BMKG Pantau Bibit Siklon Tropis 98W dan Peringatkan Gelombang Laut hingga 4 Meter

BMKG Pantau Bibit Siklon Tropis 98W dan Peringatkan Gelombang Laut hingga 4 Meter
BMKG Pantau Bibit Siklon Tropis 98W dan Peringatkan Gelombang Laut hingga 4 Meter

Cakrawala News – 13 September 2026 | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan bibit siklon tropis 98W yang terdeteksi di Laut Cina Selatan, sebelah timur Vietnam, seiring munculnya potensi dampak tidak langsung terhadap perairan Indonesia. Selain bibit siklon tropis tersebut, BMKG juga melaporkan keberadaan Bibit Siklon Tropis FINA di perairan Arafuru selatan Pulau Tanimbar yang diperkirakan meningkat dengan kecepatan angin mencapai 60 knot atau setara kategori dua.

Dalam pembaruan Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta, bibit siklon tropis 98W terbentuk pada 10 September 2026 pukul 13.00 WIB di area pemantauan TCWC Jakarta. Sistem tersebut berlokasi di Laut Cina Selatan, tepatnya di sebelah timur Vietnam. Menurut BMKG, bibit siklon tropis 98W memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam kurun waktu 24 jam ke depan dan diprakirakan bergerak menuju arah barat laut hingga utara.

Meskipun berada di luar wilayah Indonesia, keberadaan sistem ini berpotensi menimbulkan dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan Tanah Air. BMKG memantau potensi dampak tersebut hingga Sabtu, 12 September 2026 pukul 07.00 WIB. Dampak yang perlu diwaspadai adalah munculnya gelombang laut dengan ketinggian berkisar 1,25 hingga 2,5 meter di wilayah Laut Natuna Utara, yang dikategorikan sebagai gelombang laut sedang atau moderate sea.

Peringatan Gelombang Laut hingga Empat Meter

Potensi gelombang tinggi juga disorot BMKG dalam prakiraan cuaca harian. Prakirawan cuaca BMKG Ranti Kurniati dalam siaran daring yang diikuti di Jakarta menyampaikan bahwa sejumlah dinamika atmosfer dan faktor kelokalan memengaruhi kondisi cuaca, termasuk sirkulasi siklonik yang berada di Samudera Hindia selatan Jawa Barat, Laut Natuna, dan Samudera Pasifik utara Papua. Sirkulasi siklonik juga terpantau di perairan Lampung, Kalimantan Timur, dan Papua Tengah hingga sebagian besar Sumatera dan Laut Jawa.

BMKG mendeteksi potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir, meliputi pesisir Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bangka Belitung, Banten, utara Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara. Masyarakat di kawasan pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan air laut yang naik ke daratan.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis FINA di perairan Arafuru selatan Pulau Tanimbar diperkirakan meningkat dengan kecepatan angin 60 knot. Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin hingga 25 knot di Laut Arafuru, Banda, Maluku, dan Pulau Aru. Keberadaan sistem tersebut turut berkontribusi terhadap peningkatan gelombang laut di wilayah sekitarnya.

Dampak pada Cuaca Harian di Berbagai Daerah

Selain potensi gelombang tinggi, BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai cuaca panas maksimum, hujan berpetir, hingga banjir rob di sejumlah daerah. Hujan berintensitas ringan diprakirakan mengguyur Kota Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Bengkulu, Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Mataram, Palangka Raya, Samarinda, Gorontalo, Makassar, Kendari, Ambon, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayawijaya, Jayapura, dan Merauke. Hujan sedang berpotensi di Kota Ternate.

Adapun hujan disertai petir diprakirakan terjadi di Kota Padang, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Yogyakarta, Pontianak, Tanjung Selor, Banjarmasin, Mamuju, dan Manado. Sementara Kota Denpasar dan Kupang diperkirakan berawan tebal hingga berkabut. Suhu panas maksimum hingga 33 derajat Celcius diperkirakan terjadi pada siang hari di sejumlah wilayah, termasuk Denpasar, Mataram, Kupang, Pontianak, Samarinda, Tanjung Selor, Palangka Raya, dan Banjarmasin.

Dalam prakiraan cuaca untuk Minggu, 13 September 2026, BMKG mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat di Aceh dan Sumatera Utara. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi dinamika atmosfer yang berkembang di sekitar wilayah Indonesia. Bibit Siklon Tropis 98W diperkirakan berada di Laut Cina Selatan sebelah timur Vietnam dengan kecepatan angin maksimum hingga 20 knot dan tekanan minimum 1.007 hektopaskal.

Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi, konfluensi, serta low-level jet yang memanjang dari Teluk Thailand hingga Laut Cina Selatan dan wilayah sekitarnya. Selain itu, sirkulasi siklonik terbentuk di Kamboja dan Samudra Pasifik Utara, Papua Nugini. Sistem tersebut membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memanjang di Thailand dan Laos, serta dari pesisir utara Papua Nugini hingga Samudra Pasifik Utara.

Depresi Tropis di Dekat Da Nang

Perkembangan lain datang dari Observatorium Hong Kong (HKO) yang melaporkan depresi tropis berada di dekat Da Nang, Vietnam, di bagian tengah Laut Cina Selatan. Pada Sabtu pukul 20.00, sistem tersebut berpusat sekitar 150 kilometer di sebelah timur-timur laut Da Nang. HKO memperkirakan sistem ini akan bergerak ke arah barat laut dengan kecepatan sekitar 12 kilometer per jam melintasi perairan di sebelah selatan Pulau Hainan.

Sebelumnya, pada Sabtu pukul 16.00, depresi tropis berpusat sekitar 180 kilometer di sebelah timur Da Nang. HKO menyatakan secara umum siklon tropis di bagian tengah Laut Cina Selatan akan bergerak melintasi perairan di sebelah selatan Pulau Hainan menuju pesisir Vietnam dalam beberapa hari ke depan. Akibat gabungan pengaruh monsun timur laut dan siklon tropis, angin akan bertiup lebih kencang disertai hujan sesekali dan badai petir dengan embusan angin kencang di pesisir Guangdong, serta gelombang laut yang meningkat.

Menurut Joint Typhoon Warning Center (JTWC), bibit siklon tropis 98W yang berada di dekat Vietnam memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan. Sistem ini mencatat kecepatan angin permukaan berkelanjutan maksimum berkisar 45 hingga 50 kilometer per jam atau sekitar 23 hingga 28 knot.

BMKG mengimbau seluruh masyarakat serta pelaku aktivitas kelautan di wilayah yang berpotensi terdampak untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang mungkin terjadi. Nelayan, operator kapal, dan wisatawan di kawasan pesisir diharapkan memantau pembaruan informasi cuaca secara berkala mengingat dinamika atmosfer yang masih dapat berubah.

Bagi masyarakat di daratan, kewaspadaan terutama diperlukan terhadap potensi banjir rob di kawasan pesisir serta hujan lebat yang dapat disertai petir. Pemantauan berkelanjutan terhadap bibit siklon tropis 98W dan sistem lainnya menjadi kunci agar langkah mitigasi dapat dilakukan lebih awal dan risiko bencana dapat ditekan.

Exit mobile version