan saya kalau dikasih rezeki, insyaallah saya akan bagikan kepada karyawan dan orang di sekitar saya,” kata Richard.
Saran Ustaz Derry Sulaiman agar Richard Lee umrah usai bebas menjadi salah satu sorotan dalam dinamika persidangan kali ini. Terlepas dari polemik yang menyertai, pernyataan Derry menegaskan bahwa dukungan yang ia berikan murni dilandasi alasan keagamaan dan kemanusiaan, bukan kepentingan bisnis. Publik kini menantikan kelanjutan proses hukum Richard Lee, termasuk keputusan majelis hakim atas permohonan penangguhan penahanan yang diajukan.
