Cakrawala News – 19 Oktober 2026 | Ukraina kirim senjata Iran dan Rusia ke Israel untuk kebutuhan riset militer, demikian diungkapkan oleh eks Duta Besar Israel untuk Ukraina, Michael Brodsky. Menurut Brodsky, langkah tersebut merupakan bagian dari kerja sama antara Tel Aviv dan Kyiv untuk mengirimkan sampel senjata milik militer Iran dan Rusia agar dapat diteliti lebih lanjut oleh militer Israel. Pernyataan itu disampaikan Brodsky pada Kamis (15/10/2026) lalu, sebagaimana dilaporkan Jerusalem Post.
Brodsky menjelaskan bahwa senjata Iran dan Rusia yang dikirim ke Israel untuk keperluan penelitian tersebut berupa drone. Israel saat ini tengah meneliti drone Shahed milik Teheran dan drone Geran milik Moskow. Menurutnya, kedua jenis drone itu sangat canggih sehingga dinilai cocok dijadikan objek riset militer.
Melalui riset tersebut, Israel berharap dapat mempelajari seluruh komponen drone Iran dan Rusia sehingga mampu memproduksinya sendiri untuk kebutuhan perang. Ketertarikan Israel bukan tanpa alasan, mengingat Iran dan Rusia dikenal memiliki cadangan drone canggih yang secara rutin dimodifikasi dan dikembangkan sesuai kebutuhan pertempuran.
Kerja Sama Militer Tel Aviv dan Kyiv
Menurut Brodsky, pengiriman sampel senjata itu mencerminkan komitmen antara Tel Aviv dan Kyiv untuk meningkatkan kerja sama di bidang militer. Ukraina dalam hal ini berperan sebagai pihak yang mengirimkan sampel senjata milik militer Iran dan Rusia agar bisa diteliti lebih jauh oleh Israel.
Langkah Ukraina kirim senjata Iran dan Rusia ke Israel untuk kebutuhan riset ini juga tak lepas dari konteks perang yang sedang berlangsung. Iran kini terlibat perang dengan Amerika Serikat di Timur Tengah, sementara Rusia berperang dengan Ukraina di Eropa. Situasi itu membuat aktivitas pengembangan dan produksi drone di kedua negara semakin meningkat belakangan ini.
Brodsky menambahkan, militer Israel saat ini juga tengah mengembangkan sistem anti-drone canggih, salah satunya yang menggunakan teknologi laser. Menurutnya, langkah tersebut diambil karena setiap negara di dunia kini mulai memanfaatkan drone untuk menyerang musuh ketika terjadi perang.
Drone Jadi Tantangan Utama Konflik Modern
Dalam keterangannya kepada jurnalis di Ukraina, Brodsky menyebut pesawat tanpa awak sebagai masalah nomor satu bagi seluruh dunia saat ini. Ia menilai siapa pun yang pertama kali menemukan solusi efektif akan mendapatkan keuntungan signifikan, dan solusi itu selanjutnya akan diadopsi oleh pihak lain.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengembangan teknologi drone dan sistem pertahanan anti-drone kini menjadi salah satu prioritas utama dalam konflik modern. Bagi Israel, mempelajari komponen drone Iran dan Rusia menjadi salah satu cara untuk mempercepat penguasaan teknologi tersebut.
Dengan adanya pengiriman sampel senjata melalui kerja sama Ukraina dan Israel, upaya Ukraina kirim senjata Iran dan Rusia ke Israel untuk kebutuhan riset militer menunjukkan bagaimana aliansi pertahanan antarnegara turut membentuk arah pengembangan persenjataan. Langkah ini sekaligus memperlihatkan bahwa pertukaran informasi dan teknologi militer menjadi bagian penting dalam strategi pertahanan sejumlah negara saat ini.
Ke depan, publik masih menantikan bagaimana hasil riset Israel terhadap drone Shahed dan Geran, serta sejauh mana kerja sama militer antara Tel Aviv dan Kyiv akan berkembang. Perkembangan sistem anti-drone berbasis laser juga akan menjadi sorotan, mengingat ancaman pesawat tanpa awak dinilai semakin sentral dalam perang modern.
