Feyenoord Bekuk Como 1907 3-2, Zechiel dan Hadj Moussa Jadi Penentu

Feyenoord Bekuk Como 1907 3-2, Zechiel dan Hadj Moussa Jadi Penentu
Feyenoord Bekuk Como 1907 3-2, Zechiel dan Hadj Moussa Jadi Penentu

Cakrawala News – 17 Oktober 2026 | Feyenoord meraih kemenangan pertama mereka di Liga Champions musim 2026/27 setelah mengalahkan Como 1907 dengan skor 3-2 dalam laga yang berlangsung di Stadion De Kuip, Rotterdam, Rabu (14/10/2026). Kemenangan ini menjadi hasil positif pertama bagi tim asuhan Giovanni van Bronckhorst di kompetisi elite Eropa tersebut, sekaligus memperpanjang tren negatif Como 1907 yang belum pernah menang dalam tiga pertandingan terakhir di semua kompetisi.

Como 1907 sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Tim asuhan Cesc Fabregas itu menguasai bola pada periode awal dan berhasil membuka keunggulan pada menit ke-18. Assane Diao memanfaatkan umpan panjang Jacobo Ramon, melepaskan diri dari kawalan Javi Lopez, lalu melepaskan tembakan terarah ke tiang jauh yang gagal dijangkau kiper Feyenoord, Tjark Ernst.

Namun keunggulan Como 1907 tidak bertahan lama. Dua menit berselang, Feyenoord menyamakan kedudukan melalui Gjivai Zechiel. Gelandang tuan rumah itu melepaskan tembakan terukur dari tepi kotak penalti yang bersarang di sudut atas gawang Robert Sanchez, kiper Como 1907.

Gol cepat tersebut, menurut Zechiel, menjadi titik balik penting bagi kepercayaan diri timnya. “Itu memberi tim dan stadion perasaan bahwa kami akan menang hari ini,” ujarnya usai pertandingan.

Como 1907 Kehilangan Momentum

Como 1907 mendapat pukulan tambahan ketika Assane Diao, pencetak gol pembuka, harus meninggalkan lapangan karena cedera beberapa menit setelah golnya. Kehilangan penyerang andalan itu membuat tekanan Como 1907 berkurang dan Feyenoord semakin percaya diri menguasai pertandingan.

Menjelang akhir babak pertama, Feyenoord menciptakan sejumlah peluang berbahaya. Givairo Read dan Javi Lopez memaksa kiper Robert Sanchez melakukan penyelamatan dengan ujung jari, tetapi skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Feyenoord tampil lebih agresif. Peluang nyata pertama setelah jeda berhasil dikonversi menjadi gol oleh Anis Hadj Moussa pada menit awal babak kedua. Penyerang asal Aljazair itu memotong dari sisi kanan dan melepaskan tembakan ke sudut bawah gawang Sanchez, membawa tuan rumah berbalik unggul 2-1.

Sepuluh menit menjelang pertandingan berakhir, Hadj Moussa kembali mencatatkan namanya di papan skor. Tendangan jarak jauhnya membentur tiang gawang dan bola memantul mengenai punggung kiper Robert Sanchez sebelum masuk ke gawang, sehingga tercatat sebagai gol bunuh diri. Skor berubah menjadi 3-1 untuk keunggulan Feyenoord.

Douvikas Memperkecil Ketertinggalan

Como 1907 tidak menyerah. Pada menit ke-90+3, Anastasios Douvikas berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2. Gol tersebut membuat laga berjalan menegangkan di menit-menit akhir, tetapi Feyenoord mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Kekalahan ini menambah catatan buruk bagi Como 1907. Sebelum takluk di De Kuip, klub Italia itu bermain imbang 0-0 melawan AS Roma dan kalah 0-2 dari Frosinone di Serie A. Tren tanpa kemenangan dalam tiga laga terakhir menjadi perhatian tersendiri bagi tim asuhan Cesc Fabregas.

Meski demikian, posisi Como 1907 di klasemen Serie A masih relatif aman. Berdasarkan data menjelang laga melawan Fiorentina pada pekan ketujuh, Como 1907 berada di peringkat ketujuh dengan koleksi 11 poin dari enam pertandingan, hasil dari tiga kemenangan, dua imbang, dan satu kekalahan. Mereka telah mencetak delapan gol dan kebobolan lima kali.

Sementara itu, Fiorentina yang akan menjadi lawan Como 1907 berikutnya berada di posisi ke-19 dengan empat poin dari enam laga. Fiorentina baru meraih satu kemenangan, satu imbang, dan menelan empat kekalahan, dengan catatan tujuh gol dan sepuluh kebobolan. Laga Fiorentina melawan Como 1907 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026, pukul 09.00 waktu setempat di Stadion Artemio Franchi, dengan Marco Di Bello sebagai wasit.

Rekor pertemuan kedua tim menunjukkan keseimbangan. Dalam pertemuan sebelumnya, masing-masing tim meraih dua kemenangan. Pertemuan terakhir di Serie A 2025-2026 berakhir untuk kemenangan Fiorentina dengan skor 2-1 pada 14 Februari.

Feyenoord O19 Ikut Menang

Kebahagiaan Feyenoord tidak hanya datang dari tim utama. Tim Feyenoord Onder 19 juga meraih kemenangan atas Como 1907 di ajang UEFA Youth League. Bermain di Varkenoord, tim asuhan Jimmy Lucassen menang tipis 1-0 berkat gol pemain pengganti Vinicius Progetti pada menit ke-84.

Kemenangan tersebut menjadi hasil kedua Feyenoord O19 di UEFA Youth League musim ini, setelah sebelumnya menang di Barcelona. Dengan demikian, Feyenoord O19 mengoleksi enam poin dari dua pertandingan.

Kemenangan Feyenoord atas Como 1907 menjadi kemenangan pertama tim Eredivisie di Liga Champions musim ini. Hasil ini menjadi modal penting bagi Feyenoord untuk menjaga momentum, terutama menjelang laga berikutnya melawan Telstar. Pelatih Giovanni van Bronckhorst menegaskan bahwa menjaga momentum adalah hal terpenting saat ini.

“Yang terpenting adalah kami mempertahankan momentum ini,” kata Van Bronckhorst. Ia juga menegaskan tidak ada alasan untuk meremehkan lawan berikutnya. “Tidak ada alasan dalam sepak bola top,” ujarnya.

Bagi Como 1907, kekalahan di Rotterdam menjadi alarm bahwa konsistensi masih menjadi pekerjaan rumah. Laga melawan Fiorentina akhir pekan nanti akan menjadi ujian berikutnya bagi tim asuhan Cesc Fabregas untuk kembali ke jalur kemenangan dan menjaga posisi mereka di papan atas Serie A.

Exit mobile version