3 Stasiun LRT Kelapa Gading-Manggarai Belum Beroperasi, Jakpro: Dibuka Bertahap

3 Stasiun LRT Kelapa Gading-Manggarai Belum Beroperasi, Jakpro: Dibuka Bertahap
3 Stasiun LRT Kelapa Gading-Manggarai Belum Beroperasi, Jakpro: Dibuka Bertahap

Cakrawala News – 21 September 2026 | PT Jakarta Propertindo (Jakpro) memastikan 3 stasiun LRT Kelapa Gading-Manggarai belum beroperasi, Jakpro: Dibuka bertahap. Ketiga stasiun tersebut adalah Pramuka, Matraman, dan Proklamasi. Meski layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai telah diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada Rabu (16/9/2026), sejumlah stasiun di lintas baru itu belum melayani penumpang.

VP Corporate Secretary Jakpro Muhammad Alfin Rinaldinsyah mengatakan, pembukaan stasiun dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari tahapan operasional yang telah melalui kajian teknis. “Yang selanjutnya akan dibuka bertahap Pramuka, Matraman, Proklamasi,” kata Alfin saat dihubungi kumparan, Minggu (20/9/2026).

Menurut Alfin, pembukaan awal dua stasiun, yakni Rawamangun dan Manggarai, merupakan bagian dari tahapan operasional LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai. Tahapan itu, ujarnya, telah melalui kajian teknis dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan kenyamanan penumpang.

Alasan Pembukaan Bertahap

Alfin menjelaskan, Jakpro saat ini masih memantau antusiasme masyarakat yang menggunakan layanan LRT Jakarta. Penguatan layanan akan dilakukan dengan menyesuaikan respons dari pengguna. “Pembukaannya memang dilakukan secara bertahap guna memberikan kenyamanan untuk penumpang. Yang utama saat ini kami terus memantau antusiasme masyarakat pengguna, dan meresponsnya dengan penguatan layanan,” kata Alfin.

Ia juga meminta dukungan masyarakat selama tahapan operasional LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai berlangsung. “Mohon dukungan masyarakat agar kami dapat terus menghadirkan layanan LRT Jakarta yang aman, nyaman, dan terbaik bagi masyarakat,” tuturnya.

Meski demikian, Alfin belum menyampaikan tanggal pasti pembukaan tiga stasiun tersebut. Ia menyebut Jakpro masih berfokus memastikan fasilitas stasiun dapat menunjang keamanan dan kenyamanan pengguna. “Saat ini fokus kami adalah memastikan entrance stasiun dapat memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama pengguna prioritas. Mulai dari masuk stasiun dan selama perjalanan,” ujarnya.

Informasi mengenai jadwal pembukaan stasiun, lanjut Alfin, akan disampaikan lebih lanjut. “Untuk waktunya segera saya infokan ya,” sambungnya.

Tarif Khusus dan Rute 11 Stasiun

Layanan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai resmi beroperasi mulai Rabu (16/9/2026). Jalur ini memiliki panjang sekitar 12,2 kilometer dan melayani 11 stasiun, yakni Kelapa Gading, Boulevard Utara Summarecon Mal, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai ditetapkan hanya Rp8 selama delapan hari sejak peresmian. Tarif khusus tersebut berlaku mulai 16 hingga 24 September 2026 sebagai bagian dari sosialisasi agar masyarakat dapat mengenal dan mencoba layanan baru.

Setelah masa tarif khusus berakhir, tarif LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai kembali menjadi Rp5.000. Tarif tersebut menggunakan sistem flat atau satu tarif untuk sekali perjalanan, tanpa bergantung pada jarak yang ditempuh penumpang. Tarif normal Rp5.000 itu berlaku mulai 25 September 2026 hingga ada evaluasi atau ketentuan lebih lanjut dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sementara itu, perjalanan Velodrome-Manggarai tetap dikenakan tarif Rp8 hingga tarif reguler definitif ditetapkan.

