Cakrawala News – 05 November 2026 | Profil Ariyo Windutomo yang ditunjuk Prabowo jadi KSP gantikan Listyo Sigit menjadi sorotan publik setelah dinamika di lingkaran Istana Kepresidenan memanas. Presiden Prabowo Subianto menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Staf Kepresidenan (KSP) per 4 November 2026, menggantikan Jenderal Polisi (Purn) Listyo Sigit Prabowo yang dicopot dari jabatannya.
Penunjukan itu dilakukan setelah Prabowo menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) pemberhentian Listyo Sigit pada Rabu, 4 November 2026. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan hal tersebut dalam konferensi pers di Istana.
“Dapat kami sampaikan kepada teman-teman media, bahwa pada pagi hari tadi, Bapak Presiden telah mengambil keputusan dan telah menandatangani keputusan presiden berkenaan dengan pemberhentian saudara Listyo Sigit Prabowo dalam kapasitas beliau sebagai Kepala Staf Kepresidenan,” kata Prasetyo.
Prasetyo menambahkan, presiden kemudian menunjuk pelaksana tugas untuk mengisi kekosongan tersebut. “Untuk sementara beliau menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo untuk menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas KSP,” ujarnya.
Menurut pemberitaan, pencopotan Listyo Sigit berkaitan dengan penetapannya sebagai tersangka atas dugaan kasus penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo. Status hukum tersebut menjadi bagian dari konteks pergantian di kursi pimpinan KSP, dan hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai proses hukum yang berjalan.
Sosok Kepercayaan di Lingkaran Istana
Ariyo Windutomo bukan nama baru di lingkar terdekat presiden. Perwira tinggi TNI Angkatan Darat kelahiran 27 Januari 1974 itu dikenal sebagai sosok kepercayaan Prabowo sejak bertugas di Kementerian Pertahanan (Kemhan). Kedekatan tersebut membuat namanya kerap muncul dalam sejumlah penugasan strategis di lingkungan pemerintahan.
Dengan penunjukan terbarunya, Ariyo kini merangkap dua jabatan krusial di episentrum pemerintahan. Sebelum ditugaskan menjadi Plt KSP, ia telah menjabat sebagai Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres), yang kini juga disebut Sekretaris Presiden, sejak 29 November 2024.
Ia dilantik menggantikan Heru Budi Hartono pada Jumat, 29 November 2024 melalui keputusan Panglima TNI. Kariernya di lingkungan Istana terus menanjak hingga ia resmi menyandang pangkat jenderal bintang tiga atau Letnan Jenderal pada 16 Maret 2026, sebelum akhirnya dipercaya mengisi kekosongan kursi pimpinan KSP.
Rekam Jejak Karier Militer
Ariyo merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1996. Ia satu angkatan dengan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IV/Diponegoro, Mayjen TNI Deddy Suryadi. Sepanjang karier militernya, Ariyo telah menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat maupun Kementerian Pertahanan.
Nama Ariyo juga tercatat dalam daftar 76 perwira tinggi TNI yang dimutasi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto pada 31 Oktober 2024. Mutasi tersebut menjadi salah satu jejak perjalanan kariernya sebelum masuk ke struktur Sekretariat Presiden.
Perjalanan karier Ariyo Windutomo dapat diringkas dalam sejumlah tonggak penting berikut:
- 1996: Lulus Akademi Militer (Akmil), satu angkatan dengan Mayjen TNI Deddy Suryadi.
- 31 Oktober 2024: Tercatat dalam daftar 76 perwira tinggi TNI yang dimutasi Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
- 29 November 2024: Dilantik sebagai Kepala Sekretariat Presiden menggantikan Heru Budi Hartono.
- 16 Maret 2026: Resmi menyandang pangkat Letnan Jenderal.
- 4 November 2026: Ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Kepala Staf Kepresidenan menggantikan Listyo Sigit Prabowo.
Dua Mandat di Tengah Dinamika Politik
Penunjukan Ariyo sebagai Plt KSP membuatnya memegang dua mandat penting sekaligus. Di satu sisi, ia tetap menjalankan tugas sebagai Kepala Sekretariat Presiden yang mengurusi dukungan administratif dan protokoler bagi presiden. Di sisi lain, ia kini mengisi kursi pimpinan KSP yang kosong setelah pemberhentian Listyo Sigit.
Langkah cepat Prabowo menunjuk Ariyo dinilai sebagai upaya menjaga keberlangsungan fungsi kesekretariatan dan staf kepresidenan. Dengan latar belakang militer dan pengalaman di Kemhan serta Istana, Ariyo dianggap memiliki pemahaman yang cukup mengenai kebutuhan operasional di lingkungan kepresidenan.
Pembahasan mengenai profil Ariyo Windutomo yang ditunjuk Prabowo jadi KSP gantikan Listyo Sigit pun tak lepas dari pertanyaan publik soal arah kebijakan KSP ke depan. Sejauh ini belum ada keterangan resmi mengenai rencana kerja Ariyo sebagai Plt KSP, termasuk apakah penunjukannya bersifat sementara hingga KSP definitif ditetapkan.
Yang jelas, penunjukan ini menandai babak baru di lingkaran Istana Kepresidenan. Publik akan menantikan bagaimana Ariyo menjalankan dua jabatan sekaligus, sekaligus mencermati perkembangan proses hukum yang menjerat Listyo Sigit. Informasi lanjutan mengenai sosok Ariyo Windutomo yang ditunjuk Prabowo jadi KSP gantikan Listyo Sigit diperkirakan masih akan bergulir seiring berjalannya waktu.
