Gibran Hadiri 1 Abad Injil Masuk Tanah Kalumpang, Ajak Warga Jaga Iman dan Budaya

Gibran Hadiri 1 Abad Injil Masuk Tanah Kalumpang, Ajak Warga Jaga Iman dan Budaya
Gibran Hadiri 1 Abad Injil Masuk Tanah Kalumpang, Ajak Warga Jaga Iman dan Budaya

Cakrawala News – 03 November 2026 | Agendra Gibran hari ini, ada peringatan 100 tahun Injil masuk Tanah Kalumpang menjadi salah satu agenda utama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Sulawesi Barat, Senin (2/11/2026). Gibran bertolak dari Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, sekitar pukul 06.00 WIB, menuju Kabupaten Mamuju untuk menghadiri Perayaan 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang (IMTK) 2026 di Tamalea, Desa Bonehau.

Kehadiran orang nomor dua di Indonesia itu disambut hangat para pendeta, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai wilayah di Tanah Kalumpang. Suasana perayaan semakin akrab ketika Gibran membuka sambutannya menggunakan bahasa lokal Kalumpang. Sapaan tersebut langsung disambut tepuk tangan dan antusiasme masyarakat sebagai bentuk kedekatan sekaligus penghormatan terhadap identitas budaya setempat.

Perayaan yang diselenggarakan Gereja Kristen Sulawesi Barat (GKSB) ini menjadi momentum untuk mengenang perjalanan masuknya Injil ke Tanah Kalumpang sejak 1926. Selain merefleksikan perjalanan satu abad kehidupan iman, kegiatan ini menegaskan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama, mempertahankan tradisi leluhur, serta merawat kekayaan alam untuk generasi mendatang.

Apresiasi untuk Pendeta dan Warga Kalumpang

Dalam sambutannya, Gibran memberikan penghargaan kepada para pendeta dan masyarakat Kalumpang yang tetap mempertahankan nilai-nilai keimanan di tengah perubahan zaman.

“Banyak hal yang bisa berubah, tapi saya mengapresiasi bagaimana para pendeta, warga Kalumpang menjaga agar terang dari 100 tahun lalu tetap menyala di masa kini. Menjaga agar keteguhan dari 100 tahun lalu tetap mengakar kuat. Menjaga agar keyakinan dari 100 tahun lalu tetap lestari,” ujar Gibran.

Wapres juga menyoroti pentingnya menjaga keterkaitan antara iman, budaya, dan lingkungan. Menurutnya, tradisi dan adat istiadat bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan menyimpan nilai kehidupan, sejarah peradaban, serta kearifan leluhur dalam menjaga alam.

“Tanah Kalumpang ini menyimpan jejak peradaban dari para pendahulu. Menjadi tugas kita bersama untuk merawat dan melestarikannya,” tuturnya.

Perhatian pada Kain Sekomandi dan Bahasa Kalumpang

Salah satu warisan budaya yang mendapat perhatian Wapres adalah kain tenun Sekomandi dan bahasa Kalumpang. Ia mengingatkan agar generasi muda tidak hanya mengenal kekayaan budaya daerah melalui dokumentasi atau cerita, tetapi juga bangga menggunakan dan menghidupkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Jangan sampai anak-anak muda mengenal kain Sekomandi hanya dari foto, tanpa pernah memiliki kebanggaan menggunakannya. Mengetahui bahasa Kalumpang hanya dari catatan, tanpa pernah menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari,” tegasnya.

Selain pelestarian budaya, Gibran menekankan pentingnya menjaga persatuan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia mengajak masyarakat Kalumpang mempertahankan kehidupan yang harmonis melalui sikap saling menghormati, membantu, dan menguatkan tanpa menjadikan perbedaan sebagai alasan untuk terpecah.

“Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh. Perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling curiga. Justru di tengah perbedaan itu kedewasaan kita diuji,” ungkapnya.

Rangkaian Kunjungan di Mamuju dan Mamasa

Agendra Gibran hari ini, ada peringatan 100 tahun Injil masuk Tanah Kalumpang juga dirangkai dengan peninjauan sejumlah program prioritas pemerintah di Sulawesi Barat. Setelah menghadiri kegiatan keagamaan di Desa Tamalea, Kecamatan Bonehau, Gibran dijadwalkan menuju Kabupaten Mamasa.

Di Kabupaten Mamasa, agenda kunjungan meliputi peninjauan fasilitas pendidikan di SMAN 1 Mamasa dan fasilitas kesehatan di RSUD Kondosapata. Selain itu, Gibran dijadwalkan berdialog langsung dengan masyarakat serta melihat perkembangan program bedah rumah. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda pemerintah untuk memantau pelaksanaan program prioritas di daerah, termasuk sektor pendidikan, kesehatan, dan perumahan.

Kehadiran Gibran dalam peringatan 100 Tahun Injil Masuk Tanah Kalumpang sebelumnya dibahas dalam audiensi pengurus Majelis Pekerja Sinode GKSB di Istana Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026). Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode GKSB Pendeta Mardi Tamandalan menyampaikan langsung undangan tersebut kepada Gibran.

Menurut Mardi, kehadiran Wakil Presiden diharapkan dapat memperkuat semangat toleransi dan kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Ia juga berharap Gibran dapat menyampaikan pidato mengenai moderasi beragama dan mengikuti kegiatan penanaman pohon dalam rangkaian peringatan tersebut.

“Beberapa kegiatan yang kami harapkan dapat dilakukan oleh wapres di sana. Yang pertama tentu pidato moderasi beragama. Yang kedua, penanaman pohon,” kata Mardi seusai pertemuan.

Perayaan satu abad Injil masuk Tanah Kalumpang menjadi cermin bagaimana kehidupan beragama di Indonesia tumbuh berdampingan dengan budaya lokal. Penghormatan terhadap bahasa, kain tenun Sekomandi, serta kelestarian alam menunjukkan bahwa iman dan tradisi dapat berjalan seiring tanpa saling meniadakan.

Ke depan, harapan yang mengemuka adalah agar semangat yang dirayakan dalam peringatan ini tidak berhenti pada seremoni. Pelestarian budaya oleh generasi muda, penguatan kerukunan antarumat beragama, dan peninjauan program prioritas pemerintah di Mamuju serta Mamasa akan menjadi tolok ukur apakah pesan yang disampaikan dalam perayaan ini benar-benar berlanjut di kehidupan sehari-hari masyarakat Kalumpang.

Exit mobile version