Pangkas Waktu Perjalanan

Kehadiran LRT Jakarta hingga Manggarai mulai memberi pilihan perjalanan baru bagi warga dari kawasan Kelapa Gading dan sekitarnya. Koridor sepanjang 12,2 kilometer itu memangkas perjalanan menuju Manggarai menjadi sekitar 28 menit tanpa terjebak kemacetan jalan raya.

Diah Ayu, 27 tahun, warga Kelapa Gading, menjadi salah satu pengguna yang merasakan manfaat tersebut. Sebelumnya, perjalanan menuju kawasan tempatnya bekerja mengharuskannya berganti moda setelah mencapai Velodrome. Kini, ia dapat langsung menggunakan LRT hingga Manggarai sebelum melanjutkan perjalanan dengan moda lain.

“Kalau ke Manggarai, saya bisa langsung ke Manggarai dan lanjut naik transportasi lain yang udah dekat dari kantor saya,” kata Diah kepada Republika, Rabu (16/9/2026).

Diah berharap tarif setelah masa transisi tetap terjangkau. Menurut dia, harga tiket akan ikut menentukan apakah masyarakat menjadikan LRT sebagai pilihan perjalanan harian. “Tarif yang lebih cocok itu sebaiknya jangan melebihi tarif MRT, karena rutenya juga belum sepanjang MRT. Rp7.000 lah, Rp7.500 lah ya,” ujar dia.

Integrasi Antarmoda Belum Tuntas

Kendati seremonial peresmian telah usai, akses fisik penghubung penumpang dari peron LRT menuju peron stasiun KRL Manggarai belum sepenuhnya rampung. Proyek perkeretaapian tersebut masih menyisakan pengerjaan jembatan konektivitas demi memfasilitasi kemudahan perpindahan moda.

Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Iwan Takwin, mengatakan koneksi tersebut sedang diselesaikan. “Koneksinya sekarang kami lagi selesaikan. Jadi nanti connecting-nya itu tidak hanya LRT dengan KRL, tapi juga Transjakarta. Jadi tiga moda ini akan terkoneksi dengan jalur ini,” ujar Iwan.

Fasilitas konektor yang mempertemukan armada LRT, KRL komuter, dan Transjakarta itu dijadwalkan baru bisa difungsikan secara sempurna pada pengujung September 2026. “Kami finalkan mudah-mudahan akhir bulan ini selesai, sehingga masyarakat berpindah moda lebih nyaman dan aman,” kata Iwan.

Stasiun Manggarai sendiri diproyeksikan bakal menjadi episentrum transit terpadat dengan volume pergerakan jutaan penumpang harian. “Dalam diskusi dengan Bapak Presiden, dengan Kementerian Perhubungan, Manggarai ini kan menjadi satu hub baru, yang akan kurang lebih 1,2-1,3 juta orang setiap hari ada di tempat ini,” tutur Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

“Maka kami meyakini kalau ini dikelola dengan baik dan lebih rapi, mudah-mudahan tempat ini akan segera tertata dengan baik, dan saya akan mengkoordinasikan untuk melakukan pembenahan pembangunan yang ada di Manggarai ini,” lanjut dia.

Pembangunan jalur LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai dilakukan oleh PT Jakarta Propertindo, salah satu badan usaha milik daerah (BUMD) DKI Jakarta, dengan menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD DKI Jakarta. Biaya pembangunan disebut mencapai sekitar Rp12,1 triliun.

Dengan masih adanya 3 stasiun LRT Kelapa Gading-Manggarai belum beroperasi, Jakpro: Dibuka bertahap, penumpang untuk sementara hanya dapat mengakses layanan di sejumlah stasiun yang telah dibuka. Jakpro menyatakan akan terus mengevaluasi layanan sebelum membuka seluruh stasiun secara penuh.

Masyarakat yang ingin memanfaatkan lintas baru ini perlu memperhatikan jadwal pembukaan stasiun serta masa berlaku tarif khusus. Perkembangan berikutnya yang dinantikan adalah kepastian waktu pembukaan Stasiun Pramuka, Matraman, dan Proklamasi, serta rampungnya jembatan konektivitas antarmoda di Manggarai.

Exit mobile version