Jawa  

Dinkes Jabar Deteksi 65 Kasus Influenza A di Bandung, Warga Diminta Tak Panik

Cakrawala News – 29 September 2026 | Dinkes Jabar deteksi 65 kasus influenza A atau flu babi di Kota Bandung, Jawa Barat. Seluruh kasus positif influenza tipe A yang terdeteksi sejauh ini terkonsentrasi di wilayah tersebut. Meski mencatat puluhan kasus, Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan tetap waspada terhadap potensi penularan.

Kepala Dinas Kesehatan Jabar, Dokter R Vini Adiani Dewi, mengatakan influenza tipe A pada dasarnya merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan dapat sembuh dengan sendirinya. Menurutnya, influenza tipe A memiliki perbedaan dengan flu biasa, terutama dari jenis virus penyebabnya, dan gejala yang muncul juga dapat terasa lebih berat.

“Influenza tipe A itu sebenarnya penyakit biasa. Penyebabnya virus, bisa sembuh sendiri,” ujar Vini, Senin (28/9/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah lonjakan kasus influenza A yang membuat kunjungan ke fasilitas kesehatan meningkat di sejumlah daerah, termasuk di Kota Cimahi, Jawa Barat.

Lonjakan Kunjungan ke Fasilitas Kesehatan

Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Mulyati, menyatakan pihaknya mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap influenza, termasuk influenza A. Imbauan itu muncul setelah kunjungan ke fasilitas kesehatan meningkat dan Instalasi Gawat Darurat rumah sakit menjadi lebih padat.

“Kami mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap influenza, termasuk Influenza A. Terutama saat ini kunjungan ke fasilitas kesehatan meningkat dan IGD rumah sakit menjadi lebih padat,” kata Mulyati saat dikonfirmasi, Senin (28/9/2026).

Mulyati menjelaskan, meski tidak spesifik disebabkan influenza A, Dinas Kesehatan Kota Cimahi menerima laporan hampir semua fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit mengalami lonjakan pasien. Akibatnya, terjadi kepadatan penanganan khususnya di IGD.

“Hampir semua rumah sakit pada intinya ada peningkatan pasien meski tidak spesifik disebabkan Influenza A. Tapi Influenza A sekarang memang lagi naik, namun demikian masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya.

Menurutnya, influenza A merupakan virus yang menginfeksi saluran pernapasan dan dapat menular melalui percikan saat penderita batuk, bersin, atau berbicara, serta melalui tangan atau benda yang terkontaminasi.

Positivity Rate Nasional dan Jenis Virus yang Dominan

Data Kementerian Kesehatan mencatat positivity rate influenza di Indonesia pada September 2026 mencapai 56 persen. Angka itu meningkat pada minggu ke-38, tetapi pola surveilans beberapa tahun sebelumnya menunjukkan tren kasus influenza biasanya mulai menurun setelah melewati minggu ke-39 hingga ke-40.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengatakan pola musiman influenza terlihat dari hasil surveilans sentinel Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI). Pada periode yang sama di 2023, positivity rate influenza bahkan sempat mencapai 68 persen.

“Kita bisa lihat di minggu ke-38 pada bulan September ini ada peningkatan positivity rate menjadi 56 persen. Kami tentunya berharap bahwa setelah minggu ini terjadi penurunan,” kata Andi kepada wartawan, Senin (28/9).

Ia menjelaskan, pola tersebut juga terlihat pada data beberapa tahun sebelumnya. Ketika memasuki sekitar minggu ke-39 hingga ke-40, tren kasus influenza cenderung mulai menurun. Jenis influenza yang paling banyak ditemukan di Indonesia saat ini adalah influenza A H1N1pdm09. Kemenkes juga menyinggung istilah “super flu” yang belakangan digunakan untuk menyebut influenza A H3N2.

Sementara itu, berdasarkan laporan surveilans Kementerian Kesehatan untuk periode 20-26 September 2026, aktivitas influenza secara nasional masih berada pada kategori rendah. Namun sejumlah indikator menunjukkan tren peningkatan, termasuk proporsi positif influenza yang naik dari 48 persen menjadi 58 persen pada pekan tersebut. Kemenkes juga mencatat kasus H3N2 subclade K telah tersebar di sejumlah provinsi.

Kenali Gejala dan Tanda Bahaya

Dinas Kesehatan Kota Depok turut mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap influenza dengan mengenali gejala serta tanda bahaya yang membutuhkan penanganan medis. Kepala Dinkes Kota Depok, Devi Maryori, mengatakan masyarakat perlu mengetahui gejala yang dapat menjadi tanda kondisi serius.

Beberapa tanda bahaya tersebut antara lain sesak napas, napas cepat, tarikan dinding dada, serta bibir yang tampak kebiruan. “Jika mengalami gejala tersebut, masyarakat diimbau segera mencari pertolongan medis,” kata Devi.

Selain gangguan pada saluran pernapasan, masyarakat juga diminta mewaspadai demam tinggi yang menetap atau kondisi kesehatan yang memburuk setelah sebelumnya sempat membaik.

Penderita influenza A umumnya mengalami gejala yang muncul lebih mendadak dan cepat, bahkan bisa dalam hitungan jam. Demamnya lebih terlihat jelas dengan suhu meningkat mendadak di rentang 38 hingga 40 derajat Celsius dan berlangsung selama 3-4 hari. Gejala lain yang khas adalah nyeri otot dan sendi yang hebat, rasa lelah ekstrem, sakit kepala intens, batuk kering persisten, serta kemungkinan disertai mual, muntah, atau diare.

Berbeda dengan flu biasa yang gejalanya muncul bertahap dalam kurun waktu 1-2 hari, demamnya jarang terjadi, nyeri ototnya ringan, dan penderitanya masih bisa beraktivitas. Pilek serta bersin justru lebih dominan pada flu biasa, sedangkan batuknya ringan dan terkadang berdahak.

Masa inkubasi atau waktu munculnya gejala influenza A dan flu biasa memiliki kesamaan besar, sehingga sulit dibedakan hanya dari hitungan hari sejak kemunculan gejala.

Imbauan dan Langkah Penanganan

Dinkes Jabar deteksi 65 kasus influenza A atau flu babi di Kota Bandung menjadi perhatian tersendiri di tengah peningkatan aktivitas influenza nasional. Meski demikian, baik Dinkes Jabar maupun Dinkes Kota Cimahi menegaskan masyarakat tidak perlu panik.

Penularan influenza A dapat dicegah dengan menjaga kebersihan tangan, menghindari kontak dengan penderita, serta menutup mulut dan hidung saat batuk atau bersin. Masyarakat juga diminta segera mencari pertolongan medis jika muncul tanda bahaya seperti sesak napas atau demam tinggi yang menetap.

Kemenkes berharap tren kasus influenza mulai menurun pada akhir tahun seiring berakhirnya puncak musiman pada minggu ke-39 hingga ke-40. Pemantauan tetap dilakukan mengingat kasus H3N2 subclade K telah tersebar di sejumlah provinsi.

Bagi warga Jawa Barat, khususnya di Bandung dan Cimahi, kewaspadaan perlu diimbangi dengan pengetahuan yang benar tentang perbedaan influenza A dan flu biasa agar tidak mudah terbawa rasa panik di lingkungan sekitar.

Exit mobile version