Sekjen PBB Apresiasi Kepemimpinan Prabowo dan Peran Indonesia Bantu Palestina

Sekjen PBB Apresiasi Kepemimpinan Prabowo dan Peran Indonesia Bantu Palestina
Sekjen PBB Apresiasi Kepemimpinan Prabowo dan Peran Indonesia Bantu Palestina

Cakrawala News – 19 Oktober 2026 | Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menjadi tuan rumah salah satu agenda penting kunjungan kerja Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres, yang secara terbuka mengapresiasi kepemimpinan politik luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto, khususnya langkah nyata membantu rakyat Palestina. Apresiasi itu disampaikan Guterres dalam pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo di kediaman pribadi kepala negara di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Minggu, 19 Oktober 2026.

Kunjungan Guterres ke Indonesia berlangsung pada 17-19 Oktober 2026 dan menjadi lawatan perdana Sekjen PBB pada periode pemerintahan Presiden Prabowo. Ia tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu malam, 17 Oktober 2026, dan disambut langsung oleh Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir bersama sejumlah pejabat.

Selain Menlu Arrmanatha, penyambutan di Terminal VVIP Bandara Soekarno-Hatta dihadiri Wakil Tetap RI untuk PTRI New York Umar Hadi, Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri RI Denny Abdi, serta Kepala Perwakilan PBB untuk Indonesia Gita Sabharwal. Penyambutan berlangsung resmi dengan pasukan jajar kehormatan, dan Guterres didampingi Menlu Arrmanatha berjalan melewati barisan pasukan menuju kendaraan resmi.

Apresiasi atas Politik Luar Negeri dan Bantuan untuk Palestina

Dalam siaran resmi Sekretariat Kabinet di Jakarta, Senin, disebutkan bahwa Guterres menyampaikan tiga hal utama kepada Presiden Prabowo. Pertama, apresiasi atas kepemimpinan politik luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto. Kedua, pamitan menjelang berakhirnya masa jabatan Sekjen PBB pada Desember 2026. Ketiga, apresiasi atas langkah Presiden Prabowo dalam usaha melaksanakan ketertiban dunia serta langkah nyata Indonesia membantu rakyat Palestina.

Presiden Prabowo dalam pertemuan itu didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Umar Hadi.

Sementara itu, Sekjen PBB didampingi Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Isu Air Retno Marsudi dan Kepala Perwakilan PBB untuk Indonesia Gita Sabharwal. Sekretariat Kabinet menegaskan pertemuan tersebut memperlihatkan eratnya komunikasi dan kemitraan Indonesia dengan PBB dalam memperjuangkan perdamaian, memperkuat stabilitas global, serta mendorong terciptanya tatanan dunia yang lebih adil dan sejahtera.

Reformasi Multilateral hingga Agenda 2030

Perserikatan Bangsa-Bangsa dalam siaran resminya menyampaikan bahwa diskusi antara Presiden Prabowo dan Sekjen PBB juga membahas reformasi sistem multilateral serta kemajuan mencapai Agenda 2030. Keduanya turut membicarakan berbagai isu global dan regional, termasuk situasi di Palestina yang dalam siaran tersebut disebut dijajah oleh Israel.

Menurut Kantor Sekretariat Jenderal PBB, pertemuan itu membahas sejumlah isu strategis serta upaya memperkuat komunikasi dan kerja sama multilateral dalam menghadapi berbagai tantangan global. Pertemuan juga disebut sebagai bagian dari upaya memperkuat dialog dan kemitraan antara Indonesia dan PBB, sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam mendorong perdamaian, stabilitas, dan penyelesaian berbagai persoalan global melalui pendekatan multilateral.

Dalam kesempatan itu, Guterres juga mengucapkan terima kasih kepada Indonesia atas kontribusinya mengirim pasukan perdamaian. Ia turut mengapresiasi kepemimpinan Indonesia dalam mendorong pembiayaan pembangunan yang inovatif, serta kontribusi dalam aksi menanggulangi dan mengantisipasi dampak perubahan iklim.

Agenda di PMPP TNI dan Pidato di Kemlu

Selain bertemu Presiden Prabowo di Hambalang, Guterres dijadwalkan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Kabupaten Bogor pada Senin. Di tempat pemusatan latihan dan persiapan prajurit TNI yang akan bertugas sebagai pasukan perdamaian PBB itu, Guterres akan memberikan penghormatan kepada 50 prajurit TNI yang gugur saat bertugas bersama Pasukan Penjaga Perdamaian PBB.

Wakil Juru Bicara Sekjen PBB Farhan Haq dalam jumpa pers pekan sebelumnya menyatakan bahwa di PMPP TNI, Sekretaris Jenderal juga akan bertemu dengan prajurit yang akan ditugaskan bersama misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA). Agenda Guterres selanjutnya adalah menyampaikan pidato bertajuk “Delapan Dekade Perserikatan Bangsa-Bangsa: Apa Selanjutnya?” di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta. Selepas merampungkan seluruh agendanya, Guterres dijadwalkan kembali ke New York, Amerika Serikat, pada Senin.

Sekretariat Presiden menilai kunjungan kerja Sekjen PBB ke Indonesia menjadi momentum penting dalam hubungan diplomatik Indonesia dengan PBB, sekaligus membuka ruang bagi penguatan komunikasi dan kerja sama multilateral dalam menghadapi berbagai tantangan global. Menurut keterangan tersebut, pertemuan dengan Presiden Prabowo menjadi kesempatan bagi Indonesia dan PBB untuk memperkuat komunikasi serta bertukar pandangan mengenai persoalan yang menjadi perhatian bersama.

Rangkaian kunjungan ini menunjukkan posisi Indonesia yang semakin diperhitungkan dalam diplomasi multilateral, mulai dari isu perdamaian, pembangunan berkelanjutan, hingga perubahan iklim. Perhatian berikutnya tertuju pada isi pidato Guterres di Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, yang dijadwalkan memaparkan pandangan soal masa depan multilateralisme di tengah berbagai tantangan global.

Exit mobile version