Nick Woltemade Bersinar di Liga Europa, Condò Soroti Peran Uniknya di Juventus

Nick Woltemade Bersinar di Liga Europa, Condò Soroti Peran Uniknya di Juventus
Nick Woltemade Bersinar di Liga Europa, Condò Soroti Peran Uniknya di Juventus

Cakrawala News – 16 Oktober 2026 | Penyerang Juventus, Nick Woltemade, menjadi salah satu sorotan utama setelah mencetak gol dalam kemenangan 2-1 atas Celta Vigo pada matchday kedua league phase Liga Europa 2026/2027 di Estadio Abanca-Balaidos, Jumat, 16 Oktober 2026 dini hari WIB. Gol tersebut menjadi gol keduanya di kompetisi Eropa musim ini, sekaligus menegaskan kontras performanya di pentas domestik dan Eropa.

Dalam laga itu, Juventus sempat tertinggal lebih dulu setelah Hugo Alvarez membawa Celta Vigo unggul pada menit ke-18. Woltemade kemudian menyamakan kedudukan pada menit ke-59 dengan memanfaatkan bola yang gagal dikontrol dengan dada oleh Marcos Alonso. Kemenangan Bianconeri dipastikan oleh Randal Kolo Muani yang mencetak gol pada menit ke-90+2.

Kontras Performa di Serie A dan Liga Europa

Performa Woltemade di Liga Europa memang mencolok. Penyerang berusia 24 tahun itu selalu mencetak gol dalam dua laga Liga Europa musim ini. Sebelumnya, ia mencetak gol melalui eksekusi penalti ketika Juventus menang 5-0 atas NEC Nijmegen. Gol ke gawang Celta Vigo menjadi gol pertamanya dari permainan terbuka bersama Juventus.

Namun, di Serie A, situasinya berbeda. Woltemade belum mencetak gol dan belum pernah menjadi starter dalam empat pertandingan yang dimainkannya. Kondisi ini membuat publik mulai mempertanyakan konsistensinya di kompetisi domestik, meski ia terus menunjukkan ketajaman di panggung Eropa.

Kepada Sky Sport Italia, Woltemade menyebut laga melawan Celta Vigo sebagai penampilan terbaiknya sejak bergabung dengan Juventus. Ia mengakui masih bisa tampil lebih baik, tetapi merasa senang dengan gol tersebut. Menurutnya, mencetak gol selalu meningkatkan kepercayaan diri, hal yang sangat penting bagi seorang penyerang.

Analisis Condò: Woltemade dan Misteri Perannya

Jurnalis Sky Sport, Paolo Condò, mengaku mengamati Woltemade dengan saksama untuk memahami karakter permainannya. Menurut Condò, masih ada misteri soal tipe penyerang seperti apa Woltemade sebenarnya.

Condò menilai Woltemade memiliki kemiripan tipe dengan Joshua Zirkzee, yakni penyerang yang bermain sebagai penghubung tanpa selalu menjadi titik acuan di kotak penalti. Ia menyebut Woltemade sebagai sosok “nove e mezzo”, berada di antara penyerang pertama dan kedua, meski dengan kualitas yang menurutnya tidak sama dengan Zirkzee.

Condò juga menyoroti bahwa Woltemade lebih meyakinkan ketika bermain mendukung penyerang lain, tetapi belum sepenuhnya efektif saat harus memikul beban lini depan sendirian. Penilaian ini menjadi konteks menarik mengingat Woltemade datang ke Juventus justru karena kegagalan opsi mendatangkan Zirkzee dari Manchester United. Zirkzee hanya bisa datang dengan status pinjaman, tetapi Manchester United tidak memberikan lampu hijau, sehingga Juventus mengalihkan perhatian ke Woltemade dengan status pinjaman dari Newcastle.

Pujian Costacurta dan Duet Baru dengan Kolo Muani

Mantan pemain Alessandro Costacurta juga memberikan penilaian positif terhadap penampilan Woltemade di Liga Europa. Menurutnya, Woltemade bisa menjadi sesuatu yang menarik bagi Juventus. Ia menilai pada babak kedua, bola-bola yang dialirkan ke Woltemade memberi keuntungan bagi tim.

Kebangkitan Woltemade sejalan dengan mulai bangkitnya Kolo Muani. Penyerang asal Prancis itu sebelumnya sempat kesulitan sejak kembali ke Juventus pada musim panas. Namun, setelah mencetak gol ke gawang Cagliari di Serie A, Kolo Muani kembali mencetak gol di masa tambahan waktu melawan Celta Vigo.

Dua gol beruntun itu membuat Kolo Muani perlahan menemukan kembali kepercayaan dirinya. Ia mendapat nilai 7 dari La Gazzetta dello Sport dan Corriere dello Sport. Usai laga, Kolo Muani mengaku senang bisa kembali mencetak gol dan gembira atas gol Woltemade, yang disebutnya sebagai momen kebangkitan yang luar biasa.

Pelatih Juventus, Luciano Spalletti, mengakui masuknya Kolo Muani sempat membuat sektor sayap Andrea Cambiaso tidak seimbang, tetapi ia menekankan dampak positif yang diberikan penyerangnya. Spalletti menilai Kolo Muani kuat dalam situasi satu lawan satu dan mampu membuat perbedaan melalui pilihan-pilihannya.

Kombinasi Woltemade dan Kolo Muani pun membuka opsi baru bagi lini depan Juventus. Kolo Muani menyadari potensi duet tersebut, terutama ketika keduanya masuk ke kotak penalti, yang menurutnya menyulitkan para bek lawan.

Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

Kemenangan atas Celta Vigo menjadi modal penting bagi Juventus di Liga Europa. Bagi Woltemade, tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa ketajamannya di Eropa bisa berlanjut ke Serie A, di mana ia belum mencetak gol dan belum menjadi starter.

Jika Woltemade mampu menjaga momentum serta membangun chemistry dengan Kolo Muani, Juventus berpotensi memiliki opsi serangan yang lebih variatif. Namun, penilaian Condò soal peran ideal Woltemade tetap menjadi catatan, terutama ketika ia harus bermain sebagai penyerang tunggal.

Exit mobile version